FUN Institute

Belajar Bahasa Arab di Fun Institute


belajar bahasa arab

Sebenarnya saya iri sama teman-teman yang sering ngumpul di Fun Institute dan berkomunikasi dengan bahasa Arab. Rata-rata mereka memang alumni pesantren. Sampai beberapa genk berganti, saya tak kunjung sempat belajar dengan serius bahasa Arab. Hingga akhirnya kesempatan itu datang.

“Assalamu’alaikum,” seseorang menyapa saya.

“Wa’alaikum salam,” sahut saya sambil menyalaminya.

“Masmuka?”

Ups! Saya terbengong-bengong. Hinggga seseorang yang mendampingi saya berbisik. “Beliau nanya, siapa nama Mas?” Saya mengangguk-angguk. Sambil berbisik juga, saya bertanya, “Jawabnya apa…” Perempuan alumni pesantren di Ponorogo ini membisikan sesuatu. Saya mengulangi sampai yakin benar. Tentu dengan berbisik.

“Ismi Taufan, wa anta?” jawab saya sesuai petunjuk.

Sambil tersenyum, lelaki tamu itu mengenalkan namanya, tapi dengan bahasa Indonesia sesuai permintaan saya. Hingga kami duduk santai di halaman Fun Institute. Seperti biasa, saya menawarkan kopi. Walau ujungnya, tetap saja istri saya membuatkan kopi sasetan. Singkat cerita, ujung pembicaraan dengan tamu lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir ini adalah kerja sama membuka program kursus bahasa Arab dengan metode Mustaqilli. Sebuah metode disusun dan dikembangkan oleh KH A. Shohib Khaironi, S.Ag. Lc yang berpusat di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

kursus-arab Dengan penuh antusias saya dan istri langsung menjadi pendaftar pertama. Kursus bahasa Arab di Fun Institute bersama mentor berkualitas dari Tangerang Arabic Center, plus dengan metode yang sudah terbukti. Tidak hanya belajar cara cepat membaca, tapi juga memahami, mengarang, termasuk menerjemahkan. Wow…

Setelah membuka kelas bahasa Inggris, Fun Institute membuka program kelas bahasa Arab. Tentu dengan program lain yang terus berjalan, Kelas Menulis untuk anak-anak hingga dewasa, program travel writing, dan melengkapi koleksi rumah baca, termasuk mengajak untuk sedekah buku yang kemudian dibagikan untuk rumah baca di daerah lain.

“Kaifa haluk?” tanya sang ustadz menanya kabar saya dalam kunjungan berikutnya.

“Alhamdulillah, ana bikhairin…” kalau ini sih saya bisa jawabnya. Saya sering dengar teman-teman bersapa seperti ini.

Terus terang saya tidak punya alasan yang ‘ndakik-ndakik’ – terlalu tinggi – untuk belajar Bahasa Arab ini. Saya hanya merasa perlu, hingga akhirnya menaikkan levelnya menjadi penting dan wajib, agar saya bisa lebih baik dalam menguasai dan memahami kitab suci sebagai muslim. Saya ini produk gagap dalam hal seperti ini, kalau tidak dengan kesadaran sendiri, tidak cepat menangkap peluang dan kesempatan yang datang. Apakah saya akan tidak sangat menyesal nanti…

Dari hasil ngaji saya yang sering ngantuk sambil menyender di masjid, beberapa alasan penting menguasai bahasa Arab pernah dibahas juga. Banyak sekali keutamaan dan dasarnya. Saya tidak mau mengutip, takut salah kutip. Hanya kalau mau belajar bareng hayuk, biar lebih asyik. Makin banyak teman, makin seru…

Setidaknya, cita-cita menjadikan Fun Institute sebagai learning center, tempat belajar apa saja, belajar dari siapa saja, perlahan mulai terwujud.

“Insya Allah, September ini kita mulai ya…” ujar sang ustadz sambil menyerahkan paket buku panduan kursusnya. Saya tersenyum, sambil melirik istri saya. “Kelas Arabic for Kids juga siap…” kata istri saya. “Nyusul masih bisa kan?” tanya saya. Sang ustadz mengangguk.

Bismillah…

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s