Sudut Pandang

Laki-laki Sholehah

“Laki itu shalatnya di masjid,” kata Ustadz Hendi Rustandi di mimbar ketika kultum menjelang shalat tarawih di Masjid Al-Haq. Lalu dia menyitir ayat Al-Quran, hadits dan sebuah riwayat dari Ibnu Umar. Gamblang sekali. “Perintahnya jelas, perempuan shalatnya di rumah, laki-laki di masjid. Jadi kalau ada laki-laki shalat di rumah, jangan-jangan dia laki-laki shalehah…” Pernyataan itu… Continue reading Laki-laki Sholehah

Sudut Pandang

Pintar Pintar Bodoh

“Semoga jadi anak yang pintar, berguna bagi negara, bangsa dan agama,” begitulah template ucapan selamat kepada anak-anak yang berulang tahun. Menjadi anak yang pintar adalah harapan semua orang tua. Maka selanjutnya, ketika anak itu sekolah, yang menjadi perhatian utama adalah, “Anaknya rengking berapa?” Kalau angka rengkingnya kecil, maka dia dianggap pintar. Kalau rengkingnya puluhan, dianggap… Continue reading Pintar Pintar Bodoh

SENGGANG

Ngadep ‘Umar Kayam’ Sugih

Beruntung saya mempunyai simbah yang suka membaca. Setidaknya membaca koran. Korannya Kedaulatan Rakyat. Sampai akhirnya saya turut ketagihan membaca dan mengenal seri cerita bersambung Api di Bukit Menoreh karangan SH Mintaredja yang kemudian dibukukan berjilid-jilid. Satu lagi, saya terpukau dengan mengangeni kolom Umar Kayam yang begitu sublim dan leleh menyatu dengan kehadiran tokoh-tokohnya, seperti Ki… Continue reading Ngadep ‘Umar Kayam’ Sugih

Ibu

Ibu yang Tak Henti Puasa

“Sarapan dulu, biar nggak masuk angin…” kalimat ini membelokkan langkah saya. Dari hendak menuju pintu, kembali ke ruang makan. Seperti biasa, ibu sudah siapkan sarapan untuk saya. Tidak berubah dari saya mengenal makan di meja makan, dari kecil hingga kuliah, bahkan sudah bekerja. “Nggak sekalian, Mam…” sering saya bertanya begitu. Tapi jawabannya macam-macam, berganti-ganti. Demikianlah… Continue reading Ibu yang Tak Henti Puasa