Sudut Pandang

Rahasia yang Tidak Lagi Rahasia

Di zaman now, pergerakan informasi seperti adu balap. Riuh dan gempita, entah jadi apa, sekadar penggembira, hore-hore belaka, atau juru bicara yang tak lagi pakai toa, namun kata-kata melontar dari balik selimut ke seluruh jagat. Sepertinya, banyak peribahasa yang harus turut zaman, meski masih maknawi, tapi sudah kurang njamani. Kontekstual, tapi kurang milenial. Padahal kondisi ini,… Continue reading Rahasia yang Tidak Lagi Rahasia

Iklan
Sudut Pandang

Baru Kulit, Belum Isi

“Duren itu yang dimakan isinya, bukan  kulitnya!” Tentu sudah banyak yang mahfum dan sangat paham tentang durian. Kalau sampai tidak kenal durian, si raja buah katanya. Bisa jadi perlu di-upgrade pengetahuannya tentang ilmu buah-buahan, agar tak stagnan hanya berisi tentang buah dan membuahi saja. Biasanya, akselerasi untuk berasosiasi yang rada-rada gimana memang cepat sekali. Buah… Continue reading Baru Kulit, Belum Isi

Sudut Pandang

Mulut yang Kau Robek Sendiri

‘Wong kuwi sing dicekel omongane’ – orang itu yang dipegang omongannya. Mungkin ini kalimat purba yang terus turun temurun hingga hari ini. Semacam warning, peringatan, atau malah sebagian menjadikan pegangan. Menjadi modal, menjadi bekal bersosialisasi, berinteraksi dengan orang lain. Artinya, betapa pentingnya sebuah konsistensi bagi seseorang dalam bersikap. Akan banyak muncul akibat dari ketidakkonsistenan omongan.… Continue reading Mulut yang Kau Robek Sendiri

Sudut Pandang

Hidup yang Culas

Meyakini bahwa semua yang terjadi bukan kebetulan mulanya sulit. Karena berulangkali akan kita bilang, “Eh kebetulan,” ketemu dengan kejadian yang kita harapkan, “Kebetulan banget!” Sesuatu, kalau menurut Syahrini penyanyi itu. Kebetulan-kebetulan benarkah memang kebetulan? “Tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini,” kata ustadz di masjid saya mengaji. Tentu saya masihlah tetap orang yang duduk di… Continue reading Hidup yang Culas

Sudut Pandang

Menyembunyikan Kebaikan

Apakah ini sudah masuk jaman kalabendu, seperti yang ‘dijangka’ Ranggawarsita dalam Jayabaya. Sebuah zaman yang berbahaya. Bukan hanya zaman yang penuh kekacauan, jungkir balik logika, para pemimpin sibuk akrobat, saudagar saling embat dan sikat, orang banyak kian sulit dan sekarat. Tetapi zaman yang ‘citra’ dan pencitraan sangat penting. Keperluan eksis, keinginan untuk popular, dikenal banyak… Continue reading Menyembunyikan Kebaikan

Sudut Pandang

Menjaga Amal Baik

Namanya saja menjaga, artinya ya mengamankan apa yang semestinya kita amankan. Misalnya petugas keamanan komplek, tugas khususnya menjaga keamanan komplek atas penghuninya dari berbagai bentuk gangguan kriminalitas, termasuk mengamankan dari bahaya kebakaran, dan semua bentuk tugas yang membuat komplek aman ditinggali, nyaman untuk didiami. Pun begitu menjaga amal baik. Entah berapa banyak disampaikan pentingnya berbuat… Continue reading Menjaga Amal Baik