Buku, FUN Institute

Berhentilah Menulis Fiksi!

“Berhentilah menulis fiksi, Fan!” pinta guru saya. Apalagi ketika saya harus berhadapan dengan banyak teks, termasuk mendapat kehormatan menjadi penyunting naskah beliau. Berulangkali saya membaca naskah beliau yang padat, berisi. Bernas sekali. Dan itu bukan fiksi. Saya merasa itu adalah bagian dari cara yang sangat elegan, mengantar saya ke gerbang dan halaman indahnya kisah-kisah nonfiksi… Continue reading Berhentilah Menulis Fiksi!

Iklan
Sudut Pandang

Matamu Kemana, Matamu…

“Woiii… mata lu kemane!” seseorang menghardik dengan suara tinggi. Untung saja saya pendek, jadi suaranya yang tinggi tidak nyangkut ke kuping. Jadilah saya cuek bebek, jalan terus. Makanya kalau marah jangan ketinggian suaranya, sudah tahu orang Indonesia ukuran standarnya ya 160-170 centi tingginya. Pernah juga saya dibentak orang dengan suara keras, “Mata lu kemana Tooong…!… Continue reading Matamu Kemana, Matamu…

Sudut Pandang

Katanya Cinta, Kok…

Katanya cinta kok begitu! Nah, begitu itu banyak macamnya. Padahal kalau cinta sudah melekat, tai ayam berasa cokelat, itu bercandanya orang muda jadul atau sering disebut ‘remako’ alias remaja kolot. Waktu belum ada internet, apalagi aplikasi macam-macam yang tinggal geser dan sentuh seperti di warung tegal. Ngomong soal cinta, banyak maknanya, kadang suka-suka mendefinisikannya. Belajar… Continue reading Katanya Cinta, Kok…