SENGGANG

Cinta Akan Membawamu Kembali

  “Jadi anak muda ya harus gitu, angkuh dan melawan…” kata saya kepada istri ketika makan setelah menonton film 212 – The Power of Love, yang dibintangi Fauzi Baadilla di CGV Transmart Graha Raya Bintaro. Istri saya hanya tersenyum, karena dia tahu saya akan bercerita lebih banyak menjelaskan kata-kata itu. Karena, begitulah kebiasaannya, setelah menonton… Continue reading Cinta Akan Membawamu Kembali

Iklan
SENGGANG

Belajar dari Humor Emha

“Wow, akhirnya ketemu!” Walaupun sudah buluk, kucel, berdebu, perasaan saya menggelinjang ketika menemukannya. Sudah lama saya mencarinya, sampai kadang frustasi dan berprasangka. Mengumpat sendiri kepada entah siapa, “Pinjam boleh, tapi kembalikan dong! Kalau minta, minta aja...” Saya memisahkan tempat dan lemari buat buku-buku tertentu. Tetapi ada saja yang ‘memaksa’ bahkan ‘maksa banget’ pinjam. Sering sekali… Continue reading Belajar dari Humor Emha

SENGGANG

Rumah Berkelir

Saya menggambari tembok, itu bukan karena mengikuti tren. Tapi karena senang saja, terus ada waktunya, dan tersedia catnya. Soal menggambari tembok, saya sangat ‘moody’ kadang butuh asisten, paling tidak untuk ngeblok warna yang luas, terutama dan paling penting adalah membantu beberesnya. Nyuci kuas, bersihan tempat yang blebetan (apa tuh?), banyak lah. Males banget saya urusan… Continue reading Rumah Berkelir

SENGGANG

Melepas Lelah di Taman Gajah

“Itu apaan sih, rame amat!" Setiap kali saya lewat rasa penasaran tak terjawab. Soalnya, selalu saja untuk mampir tidak sempat. Selalu hanya melintas, selintas lalu. Sembari jalan, melihat pemandangan kendaraan parkir yang padat di pinggir jalan dan ramai orang. Taman Gajah Tunggal, salah satu dari banyak taman di Kota Tangerang. Kota yang berusaha menjadi kota… Continue reading Melepas Lelah di Taman Gajah

SENGGANG

Ngadep ‘Umar Kayam’ Sugih

Beruntung saya mempunyai simbah yang suka membaca. Setidaknya membaca koran. Korannya Kedaulatan Rakyat. Sampai akhirnya saya turut ketagihan membaca dan mengenal seri cerita bersambung Api di Bukit Menoreh karangan SH Mintaredja yang kemudian dibukukan berjilid-jilid. Satu lagi, saya terpukau dengan mengangeni kolom Umar Kayam yang begitu sublim dan leleh menyatu dengan kehadiran tokoh-tokohnya, seperti Ki… Continue reading Ngadep ‘Umar Kayam’ Sugih