SENGGANG

The Gift – Memberi yang Paling Berarti


the-gift-movie-indonesia-pelukan-ayushita

“Nikmatilah keterpurukanmu dalam gelap,” Harun mengucapkan itu dengan penuh amarah. Tiana hanya diam berdiri di depan pintu. Sejak itu semua berubah. Jalan menuju cahaya, kembali meredup bagi keduanya. Harun (Reza Rahardian) kembali pada kesehariannya semula. Tiana (Ayushita Nugraha) pun kembali ke dunia yang oleh Harun dianggap aneh, menjadi penulis yang terus menghidupkan imajinasinya.

Kisah drama ini besutan Hanung Bramantyo ini menarik. Berlatar Jogja yang dingin, tapi penuh gelegak. Bercerita tentang Tiana seorang penulis novel dari Jakarta. Kemudian untuk sebuah proyek menulisnya, ia pun kos di Jogja. Di sebuah paviliun samping rumah ‘ndoro jenderal’ begitu sang penyambut memberitahu kepada Tiana ketika baru turun dari becak.

Lalu penonton dibawa ke beberapa lokasi yang ikonik di Jogja. Tapi tidak ada Malioboro, tak apa. Ada banyak pemandangan bagus Kaliurang dan pantai yang semuanya akan tertautkan dengan cerita para tokohnya. Termasuk Alun-Alun Keraton, tempat Tiana bertemu lagi dengan Ari (Dion Wiyoko) teman kecilnya yang sudah menjadi dokter mata di Italia.

Satu-satunya tempat yang menarik buat saya, ketika Tiana berburu buku di Shopping Center. Mungkin karena sentuhan emosi saja. Dulu masa kecil saya main ding dong di sana. Menjelang dewasa, itulah salah satu tempat perburuan buku bagi saya di Jogja, selain Palasari di Bandung, dan sebuah tempat kecil di sekitaran Tanjung Barat tahun 90-an tentu selain di Kwitang dan Pasar Senen.

Semula saya berharap film ini akan menghadirkan banyak tentang proses kreatif kepenulisan Tiana, seorang novelis terkenal. Setidaknya pedagang buku yang dikunjungi Tiana mengenalinya dan mengajak foto bersama. Tetapi saya menjadi mahfum, karena ini film drama romansa. Kita hanya bisa menjumpai Tiana yang membuka laptopnya, mengetik, kemudian terganggu oleh bising dan berisik musik dari rumah inti yang tempat kosnya. Awal dari semua cerita bermula.

Jangan-jangan itulah cerita yang sedang ditulisnya, dugaan saya. Dimana dan kapan risetnya? Bukankah kedatangannya ke Jogja untuk menulis? Semua itu tampak diwakili saat Tiana dengan membeli rak untuk buku-buku yang dibawanya dari Jakarta. Dan yang terjadi memang demikian, kisah cinta itu, Harun yang buta dan Tiana yang menyukai kegelapan bermula. Hubungan keduanya menjadi dekat, latar belakang dan jati diri para tokohnya pun mulai terungkap dalam dialog-dialog yang kalimatnya padat, berisi, dan terasa ada pilihan diksi.

Selanjutnya, silang sengketa soal rasa, pandangan hidup, dan realitas membalut hubungan Tiana dan Harun. Hingga datanglah Ari, orang di masa lalunya yang menghadirkan masa lalu dalam realitas Tiana hari ini. Sebuah pergulatan rasa baru bagi Tiana, di saat beberapa sudah ia luapkan bersama Harun. Hingga puncaknya, ulang tahun yang istimewa, mengubah semuanya.

Membuat cerita bergeser ke Eropa, ke Italia. Membawa penonton pada kebahagiaan tentang romantisnya Tiana dan Ari dan romantisme Italia. (Seperti romantisme Jogja) Tempat yang mengakhiri semuanya. Dari Jakarta, Tiana ke Jogja. Masa lalunya yang berat meleleh perlahan, menemukan senyawanya bersama Harun. Tetapi tidak jalan hidupnya, ia terbang dari Jogja ke Italia, meninggalkan Harun dan menyelesaikannya bersama Ari. Sepertinya selesai sudah dengan hidupnya. Ternyata tidak…

Cerita yang ditulis oleh Anirudhya Mitra dan Hanung Bramantyo ini, juga menghadirkan Christine Hakim menyajikan pesan tak terperi indahnya. Selain pesan tentang laki-laki yang harus memenuhi janji dan memiliki kekuatan menerima kenyataan seberapa pun beratnya, seperti yang dikatakan Ari kepada Harun. Juga pesan, “Hadiah terbaik apa yang akan kau berikan kepada orang yang kamu cintai.” Tangis menggugu dan cucuran air mata Harun di akhir film bisa jadi air mata penonton juga. Air mata untuk Tiana… [tef]

Sumber foto: http://www.thegift.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s