FUN Institute

Menulis Gratis untuk Guru


pelatihan guru gratis

Menjadi guru adalah profesi yang mulia. Menjadi jalan ilmu bagi muridnya. Menjadi sarana tranformasi yang melahirkan generasi baik di zamannya. Bahkan guru adalah pelaku jalan surga, karena ilmunya yang bermanfaat kelak akan menjadi bekal terbaik ketika pulang ke haribaan-Nya. Begitulah, guru adalah orang mulia yang memuliakan. Sumber ilmu yang telah dijamin kemuliaan derajatnya.

Sebagai murid apalah yang bisa dilakukan untuk membalas jasa para guru? Fun Institute secara insidental memberikan program kepenulisan gratis kepada para guru. Bukankah apa yang tercetak akan lebih abadi dari yang terucap? Bila sehari-hari hanya mengajar di sebuah ruang dengan jumlah murid dalam kapasitas tertentu, maka dengan menulis, jangkauannya akan meluas. Karena apa pun produk tulisan itu, akan menembus ruang dan waktu.

Apalagi saat ini ada korelasi, hubungan penting, antara kegiatan literasi dengan karier guru. Ketrampilan menulis menjadi bagian penting bagi guru untuk dikuasai. Bahkan saat ini ada gerakan guru menulis, satu guru satu buku. Nah, Fun Institute jauh hari sebelum semua itu menjadi gerakan, meski dalam skala yang sangat kecil, sudah turut ambil bagian. “Hayuk, silakan bapak dan ibu guru yang mau belajar menulis, datang dan gratis…”

Sampai saat ini sudah beberapa angkatan dalam proram ini. Memang masih dalam jangkauan yang belum massif dan luas. Masih diikuti sekitaran guru yang beririsan komunikasi dan jaringannya secara privat dan dekat. Namun, program ini akan terus dilakukan sampai pada akhirnya golnya tercapai. Target sampai tulisan mereka terpublikasi kesampaian. Karena itulah ukuran paling sederhana dari hasil program ini, menulis, publikasikan.

“Saya ingin menulis buku tentang parenting,” ujar salah satu dari mereka. Ada yang ingin menulis buku tentang pendidikan, sesuai dengan dunianya. Ada juga yang ingin menulis tentang psikologi anak-anak korban perisakan atau bulying, lagi-lagi berdasarkan latar pendidikan dan profesinya. Semua bersemangat menulis, ingin memiliki buku, dan wajah mereka merona bahagia ‘melompat’ pada cerita seandainya bukunya jadi dan terbit.

“Tetapi tulis dulu, baru nanti terbit…”

Kali ini wajah mereka berubah, lalu berhamburan berbagai alasan. Dari yang sulit mengatur waktu, alasan pekerjaan yang padat, aktivitas yang sudah penuh, hingga alasan yang privat terutama soal anak-anak dan rumah tangga. Nah lho! Hal-hal seperti ini yang pada akhirnya, mendegradasi semangat yang telah dibangun bersama. Karena sering sekali terjadi demikian, maka target dan pola penulisannya pun diubah. Semua mereka merasa sanggup menulis sendiri satu buku, kini dievaluasi sendiri setelah mereka diberi tugas menulis.

“Kalau satu buku bareng-bareng aja gimana?” pinta salah satu dari mereka dalam pertemuan berikutnya. “Kayaknya belum sanggup deh nulis buku sendirian…” Tidak mengapa, karena bagi kami di Fun Institute, yang paling penting adalah bagaimana guru menulis. Sayang sekali, banyak pengalaman dan ilmu tentang pendidikan dari berbagai ragamnya bila tidak dibagikan pada guru-guru atau orang tua. Sekali lagi, ini hanya bentuk bakti Fun Institute, selebihnya dikembalikan kepada yang bersangkutan.

Soal hasil? Mari kita jalani prosesnya dengan komitmen yang kuat dan konsistensi yang berkelanjutan. Selamat hari guru… [tef]

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s