FUN Institute

Salah Paham dalam Menulis


Salah Paham

Pertanyaan yang paling sering terlontar dalam berbagai forum pelatihan menulis, “Saya sering macet, nggak ngerti nulis apa lagi!”. Itu yang pertama, berikutnya adalah, “Saya sudah menulis tapi jelek! Malu…” Tentu saja ini terjadi pada mereka yang telah menulis. Kalau belum ya tidak akan mengatakan demikian.

Baiklah kita mencari jalan keluarnya…

Menulis sering dianggap ‘mudah’, sering juga diremehkan karena ‘gampang’. Aktivitas menulis juga disederhanakan hanya dengan penggambaran, seseorang duduk di depan komputer atau laptop dan mengetik. Demikian sederhananya menulis itu. Dan tidak keliru anggapan itu. Menulis menjadi naik kelas, ketika tidak hanya mengetik di ruang sempit dengan komputer bermonitor tabung yang bahenol. Tetapi merangsek ke ruang publik, berburu ‘colokan’ di kafe-kafe atau tempat kuliner lain dengan tampilan laptop yang semakin banyak varian dan merk bergengsi.

Ada satu hal penting yang sering dilewati dan disalahpahami dalam menulis adalah ada fase pre writing yang sangat penting. Apa itu pre writing. Analogi sederhananya, seperti orang memasak. Apakah dia langsung pada posisi di dapur, menyalakan kompor dan menggoreng, misalnya. Tentu tidak. Ada proses penting sebelum itu. Menyiapkan bahan masakan dan bumbu-bumbunya. Ada aktivitas penting lainnya yaitu belanja bahan masakan ke pasar atau supermarket.

Nah proses belanja, bertransaksi dengan pedagang, memilih bahan yang bagus, memilah yang busuk dan mengambil yang baik, terus… hingga proses menyiang bawang, mengiris cabai, memotong dan mencuci. Mengulek bumbu atau kini dengan memblendernya. Banyak yang harus disiapkan. Setelah siap, barulah kita menyalakan kompor, mengolah bahan masakan yang telah disiapkan.

Seperti menulis, memasak juga dilihat sepotong ketika seseorang tampak di dapur dengan kompor yang telah menyala. Persis seperti seseorang yang tengah duduk di depan komputer atau laptop dan tengah mengetik. Padahal sebelum seseorang duduk mengetik, banyak sekali yang dilakukannya. Dari mengumpulkan buku, bahan referensi lain yang berkaitan, melakukan pengamatan dan bila perlu perjalanan untuk mendapat informasi yang akurat. Termasuk browsing di internet, melengkapi selengkap-lengkapnya data yang diperlukan dalam tulisannya.

Selesai? Belum!

Dia masih harus membaca itu semua, membuat outline agar ia bisa terstruktur dalam bertutur. Jangan dikira, orang yang langsung duduk mengetik itu tak butuh outline dalam menulis. Dia membuat outline! Kerangka tulisan. Tetapi karena saking terbiasanya, sudah menjadi pekerjaan dan makanan sehari-harinya, outline itu sudah ada di kepalanya. Beda dengan pemula yang harus dicoret-coret dulu di kertas. Diketik dulu di gadget agar bisa diolah di sela-sela aktivitas lainnya.

Masih mungkinkah menulis bakal ‘berhenti’ bila bahannya lengkap? Ini menjawab pertanyaan yang pertama, mengapa menulis sering terhenti. Writers block bahasa kerennya. Salah satu jawabannya, karena bahannya belum atau tidak lengkap. Kedua, saya sudah nulis tapi jelek. Apakah dia sudah tahu tulisan yang bagus seperti apa? Bukankah yang bilang enak dan tidak enak sebuah menu adalah penikmatnya? Serahkan saja pada ruangnya, lepaskan tulisan pada medianya. Dia akan menemukan sendiri nasibnya.

“Malu…” Lho, sebenarnya dia menulis untuk apa dan siapa? Kok malu! Hampir semua orang masak pernah kesainan, gosong, bahkan bantet! Tetapi kesungguhan dan mencoba lagi, lagi dan lagi. Menulis lagi, menulis dan menulis akan menjadikan seseorang pada pencapaian yang dicita-citakan.

Intinya prewriting itu penting. Jangan sampai membuat kita bengong bak sapi ompong menatap layar monitor tanpa sejengkalpun kursor bergerak. Hanya berkedip-kedip dalam tatapan kosong… sungguh, kita mau menulis, bukan mau baperan sama kedip kursor di monitor. [tef]

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Salah Paham dalam Menulis”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s