SENGGANG

{Piknik} – Situ Cipondoh


“Kebahagiaan adalah kemampuan menerjemahkan syukur yang paling sederhana dan terkecil sekali pun.” Kira-kira begitu kalimat belagunya, kalimat sederhananya, senang itu gampang, nikmati apa yang ada. Orang bilang dulu bilang pakansi, berpariwisata, beda sama sekarang, traveling. Maknanya sama, pelesiran juga.

situ-cipondoh-1

Tidak jauh dari tempat tinggal saya, ada Situ Cipondoh, sebuah danau terletak di sebelah jalur jalan raya Tangerang-Ciledug. Bisa diakses dengan mudah dan… murah. Dari Jakarta kalau lewat Ciledug, cukup ambil jalan satu-satunya ke Tangerang. Tidak sampai setengah jam –kalau nggak macet, titik macet biasanya mulai dari Perumahan Ciledug Indah sampai ke Gerbang Graha Raya-. Selepas itu lancar jaya, paling kembali melambat ya menjelang sampai Situ Cipondoh itu.

Dari Tangerang ya sama saja, tidak sulit dijangkau. Kalau yang lewat  Jalan Raya Daan Mogot juga bisa, tinggal belok di Jalan Ampera (Poris) tidak sampai setengah jam, sampai. Buat yang naik kereta bisa turun di Stasiun Poris atau Stasiun Batuceper. Buat yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, ada angkutan umum berwarna hijau kuning rute Ciledug-Cikokol yang bisa mengantarkan kita bertamasya. Saya beberapa kali membawa keponakan untuk sekadar main ‘bebek-bebekan’. Selain ada perahu yang bisa membawa lebih banyak orang untuk berkeliling di situ seluas 50 hektar itu.

situ-cipondoh-2

Bukan hanya main sepeda air atau saya sebut bebek-bebekan dan perahu, tersedia juga ‘maenan bocah’ yang lain seperti odong-odong, flying fox, dan pilihan makanan beraneka menu di foodcourt yang terletak di samping danau. Hari libur dan akhir pekan biasanya lebih ramai dari hari-hari biasa.

Situ Cipondoh juga favorit buat para mancing mania. Sepanjang jalan terobosan yang membelah danau menghubungkan dengan Kunciran Jaya, walau hanya bisa dilalui sepeda motor tapi sudah dibeton. Dengan mudah kita akan bertemu dengan banyak orang memancing. Konon pengelola secara rutin menebar benih ikan untuk menjaga ekosistem danau. Mungkin memancing di danau mempunyai sensasi berbeda dengan memancing di empang. Silakan nyeberang, ada kolam pemancingan berbayar bila tak kunjung dapat ikan.

Dulu saya pernah berdebat tentang memancing. Sepertinya kok westing time banget ya. Buang waktu. Padahal para pemancing adalah orang yang terus memelihara harapan, bahwa hari ini akan dapat ikan. Terus begitu setiap hari. Kesabarannya adalah bentuk usaha untuk mewujudkan harapan itu. Aihh…

situ-cipondoh-3

Nah, saya sering kali menempuh jalur sepeda motor yang membelah danau itu. Hanya lima sampai sepuluh menit waktu tempuhnya dari rumah. Jadi kalau lagi bokek, lagi malas tapi lagi bete dan kurang piknik. Situ Cipondoh menjadi destinasi wisata yang jadi pilihan. Tinggal starter sepeda motor, menerobos lewat jalanan kampung, tapi sudah ber-paving block, menikmati pesawahan yang tinggal menunggu waktu menjelma rumah-rumah, bersuka rialah saya menikmati hamparan air yang berkilau memantulkan cahaya matahari.

Jadi?

Kalau ke Tangerang, Situ Cipondoh itu destinasi yang perlu dikunjungi. Ramah untuk keluarga. Kuliner? Tenang, ada banyak rumah makan selain foodcourt di sekitaran danau. Ada Rumah Makan Bu Kokom yang ayam goreng, sambel dan sayur asemnya melegenda. Kalau jam makan, dijamin tidak kebagian tempat parkir. Agar bergeser ada Sop Djanda, warung bermenu makanan jawa dan sunda hingga disingkat Djanda. Ada pula Restoran Jagarawa, menunya komplit, tempatnya luas, dan memiliki view di pinggir danau yang eksotik.

Daripada saya dikira ngelantur, mending saya sudahi tulisan ini. Saya mau main bebek-bebekan dulu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s