FUN Institute

Gerakan Menulis dari Al-Azhom


Cinta Menulis Al Azhom

Kalau sudah kuat dan bulat tekadnya, hujan yang sangat deras dan merata nyaris di seluruh Tangerang bukanlah halangan. Setidaknya, 20 orang lebih tetap hadir di acara pelatihan menulis yang diselenggarakan Mimbar Zakat Masjid Al-Azhom Kota Tangerang. Para peserta dari berbagai penjuru Tangerang, ada yang dari Mauk, Pasar Kemis, Ciledug, bahkan dekat Bandara Soetta datang dengan rona muka yang tetap semangat.

Aura semangat itu menguar di ruang Galeri Islam Masjid Al-Azhom. Masjid dengan lima kubah beririsan berdiameter 63 meter tanpa tiang tengah. Ikon Kota Tangerang yang letaknya berada di pusat pemerintahan kota. Masjid tanpa tiang tengah terbesar di dunia, merupakan karya arsitek masjid Slamet Wirasonjaya, salah satu guru besar ITB Bandung. Ruang Galeri Islam adalah inisiatif Walikota Arief Wismansyah, yang ingin menjadikan Al-Azhom bukan semata tempat ibadah, tetapi ada wisata edukasi ruhani.

Nanis dari Mimbar Zakat, membuka acara ini. Sebuah awalan yang insya Allah akan diteruskan secara regular. Bisa berupa kelas menulis atau komunitas menulis berbasis masjid. Itu sebabnya tema yang diusung adalah Gerakan Cinta Masjid Menulis. Hal lebih detail tentang maksud dan tujuan gerakan ini diterangkan lebih jelas oleh Ustadz Tano, salah satu pengurus DKM Al-Ahzom sekaligus Mimbar Zakat.

“Menulis adalah tradisi intelektual muslim. Saya berharap banyak, pelatihan menulis ini dimaksimalkan. Sehingga kelak menguatkan gerakan menulis untuk dakwah melengkapi gerakan keislaman lainnya,” dilanjutkan dengan mengutip perkataan Imam Al-Ghazali dengan sangat fasih, “Kalau kamu bukan anak raja, kalau kamu bukan anak ulama besar, maka menulislah.”

Selanjutnya, giliran saya…

Biasalah hanya sharing belaka. Saya hanya memberi semangat, bahwa siapa pun bisa menjadi penulis. Contohnya banyak, dari banyak penulis besar saat ini, tidak banyak memiliki gen penulis. Menulis bukan bakat, bukan keturunan. Menulis adalah ketrampilan intelektual. Ya semacam itu saja yang saya sampaikan. Membongkar pandangan, bahwa penulis itu kuper, kudet dan kumel. Kurang pergaulan, ketinggalan zaman dan tidak update, serta tak peduli fashion. Hari ini penulis itu wangi, pintar karena sekolah tinggi, dan sangat update karena dunia dalam genggaman. Di hape, maksud saya…

Setelah itu, barulah belajar bersama. Saya hanya memberikan stimulus berupa gambar-gambar kepada peserta. Kemudian mereka menulis sesuai gambar pilihan dan menuliskannya dalam 200 kata atau sekitar 4-5 paragraf. Hampir satu halaman kalau tulisa tangan. Waktu menulisnya cukup sepuluh menit saja. Hasilnya? Tunggu sepuluh menit.

Apa yang terjadi? Menakjubkan. Saya meminta mereka membaca dan bicara dengan lantang. Kepada yang lain tugasnya mendengarkan dan menyimak. Mengapa begitu, dalam ilmu komunikasi yang saya pernah jadi mahasiswanya, setidaknya dengan menulis, membaca, bicara, sebagian keterampilan komunikasi sudah dilakukan. Sisanya, mendengarkan dan menyimak. Maka sore itu, praktik keterampilan berkomunikasi paripurna. Komplit.

Ada peserta yang mengutip hadits tentang bagaimana kemuliaan anak yang shaleh bagi ibunya. Dia memilih gambar anak yang sedang mencium tangan ibunya. Seorang lagi, memilih gambar kotak amal dan membuatnya mencipta puisi. “Saya mau bikin puisi lagi, nanti saya mau bukukan,” katanya. Beberapa peserta lain memilih tema sandal, seperti gambar sandal berantakan di tangga masjid. Ada otokritik menarik bagi yang membaca, “Kalau naruh sandal saja berantakan, bagaimana yang lain tidak berantakan.”

Begitulah, gerakan sederhana ini sudah dimulai. Dari sebuah ruang galeri di masjid, di tengah hujan yang terus menyiram deras. Geliatnya mulai dipanasi dan perlahan memuai. Bergerak tidak selalu besar. Seperti melangkah. Seribu langkah, tetaplah masih dimulai dari langkah pertama. Setidaknya, ada yang sudah dimulai. Kongkrit! [tef]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s