FUN Institute, Fun Writing

15 Bekal Menulis ala Kinoysan


Bekal Kinoysan

Setiap penulis memiliki hal penting untuk dipelajari orang-orang yang ingin juga menulis. Kinoysan adalah penulis yang lumayan produktif dengan menulis berbagai jenis tulisan. Mengawali menulis sejak SMP di Jogja. Membongkar celengannya yang hanya 80 ribu untuk membeli mesin tik yang harganya 250 ribu ketika itu. Meminta tambahan sana-sini hingga terkumpul 200 ribu. Masih kurang, ayahnya menggenapi dengan meminjami, dengan catatan nanti dikembalikan bila sudah terkumpul uangnya.

Begitulah cerita para penulis, selalu memiliki daya ungkit untuk menjadi inspirasi dan spirit. Mbak Ari, begitu saya memanggil beliau. Berteman sejak dia menerbitkan beberapa naskah bukunya di penerbitan saya bekerja. Kinoysan yang menulis banyak skenario sinetron selain buku. Berikut saya kutipkan bekal menulis ala Kinoysan. Apa dan bagaimana agar menjadi penulis. Menurut Kinoysan, siapa pun bisa menulis, asal bekalnya cukup. Apa saja bekalnya?

  1. Minat – minat penting karena didalamnya ada semangat, sesulit apa pun tantangan menulis, pasti bakal dihadapi.
  2. Niat – niat yang kuat akan mendukung minat, niat menulis harus kuat.
  3. Bakat – bakat adalah anugerah Tuhan, jangan disia-siakan. Walaupun menulis tidak selalu berawal dari bakat, menulis adalah ketrampilan yang dilatih.
  4. Motivasi – tentukan tujuan menulis untuk apa, ini penting.
  5. Imajinasi – imajinasi lebih penting dari pengetahuan, kata Einstein.
  6. Ilmu pengetahuan – kita harus memiliki pengetahuan apa yang kita tuliskan.
  7. Pengalaman hidup – pengalaman yang dialami akan membuat tulisan terasa hidup.
  8. Perjalanan – perjalanan membuat kita banyak melihat dan bisa dituliskan.
  9. Belajar – penulis harus tahu banyak hal, update terus perubahan yang terjadi.
  10. Menambah wawasan – jangan pernah berhenti membaca buku, menonton film, browsing informasi di internet, dan semacam itu.
  11. Komunikasi – ketrampilan berkomunikasi diperlukan ketika riset, wawancara atau mempresentasikan sebuah tulisan.
  12. Membuka diri – terbukalah pada hal baru, teman baru, dan pergaulan baru.
  13. Pantang menyerah – penolakan bukan akhir segalanya, tulis lagi yang lebih bagus.
  14. Disiplin – buat jadwal menulis dan patuhi, tidak menulis berarti utang.
  15. Bisa bekerjasama – menulis memang pekerjaan independen, tetapi begitu tulisan selesai, kita akan berhubungan dengan banyak orang untuk bisa memublikasikannya.

Semua ini dituliskan Kinoysan dalam bukunya Jadi Penulis Fiksi Gampang Kok terbitan Penerbit Andi, Jogja. Lebih banyak lagi yang diuraikan Kinoysan di buku itu tentang menulis fiksi.

Saya percaya ini penting dibagi, karena kapasitas dan raihan Kinoysan dalam dunia kepenulisan. Salah satunya, dia pernah diganjar sebagai penerima Anugerah Kebudayaan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan karena dedikasi dan karya-karyanya. Semoga menginspirasi. [tef]

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “15 Bekal Menulis ala Kinoysan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s