FUN Institute, Fun Writing

Membaca Cepat – Pasang ‘Persneling’ di Kepalamu


Baca cepat

“Buku segini sudah dibaca semua, Mas?”

Pertanyaan ini sering sekali menghampiri saya ketika orang-orang baru datang ke rumah saya, atau ke ruang sebelah yang saya jadikan rumah baca. Beberapa lemari isinya buku. Isinya macam-macam. Dari komik yang tinggal dua lemari, novel remaja, hingga buku-buku lainnya. Temanya sangat beragam. Tak terkecuali tamu saya di hari raya kurban kemarin.

“Beberapa malah saya selesai membaca sebelum jadi buku?” jawab saya.

“Kok bisa?” orang baru itu makin heran.

Lalu istri saya menjelaskan, kalau pekerjaan suaminya salah satunya adalah membaca. Termasuk membaca naskah sebelum menjadi buku.

Bagaimana cara membaca buku dengan cepat?

Sekarang banyak buku yang menuliskan cara membaca dengan cepat. Namun hal terpenting dari apa pun metodenya. Intinya adalah membangun kecintaan membaca. Zaman yang terus berlari, menggiring orang untuk ikut berlari. Ingin serba cepat, ingin serba instan. Padahal tidak ada proses instan. Bahkan membuat mie instan sekalipun, memasaknya tetap melalui proses. Dari menyediakan mie instan, menyalakan kompor, sampai menyeduh dan menghidangkan.

Baiklah, dalam buku Speed Reading Better Recalling, Gordon Wainwright, dengan bahasa sederhana mengibaratkan membaca seperti membawa sepeda motor atau mobil. Bagaimana caranya menggunakan ‘persneling’ atau teknik membaca yang ada. Menurut Wainwright ada empat ‘persneling’ dalam membaca.

Belajar. Meliputi membaca, membaca ulang, mencatat dan mengulang. Teknik ini memang memakan waktu, tapi bisa digunakan untuk ketika harus membaca sesuatu yang sulit dipahami, tidak biasa, penting dan membutuhkan pemahaman yang tinggi.

Membaca lambat. Umumnya membaca kata per kata. Biasanya digunakan untuk membaca berita di radio dan televisi. Sehingga orang bisa mendengarkan dan menyimak dengan jelas apa yang kita baca.

Membaca cepat. Terdiri dari membaca kelompok kata per kelompok kata dan sebisa mungkin tanpa regresi. Konon Jhon F. Kennedy mantan Presiden Amerika Serikat mampu membaca dengan sangat cepat dengan cara ini. Margareth Thatcher, mantan perdana menteri Inggris pun memiliki kemampuan membaca yang cepat.

Membaca sepintas lalu. Melibatkan kemampuan mata untuk bergerak cepat ke seluruh halaman buku. Kemampuan membaca sepintas dilakukan berdasar pada tujuannyanya dengan memberikan perhatian khusus atau fokus kepada judul dan subjudul, membaca paragraph pertama, dan mungkin kalimat terakhir sebuah paragraf, serta mencari kata kunci dan frasa dalam kalimat tersebut.

Kapan menggunakan ‘persneling’ itu dengan tepat. Tentu tergantung tujuan membacanya. Seperti menyetir, seperti membawa sepeda motor. Gunakan persneling paling nyaman di jalan datar, lurus, dan mulus. Namun harus ganti persneling ketika harus belok dan dan menanjak. Jangan sampai lagi nanjak, kita pakai persneling mundur…

“Ngatur waktunya gimana? Sampai bisa menyelesaikan membaca buku sebanyak itu?”

Saya dan istri saling pandang. Si tamu malah memandangi saya dan istri.

“Mengurangi waktu tidur!”

“Hah?” dia terperanjat.

12080825_10207195869953525_1609784213_n

Sepeda motor berhenti membunyikan klakson. “Biasa Boss… paket buku!”  petugas ekspedisi menghampiri saya sembari menyodorkan tanda bukti. Sebuah paket dari Mizan Publishing, dua buku Happer Lee, To Kill a Mockingbird dan Go Set a Watchmandan dan kaos. Libur hari raya yang indah, saatnya mengisi kepala dengan buku baru…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s