Ibu

Ibu yang Tak Henti Puasa

“Sarapan dulu, biar nggak masuk angin…” kalimat ini membelokkan langkah saya. Dari hendak menuju pintu, kembali ke ruang makan. Seperti biasa, ibu sudah siapkan sarapan untuk saya. Tidak berubah dari saya mengenal makan di meja makan, dari kecil hingga kuliah, bahkan sudah bekerja. “Nggak sekalian, Mam…” sering saya bertanya begitu. Tapi jawabannya macam-macam, berganti-ganti. Demikianlah… Continue reading Ibu yang Tak Henti Puasa

Story & History

Foto Keluarga

* Seri - Surat untuk Icha (1) Setiap orang punya angan-angan, punya harapan. Beberapa tidak bisa membedakan apa itu angan, apa itu harapan. Cerita tentang orang yang terjebak angan-angannya sendiri, jatuh dengan berbagai gaya, entah tersungkur, terjerembab, terpelanting, atau apalah gaya jatuhnya, tentu sakit. Ada yang sakit sedikit tapi lama sembuhnya, ada yang sakitnya luar… Continue reading Foto Keluarga

Film, Story & History

Boven Digoel, Cerita Seorang Dokter

Boven Digoel adalah tempat entah berantah yang tidak terkonstruksi baik di benak saya. Seperti ketika saya bingung, di mana Pulau Buru yang terkenal dengan pembuangan para PKI 1965. Walau kemudian saya tahu, Boven Digoel adalah sebuah wilayah di Papua, tempat pembuangan para tokoh pergerakan di masa penjajahan Belanda. Bung Hatta, Syahrir, dan Mas Marco Kartodikromo… Continue reading Boven Digoel, Cerita Seorang Dokter

Story & History

Cara Mencintai

Beberapa hari itu, setiap berangkat kerja, saya menjumpai sesuatu yang menarik di Perempatan Ciledug. Bila lampu merah menyala, sekelompok orang akan memainkan calung. Seperangkat alat musik dari dari bambu, yang dimodifikasi sedemikian rupa, menjadi alat bunyi yang memiliki kemiripan dengan bebunyian pentatonik. Satu lagu dinyanyikan, menjelang hitung mundur di traffic light tinggal beberapa detik, seseorang… Continue reading Cara Mencintai

Story & History

Mengembalikan Titipan

“Saya sempat shock berat sepeninggal ibu,” kata saya pada beberapa orang yang datang bertamu ke rumah pada sebuah perbincangan menjelang senja. Mereka menjawab wajar, bagaimana pun ibu adalah orang yang paling dekat, sumber cinta, kebahagiaan, dan ketenteraman. Ibu yang baik akan menjadi sumber kebahagiaan bagi anaknya, menjadikan rasa tenteram pada anaknya. Saya mengiyakan, tapi bukan… Continue reading Mengembalikan Titipan