SENGGANG

{Buku} Traveling di Sumbar tanpa Nyasar


Cerita tentang keelokan Ranah Minang sudah penuh di kepala saya. Banyak teman berasal dan berdarah Minang. Ahmad Fuadi salah satu penulis terbaik Indonesia, menuturkan banyak tentang keindahan dan eksotisme Danau Maninjau tempat lahirnya hingga sebelum ke Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur. Setelah dia menuliskan dan mengusik-usik imajinasi tentang indahnya Danau Maninjau, dia melunasinya sekalian dengan menghadirkan visualnya di film dari novel pertamanya, Negeri 5 Menara.

Belum lama ini, saya mengedit buku dengan latar sebuah kampung di dekat Danau Singkarak. Kembali otak saya diobrak-abrik secara imajiner untuk menikmati keindahan dan eksotisme Danau Singkarak dan berbagai keunikan alamnya. Tokoh dalam buku itu nyata-nyata menuliskan, betapa pun jauhnya langkah merantau, rindunya pada kampung nan indah tak pernah punah.

Masih banyak tentang keindahan dan keelokan Ranah Minang.

Saya tidak tahu, ketika saya sering ditelepon atau didatangi salah satu teman untuk berdiskusi tentang menulis buku, proses kreatif hingga tahapannya ke redaksi penerbitan. Rupanya, teman saya ini, gadis Minang yang luar biasa. Dia menulis buku panduan wisata tanah kelahirannya. Fisra Afriyanti, saya biasa menyapa Fisra. Suatu hari menelepon berucap terima kasih dan memberi kabar, “Buku saya terbit, Kang…” dengan suara beraura senang.

buku-fishra           Don’t Stop Exploring West Sumatra.

            Itu judulnya, diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, salah satu anak Kompas Gramedia. Buku setebal 300 halaman lebih ini, tampil selayaknya buku panduan traveling yang simple. Ukurannya yang kecil, kertas isinya yang enteng dari kertas berjenis book paper, sehingga ramah dipegang, mudah dimasukkan dalam tas, dan ringan di tangan.

Fisra menulis sangat detail tentang objek wisata unggulan hasil eksplorasinya. Buku dengan gaya menulis yang komunikatif, dengan ‘kamu-kamuan’ terhadap pembacanya. Merilis beberapa destinasi penting di Sumatra Barat, lengkap dan komplit dengan berbagai tips, cara mencapai tujuan, tempat penginapan, kuliner, termasuk ongkos naik ojek dan berapa lama waktu bila harus jalan kaki.

Ketika buku ini sampai di tangan saya, satu yang terlintas di benak saya, “Gue nggak bakal nyasar walau pergi sendirian…”

Bukan hanya bercerita tentang latar belakang sebuah tempat, sudah biasa itu. Tentang keindahan Sumatra Barat dalam jajajaran Bukit Barisan yang terkenal itu hingga keindahan sepanjang Pantai Barat Sumatra yang menghampar ke Samudera Hindia. Fisra dalam memandu dengan cermat agar kita bisa menikmati semua keindahan Ngarai Sihanok, Air Terjun Lembah Harau, Kelok 44, perkebunan teh, dan destinasi wisata lainnya.

Dalam buku Don’t Stop Exploring West Sumatra ini, Fisra memandu orang yang ingin berwisata atau traveling ke Sumatra Barat dengan sangat baik. Bukittinggi, Danau Maninjau, Batu Sangkar, Solok, Sawahlunto, adalah beberapa destinasi wisata yang direkomendasi untuk dieksplorasi. Selain disebutkan juga untuk ke Payakumbuh, Painan, Padang Panjang, dan tentu saja mengeksplorasi Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatra Barat. Bumi pertama kali yang kita injak bila ke sana dengan menggunakan pesawat terbang dan turun di Bandara Internasional Minangkabau.

Saya baru tahu, ternyata di Padang selain Jembatan Siti Nurbaya dan Batu Malin Kundang di Pantai Aia Manih (disebut di buku itu hanya 30 menit dari Kota Padang naik angkot) yang sudah sangat terkenal itu, ada juga destinasi Wisata Kota Tua. Menarik. Seperti ciri kota tua, selain menunjukkan peradaban dan jejak sejarah ribuan ratusan tahun lalu. Ikonnya juga khas, gedung-gedung tua, kelenteng, dan sebuah kekaguman tentang nilai, budaya, sejarah, dan humanisme.

Sebuah buku panduan traveling yang komplit plit. Sekali lagi, ini buku yang mengalihkan pandangan tentang kemegahan negeri kita, Indonesia sangat luas, sangat indah. Dan sangat eksploratif untuk dinikmati eksotismenya. Selamat ya Fisra…

Iklan

2 tanggapan untuk “{Buku} Traveling di Sumbar tanpa Nyasar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s