Sudut Pandang

Sindrom Jarkoni

Mendadak kok saya terusik dengan kata bijaksana. Mengapa mesti sana, bukan sini. Tergelitik karena kata itu, saya mengecek ternyata di KBBI V Daring sana itu kata penunjuk tempat yang jauh (atau dianggap jauh) dari pembicara. Hanya menautkan saja, walau sebenarnya kata sana sudah sangat familiar dan banyak diketahui maknanya. Sana dan sini adalah sama-sama kata… Continue reading Sindrom Jarkoni

Iklan
Sudut Pandang

Hidup yang Culas

Meyakini bahwa semua yang terjadi bukan kebetulan mulanya sulit. Karena berulangkali akan kita bilang, “Eh kebetulan,” ketemu dengan kejadian yang kita harapkan, “Kebetulan banget!” Sesuatu, kalau menurut Syahrini penyanyi itu. Kebetulan-kebetulan benarkah memang kebetulan? “Tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan ini,” kata ustadz di masjid saya mengaji. Tentu saya masihlah tetap orang yang duduk di… Continue reading Hidup yang Culas

Sudut Pandang

Menyembunyikan Kebaikan

Apakah ini sudah masuk jaman kalabendu, seperti yang ‘dijangka’ Ranggawarsita dalam Jayabaya. Sebuah zaman yang berbahaya. Bukan hanya zaman yang penuh kekacauan, jungkir balik logika, para pemimpin sibuk akrobat, saudagar saling embat dan sikat, orang banyak kian sulit dan sekarat. Tetapi zaman yang ‘citra’ dan pencitraan sangat penting. Keperluan eksis, keinginan untuk popular, dikenal banyak… Continue reading Menyembunyikan Kebaikan

Sudut Pandang

Menjaga Amal Baik

Namanya saja menjaga, artinya ya mengamankan apa yang semestinya kita amankan. Misalnya petugas keamanan komplek, tugas khususnya menjaga keamanan komplek atas penghuninya dari berbagai bentuk gangguan kriminalitas, termasuk mengamankan dari bahaya kebakaran, dan semua bentuk tugas yang membuat komplek aman ditinggali, nyaman untuk didiami. Pun begitu menjaga amal baik. Entah berapa banyak disampaikan pentingnya berbuat… Continue reading Menjaga Amal Baik

Sudut Pandang

Bikin Malu!

“Dadi anak aja ngasi ngaprok tai maring rai…” itu bahasa jawa aksen Banyumasan. Artinya, jadi anak jangan sampai bikin malu, ya malu diri sendiri atau bikin malu keluarga. Diistilahkan seperti melempar kotoran ke muka. Saya mendengar ini dari simbah, orang yang dituakan keluarga, lingkungan, dan koleganya. Sehingga sering kali, tetamu simbah saya seperti sengaja membawa… Continue reading Bikin Malu!

Sudut Pandang

Beginilah Saya Bercinta…

Ini cerita tentang persahabatan. Saya berusaha tulus dan sayang dalam berkawan, berteman, bersahabat. Karena saya percaya juga dengan pernyataan ini… Seribu teman kurang banyak, satu musuh kebanyakan. Artinya, pertemanan, perkawanan, persahabatan itu kebaikannya lebih banyak dibanding satu permusuhan. Kalau dinaikkan bahasanya ke wilayah yang lebih reflektif, maka akan ketemu pada urusan berkahnya bersilaturahmi dan tak… Continue reading Beginilah Saya Bercinta…

Sudut Pandang

Matamu Kemana, Matamu…

“Woiii… mata lu kemane!” seseorang menghardik dengan suara tinggi. Untung saja saya pendek, jadi suaranya yang tinggi tidak nyangkut ke kuping. Jadilah saya cuek bebek, jalan terus. Makanya kalau marah jangan ketinggian suaranya, sudah tahu orang Indonesia ukuran standarnya ya 160-170 centi tingginya. Pernah juga saya dibentak orang dengan suara keras, “Mata lu kemana Tooong…!… Continue reading Matamu Kemana, Matamu…