Story & History

Sebuah Nama, Soesalit


“Komandan Soesalit…”

Waktu kecil, saya pernah mendapat cerita dari Simbah tentang gagahnya seorang Komandan Peta. Setara dengan komandan batalion atau daidanco di wilayah Sumpiuh. Tempat Simbah saya tinggal hingga akhir hidupnya dan tanah tempat ari-ari ibu saya ditanam. Sebuah kota kecamatan di Kabupaten Banyumas.

Belakangan saya menjadi tahu, nama itu kadang disebut, kadang juga tidak, pada saat Peringatan Hari Kartini setiap 21 April. Selain diramaikan dengan kebaya dan baju daerah lainnya, peringatan ini juga ramai dengan kontroversinya. Saya yang tidak suka keramaian, memilih untuk melipir minggir saja. Menyusur, mencari tahu, siapa Soesalit anak tunggal Kartini yang sempat mampir di ingatan masa kecil saya.

Soesah nalika alit – susah di masa kecil – konon begitulah nama Soesalit berasal. Bayi keturunan ningrat ini lahir di Rembang, 13 September 1904. Empat hari dari kelahirannya, Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun. Maka jadilah, Soesalit yang nama lengkapnya Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat menjadi bayi piatu. Tentu saja nama belakang itu menunjukkan siapa ayahnya, sekaligus suami RA Kartini, sang Bupati Rembang KRM Adipati Ario Singgih Djojohadiningrat.

Selanjutnya?

Ya Soesalit tumbuh di sebagai anak priyayi. Bagaimana pun, ayahnya seorang Bupati Rembang. Kakeknya pun, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat seorang Bupati Jepara. Soesalit tentu tidak soesah lagi. Dalam berbagai referensi disebutkan, Soesalit kemudian akrab dengan kakak tirinya, Abdoelmadjid Djojoadhiningrat salah satu tokoh Perhimpunan Indonesia dan seorang menteri muda urusan sosial dari Partai Sosialis Indonesia.

Sebelum meniti karier kemiliteran dengan menempuh pendidikan sekolah militer di Magelang dan dilanjutkan ke Peta (Pembela Tanah Air) di masa pendudukan Jepang, Soesalit pernah menjadi asisten wedana di Banyumas. Mungkin inilah yang membuat Simbah saya sangat akrab dengan nama Soesalit. Nama yang kemudian mendekat secara fisik karena tugasnya sebagai komandan batalion – daidanco – Peta di Banyumas II antara tahun 1943-1945.

Karier militernya sempat mengantarkannya mencapai pangkat mayor jenderal. Soesalit diangkat menjadi Komandan Divisi III/Yogyakarta pada masa Kabinet Amir Syarifuddin, kemudian menjabat Panglima Divisi III/Diponegoro Jawa Tengah. Setelah sebelumnya menjalani berbagai tugas seperti Komandan Brigade dan Panglima Komando Pertempuran Daerah Kedu.

Kebijakan re-ra (reorganisasi dan rasionalisasi) pada masa Kabinet Amir Syarifuddin dan dilanjutkan masa Kabinet Hatta, menjadikan Soesalit salah satu perwira yang diturunkan pangkatnya. Tujuan re-ra terlepas dari berbagai gejolak yang terjadi di lapangan adalah untuk mengefesienkan jumlah personil angkatan bersenjata, dan menempatkannya kembali di bawah pimpinan pemerintah. Mengingat setidaknya ada 350 ribu tentara plus 400 ribu anggota laskar yang lahir lebih dulu sebelum pemerintah membentuk badan ketentaraan. Ingat kan film Naga Bonar yang bikin pangkat semau-maunya, hehe…

Soesalit menikah dengan Siti Loewijah, anak priayi asal Tegal. Seperti ibunya, pasangan ini dikaruniai hanya seorang putra, R.M. Boedi Setyo Soesalit yang lahir di Banjarnegara.    Boedi kemudian menikah dengan RAy. Sri Bijatini dan dikaruniai lima anak. Ada cerita dari sumber lain, kalau Soesalit juga pernah menikahi priyayi Jogjakarta dan mendapat dua anak. Anak pertamanya meninggal dan istrinya meninggal saat melahirkan anak keduanya. Soesalit sang putra tunggal ‘pahlawan emansipasi’ itu meninggal di RSPAD Jakarta karena komplikasi berbagai penyakit pada usia 57 tahun. Dimakamkan di dekat makam Kartini di Bulu, Rembang.

Sebuah nama, selalu membawa cerita. Setidaknya, cerita Simbah di masa lalu membuat saya membaca banyak tentang sejarah seseorang, walaupun hanya bisa sedikit saja menuliskannya. Sebuah nama, Soesalit…

*dari berbagai sumber.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s