Story & History

Memberi Ruang


“Jangan diganggu, Om-nya lagi kerja!” seorang ibu melarang anaknya yang jongkok melihat saya mengecat. Kemudian seorang kakek pun melarang cucunya, “Awas jangan di situ, nanti rusak kerjaan Om-nya.”

Saya hanya tersenyum, ketika orang tua itu melarang anak dan cucunya mengerumuni aktivitas saya mengerjakan sesuatu. Anak-anak, usianya enam hingga delapan tahunan. Sedang tinggi benar rasa penasaran dan keinginannya.

“Biarin nggak ngganggu kok, Pak,” sahut saya, “Malah ramai banyak yang nemenin.”

“Bukan apa-apa, takut numpahin cat, atau ngrusak…”

Saya malah memanggil beberapa anak kecil itu. Saya beri kesempatan membantu mengecat. Saya tunjukan mana yang harus dicat, bagaimana mereka bisa merasakan mengecat, dibuat kesepakatannya, satu orang mengecat dua kotak, lalu bergantian dengan teman berikutnya.

Mereka senang…

ngecat           Manfaat buat saya, tentu membantu pekerjaan saya. Sehingga bisa mengerjakan yang lainnya. Kedua, saya bisa istirahat. Ketiga, saya bisa ngopi!

Lebih dari itu, saya ingin memberi ruang dan membangun kesan. “Kepernahan itu penting!” Makanya saya memernahkan mereka terlibat dalam sebuah hajat membuat gapura yang akan terpampang sepanjang ramadhan. Walau hanya mengecat dua atau empat kotak belah ketupat. Setidaknya, ketika itu terpasang, mereka bisa bilang, “Itu aku yang ngecat.” Kemudian bersahut dengan temannya, “Aku juga!”

Kebanggaan itu akan ditunjukkan juga kepada orang tuanya, orang-orang yang dikenalnya, bahwa dia menjadi bagian dari sebuah karya. Hanya itu? Tidak, dia sedang membangun kenangan, mengisi alam bawah sadarnya dengan pengalaman besar yang tak terlupakan. Dan kelak akan hidup dan tumbuh hingga masa dewasa.

Saya teringat sekali…

Mungkin saya adalah anak terkecil yang menggambar lambang Golkar! Usia saya sepantaran dengan mereka, masih sekolah dasar. Pakde saya seorang guru yang tokoh partai pada masanya. Waktu itu musim kampanye Pemilu tahun 1982. Di rumah Pakde saya, banyak sekali tampah dari jalinan bambu yang dijadikan alat peraga kampanye. Dalam tampah yang bulat itu, digambari lambang partai.

“Hayoo, gambarmu kan bagus, kamu pasti bisa…” kata Pakde saya memberikan satu tampah dan contoh gambarnya. Dia tahu, saya sedari tadi hanya melihat orang-orang dewasa menggambari tampah. Saya memang melihat sorot mata yang menyangsikan, tapi senyum dan keyakinan yang diberikan Pakde mengalahkan itu semua. Jadilah saya asyik menggambar sendiri.

Hasilnya? Beberapa orang bilang, “Bagusan gambarnya Taufan…”

Saya harus berterimakasih kepada Pakde saya almarhum. Dialah yang memberi kesempatan dengan penuh keyakinan kalau saya bisa. Kemudian, dia memberikan penghargaan khusus untuk hasil karya saya. “Nanti gambarnya Taufan, pasang di depan rumah Pakde.”

Apa yang saya rasakan…

Saya bangga, saya senang. Saya bilang sama ibu, saya tunjukkan pada ayah, saya beritakan kepada orang-orang yang saya kenal. “Itu aku yang gambar…”

Tampaknya sederhana, sepele. Tapi itu membuat saya merasa dikasih ruang. Diberi penghargaan. Dengan segala keterbatasan keterampilan. Toh, semua dimulai dari nol. Terima saja hasilnya, apa pun. Tidak ada yang tiba-tiba ahli. Mendadak sangat expert! Ada tahapannya, ada prosesnya. Sayangnya, tidak semua orang memiliki keberanian memberi ruang. Terlalu khawatir dengan ketakutan-ketakutan yang tidak jelas.

Jangan-jangan ini yang menjadikan anak-anak takut salah, takut gagal, dan gamang berinisiatif. Karena memang kita tak pernah memberinya ruang. Tak memernahkan mereka berproses.

“Om, kapan ngecet lagi…” seorang anak menyapa saya, padahal gapuranya sudah dirobohkan. Ada ruang ingatan, manakala kita memberi ruang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s