SENGGANG

{Buku} Agar Sesal tak Berguna


… Ia ingin mencari warna sendiri dalam hidupnya. Di saat ia mulai bertobat, aku pun masih belum bisa memberikan warna pada dirinya.

 

Bila Esok - Nagiga
Karya Nagiga Nur Ayati, Penerbit Puspa Swara 2015

Ini hanya satu petikan kecil dari kisah berjudul Dunia Gemerlap, satu dari sepuluh kisah di buku Bila Esok Istri Tiada, karangan Nagiga Nur Ayati. Kakak kelas saya waktu kuliah, teman saya juga dalam menulis. Buku terbitan Puspa Swara, 2015 ini terbit berpasangan dengan buku Bila Esok Suami Tiada.

Hampir semua kisah di buku ini menyampaikan pesan, “Sesal kemudian tiada berguna”. Sebuah rumah tangga, hubungan suami istri, tentu mengalami banyak pasang surut persoalan. Tidak ada yang kalis dari problem rumah tangga. Dari hal sepele dan sangat teknis, seperti kran rusak, genteng pecah, sampai kunci gembok macet. Hingga hal yang prinsip, problema keuangan dan seksualitas.

Dalam dua hal ini, saya menyebutnya uang dan ranjang. Saya teringat pesan orang tua yang terus terngiang dan teguh dipegang. “Pantang ribut soal uang dan ranjang.” Pesan ini sering saya perpanjang kepada teman-teman. Kalau tidak punya uang ya nyari bagaimana caranya asal benar dan halal. Kalau lagi ada toh juga dinikmati bersama, syukur ada yang bisa disimpan setelah sedekah ditunaikan.

Soal ranjang apa yang mesti diributkan. Suami sudah mengerti siklus haid istrinya. Kalau menjelang haid memang emosinya berbeda. Bisa nyebelin dengan berbagai pilihan level. Dari yang cuma nyebelin, nyebelin banget, sampai nyebelin tingkat dewa. Otomatis sebagai suami ya santai saja. Toh sudah begitu siklusnya. Intinya banyak cara untuk menyelesaikan urusan domestik seperti ini, berdua. Ya hanya berdua saja, suami dan istri.

Repotnya itu kalau sudah tidak bisa diselesaikan berdua.

Beberapa cerita di kedua buku ini, baik Bila Esok Istri Tiada dan Bila Esok Suami Tiada, termaktub beberapa kisah yang masuk wilayah ini. Tema suami yang selingkuh, baik dengan terencana, tidak terduga, sampai karena keadaan. Perselingkuhan tentu kisah yang sangat jamak. Terjadi pada banyak pasangan, tidak melulu hanya milik laki-laki, tapi ada juga perempuan yang melakukan hal sama. Dengan alasan dan argument yang beda-beda tentunya.

Ujungnya tentu penyesalan. Apalagi ketika kematian menjemput salah satunya. Sayap patah. Lalu beberapa rahasia membongkah, ada banyak celah yang mengurai banyak hal dari rahasia pasangannya.

Buku ini juga membawa pesan, betapa suami, betapa istri adalah manusia. Tidak sempurna, tetapi berusaha saling menyempurnakan. Seperti disebut dalam kitab suci yang saya yakini, “Mereka (para istri) adalah pakaian bagimu dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka,” (QS. Al-Baqarah: 187).

Pesannya, saling melengkapi!

Tidak semua pasangan memperoleh dan mampu mewujudkan keidealan dalam berumah tangga. Menjadi ideal menurut ukuran banyak orang, menikah, punya rumah, punya anak, dan seterusnya. Banyak orang menikah, tidak segera punya anak, bahkan tidak punya anak. Banyak orang menikah tidak segera punya rumah, malah sepanjang hayat hidup berpindah. Dari satu kontrakan ke kontrakan berikutnya. Ada yang mendapatkan semuanya. Menikah, punya anak, punya rumah, punya mobil, punya deposito, punya asuransi, dll.

Namun, satu hal… Kebahagiaan itu bukan karena sebuah keidealan. Kalau kita bisa ideal tentu itu membahagiakan. Namun bila tidak ideal, apa kita tidak boleh bahagia? Tentu saja boleh. Kalau kita menunggu ideal untuk bahagia, waduh… sayang sekali hidup ini. Kebahagiaan adalah tujuan berumahtangga. Soal ideal atau tidak, itu seperti orangtua saya bilang, urip iku sawang sinawang.  Saling melihat. Saling menilai. Realitasnya belum tentu seperti yang tergambar.

Belajar dari kisah-kisah di dua buku ini Bila Esok Istri Tiada dan Bila Esok Suami Tiada yang sudah ada di toko buku terdekat. Satu garis merahnya. “Sesal kemudian tak berguna…”

Iklan

2 tanggapan untuk “{Buku} Agar Sesal tak Berguna”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s