Film, Story & History

Boven Digoel, Cerita Seorang Dokter

Boven Digoel adalah tempat entah berantah yang tidak terkonstruksi baik di benak saya. Seperti ketika saya bingung, di mana Pulau Buru yang terkenal dengan pembuangan para PKI 1965. Walau kemudian saya tahu, Boven Digoel adalah sebuah wilayah di Papua, tempat pembuangan para tokoh pergerakan di masa penjajahan Belanda. Bung Hatta, Syahrir, dan Mas Marco Kartodikromo… Continue reading Boven Digoel, Cerita Seorang Dokter

Film, Sudut Pandang

{Film} Kesempatan Kedua yang Menegangkan

Ibu selalu menjadi ingatan paling menyentuh. Meluluhkan keangkuhan logika, melelehkan keakuan, dan mengembalikan seseorang kembali menjadi manusia. Malam-malam yang terus tegang, waktu yang terus mencekam, dan hari-hari yang melelahkan di Pesantren Impian, membuat Dewi (Prisia Nasution) didera lelah fisik, hati dan pikiran karena semua kejadian di luar estimasi dan kalkulasinya. “Ibu saya yang terakhir mengucapkan… Continue reading {Film} Kesempatan Kedua yang Menegangkan

Film, Sudut Pandang

{Film} Ditimpuk Sepatu Dahlan

“Lapar, Mas…” Zein merajuk. Kakaknya berusaha mencari ke berbagai sudut dapur, siapa tahu ada yang bisa dimasak. Membuka gentong beras, kosong. Mencari simpanan singkong atau ubi lainnya, tak ada.  “Mas, lapar…” Zein terus merajuk. Kali ini sang kakak berusaha mencari lainnya, siapa tahu ada simpanan uang yang ditinggalkan ibunya. Dia mencari di bawah tumpukan baju di… Continue reading {Film} Ditimpuk Sepatu Dahlan

Film, Sudut Pandang

{Film} Memeluk Mimpi Laskar Pelangi

“Sorbonne, Boi…” wajah Ikal memuai, merona dalam puncak bahagia saat melihat Universitas Sorbonne, Paris di depan matanya. Matanya membinar. Dia tatap Arai yang frekuensi rasa bahagianya sama. Dengan menganggukkan kepala, desis suaranya bergetar ketika menyebut, “Paris…” Mengingatkan kepada kalimat Weh ketika di atas perahu kepada Ikal jauh hari ketika di Belitong sebelum kakinya menginjak bumi… Continue reading {Film} Memeluk Mimpi Laskar Pelangi

Film, Sudut Pandang

{Film} Wijck; Cinta Tak Ikut Tenggelam

“Zaenudin tidak bersuku…” “Tapi hubungan kami suci, Mak Datuk…” Hayati tergugu dan berderai air mata, meyakinkan cintanya kepada Zaenuddin di hadapan Mak Datuknya. Dialog yang membuat akhirnya Zaenuddin (diperankan Herjunot Ali) terusir dari Batipuh. Kampung ayahnya, di mana ia menjadi orang asing walaupun mengalir darah minang di tubuhnya. Perjalanan panjangnya nan jauh dari Makassar yang… Continue reading {Film} Wijck; Cinta Tak Ikut Tenggelam

Film, Sudut Pandang

{Film} Jejak Hanum di Eropa

“Saya punya cara lain,” kata Fatma sambil mencegah Hanum yang hendak melabrak dua orang di meja sebelah pada sebuah kafe. Fatma Pasha, muslimah cantik keturunan Turki itu tahu persis bagaimana menampakkan wajah Islam yang damai. Diskusi yang dianggap sarkas dan penuh penghinaan oleh Hanum tentang croissant. Roti berbentuk bulan sabit seperti lambang bendera Turki sebagai… Continue reading {Film} Jejak Hanum di Eropa

Film, Sudut Pandang

{Film} Puncak itu Pulang…

“New York is very big city…” Ya, siapa bilang New York kota kecil. Menaklukkannya butuh mimpi dan nyali besar. Walau pemiliknya orang berbadan kecil. Dan semua itu bermula dari kalimat, “Aku nggak takut hantu Bu, aku takut miskin!” Dari mulut anak kecil, di sebuah ruang pengap dan kecil, dengan lampu minyak yang nyalanya kecil. Ya,… Continue reading {Film} Puncak itu Pulang…