Ibu, Story & History

Februari nan Cinta


februari nan cinta

Setiap Februari, saya merasa perlu melingkari beberapa tanggal. Ada beberapa yang menurut saya penting, dan semua itu tentang cinta. Bahwa kebetulan ada tanggal yang sering dianggap sebagai hari ‘apalah’, tanggal itu saya lingkari bukan karena itu. Tapi karena ada yang lebih istimewa dari sekadar yang itu.

Ada kelahiran, ada jatuh cinta, ada pula kematian. Bulan yang komplit buat saya. Dua kerabat saya, satu sepupu anak paman saya dan kemenekan yang ikut saya dari kecil, tanggal lahirnya sama, 14 Februari. Tentu dengan tahun yang jauh berselang bedanya. Kalau ada keramaian di rumah, bukan karena kami merayakan ‘hari itu’, tapi kami bersyukur, kedua kerabat saya itu, yang serumah pula, diberikan kesehatan, pikiran, dan perilaku baik dengan harapan dijaga semua itu di hari-hari kemudian.

Hal penting lain di Februari adalah hadiah yang indah dari Allah. 24 Februari, sepuluh hari berlalu dari sebuah kesyukuran tambahnya usia kemenakan dan sepupu saya, ibu saya, orang yang sangat saya sayangi, saya cintai, hormati dengan segala takzim, saya raih dan ciumi tangan, kening dan pipinya setiap hari, Allah jemput ke tempat terbaiknya. Betapa cinta itu luar biasa.

Mana mungkin saya berpaling dari kejadian-kejadian maha dahsyat dalam hidup saya di bulan Februari. Saya terus berhitung, setahun, dua tahun, tiga tahun dan seterusnya untuk menjumlah waktu tanpa pernah melupakan ingatan-ingatan tentang keindahan dan keluarbiasaan itu. Sangat durhaka kalau saya menciderai ingatan, melupakan, atau sekadar lalai dan melalukan semua itu tanpa perlakuan khusus untuk orang yang sangat khusus.

Saya tidak tahu, mengapa harus Februari.

Punten pisan, mohon maaf sekali. Saya memang tidak terlalu hafal dan mencantelkan segala kejadian dan peristiwa dengan hitungan penanggalan hijriyah. Meski sebaiknya saya mulai melakukan itu. Saya tidak akan membela diri, banyak juga selain saya yang tak hafal urutan bulan hijriyah. Hanya tahu bulan-bulan masehi, itu pun tanpa pernah peduli atau tidak tahu asal muasal penamaannya. Dan kalender yang beredar, termasuk yang saya gunakan, sebagian besar menggunakan angka masehi.

Dari mana asalnya Januari, Februari, Maret dan seterusnya. Saya pun tidak terlalu paham, meski sedikit saja tahu. Bahwa perhitungan dan nama-nama bulan masehi mengadopsi nama-nama Dewa Romawi. Seperti Janus, nama dewa matahari untuk Januari. Februss, nama dewa kematian untuk Februari, Maret dari Mars, dewa perang Romawi. April, konon dari kata aperire, juga nama lain Dewa Venus sang dewa cinta dalam bahasa Yunani, Aphrodite atau Aphros . Berikutnya ada Juno, Juli dari Julius Cesar sang Kaisar Romawi dan seterusnya.

Belakangan saya semakin paham, mencintai itu perihal keseimbangan, pengendalian diri, dan proporsi. Mencintai tidak perlu berlebihan, karena yang apa pun yang berlebihan pasti tidak baik. Sudah banyak yang terjadi, kecintaaan berlebihan bisa berbalik menjadi kebencian. Pun sebaliknya, membenci sekadarnya, mencintai sebagai mana mestinya. Dalam skala yang sempit, orang yang sedang jatuh cinta sering kali menidurkan akal sehat, membutakan dan menulikan.

Di sebuah Februari, saya pernah merasa jatuh cinta. Saat itu saya meyakini betul, inilah jodoh itu. Sempurna sesuai kriteria. Tapi tidak demikian rupanya, saat keyakinan seorang hamba – yang sholeh juga kagak –  kepada yang Maha Memiliki dan Menguasai, manakala mencintai meninggalkan yang Maha Cinta. Sepele urusannya, gampangnya, “Lu songong, kelar hidup lu…” Semua bisa terjadi, jodoh soal kesesuaian, kesekufuan, tapi juga soal izin Tuhan. Bukan semata-mata semua kesesuaian itu tercontreng genap, semua kesekufuan terpadankan versi sendiri. Maka patah hati pun menjadi indah waktu itu…

Ya begitulan Februari dalam hidup saya. Ada cerita tentang kelahiran, ingatan tentang jatuh cinta dan putus cinta yang sempurna, termasuk kesaksian ajal orang yang paling saya cintai, ingatan yang terus menggetarkan. Menarik setiap desah napas untuk terus berdoa dan mendoakannya.  Doa anak yang mencintai ibunya, menghormati orang tua, serta doa untuk kebaikan dan keselesamatan bersama… [tef]

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s