SENGGANG

Naik Kereta di Sumatera [1]


Naik kereta di Sumatra #1

“Berapa jam Medan ke Kisaran?” tanya saya ke teman yang menemani sepanjang di Medan. “Kurang lebih empat jam,” katanya. Saya langsung teringat perjalanan kereta Jakarta ke Bandung, tidak terlalu lama, pasti menyenangkan. Bisa ada ngobrolnya, lihat-lihat pemandangannya, bisa pesen kopi, dan tentu sekalian makan di kereta. Makanan yang kata istri saya ‘biasa saja’ tapi menurut saya tidak biasa saja. Tak apa berbeda soal selera. Jangan juga jadi berdebat. Mengurangi nikmat perjalanan, terutama juga, mengurangi nikmat makan di kereta.

Dari Stasiun Medan, saya berangkat ke Kisaran dengan kereta Sribillah. Saya belum ketemu referensi tentang nama ini. Setahu saya, nama kereta biasanya dari nama sungai, gunung, satwa, seperti KA Serayu karena di Purwokerto ada Sungai Serayu, KA Brantas (Jakarta-Kediri) mengacu pada Sungai Brantas, atau juga KA Bengawan (Jakarta-Solo) yang jelas sekali mengambil nama Bengawan Solo. Ada nama gunung disematkan jadi nama kereta, Argo Parahyangan, Argo Muria, Argo Wilis, Argo Lawu, atau Argo Jati yang mengacu pada Gunung Jati di Cirebon. Begitupun nama hewan, ada kereta Sembrani yang artinya kuda terbang untuk kereta Jakarta-Surabaya. Taksaka, kereta Jogja-Jakarta mengambil nama naga dalam kisah Mahabarata, ada juga Turangga, kereta Bandung-Surabaya yang berarti kuda. Nah, Sribilah, saya belum menemukannya.

Oh ya, selain dari diambil dari nama gunung, sungai, hewan, kereta juga kadang dinamai dengan legenda yang populer di masyarakat. Misal, Kereta Joko Tingkir, Ajisaka, Kalijaga. Tanpa dijelaskan, legenda itu hidup dalam ingatan kita. Selain tokohnya, ada juga yang menggunakan nama tempatnya, seperti kereta Tegalarum, Sawunggalih, Kahuripan, hingga Singosari. Saya hanya berpikir, nama kereta yang membawa saya dari Medan ke Siantar, diambil dari legenda atau tokoh yang hidup sepanjang jalur ini. Sribilah, saya masih terus mencarinya. Temasuk nama lainnya, Sri Lelawangsa jurusan Medan-Binjai dan Putri Deli nama kereta Medan-Tanjung Balai.

Yang saya harus bilang adalah, pelayanan kereta tidak berbeda. Cara pemesanan selain ngantri yang kini jadi konvensional, bisa online, atau beli di travel online. Teman saya membelinya melalui travel online, sepaket pulang perginya. Di Stasiun Medan, saya merasa tidak seperti sedang di Sumatera. Suasana, check in, dan jadwalnya perjalanannya tepat waktu. Saya merasa, Pak Jonan sangat sukses melakukan revolusi perkeretaapian di Indonesia. Setidaknya, saya tidak melihat lagi commuter di Jabodetabek dengan pintu terbuka karena penuh orang bahkan hingga ke atapnya. Semua lebih rapi, bersih, teratur, dan lebih manusiawi.

Stasiun Medan selain melayani jalur konvensional dengan berbagai jurusan. Juga stasiun pertama di Indonesia yang memiliki jalur kereta api bandara yang dikelola Railink. Dari Medan ke Bandara Kualanamu dan sebaliknya. Nah, ini yang membedakan, kereta api mahal sama biasa. Hehe… Tapi saya tidak akan cerita itu. Saya malah belum cerita ini, masih mutar muter soal kereta, belum jalan-jalan juga. Masih di stasiun dari tadi, hehe… Stasiun kereta tertua di Sumatera, sejarah kereta api di pulau ini yang bermula di sini. Tempatnya asik, tak jauh dari kota tua dan Lapangan Merdeka, nyebrang sedikit sudah mall modern. Seperti di kota-kota besar lainnya. Bagusnya, bangunan tua stasiun ini, masih menyisakan menara jam sebagai penanda.

Baiklah, perjalanan di mulai…

Bismillah, kereta Sribilah jurusan Medan ke Rantau Prapat perlahan bergerak. Saya melihat penanda waktu di hape, jam 15.05 WIB. Tidak sampai empat jam ke depan, sesuai yang tertera di tiket, insya Allah bakal sampai di Kisaran. Nama kota yang juga sering meledek rasa penasaran saya sejak kecil.  “Udah di kereta ke Kisaran,” tulis saya di whatsapp kepada seseorang. “Iya, nanti di jemput, Pah…” disertai emotikon senyum dan love. Si Cinta yang membuat cerita…

Nanti dilanjut ya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s