Story & History

Mengapa Tidak dari Dulu


Kalimat penyesalan yang paling popular kayaknya, “Mengapa tidak dari dulu!”

Kalau saya sering sekali mengucapkan kalimat itu, itu tandanya saya banyak menyesal ya. “Kalau tahu begini, mengapa nggak dari dulu aja…” Menyesal sebenarnya mengasyikan, karena itu akan menjadi energi yang kadang tidak kita duga kekuatannya. Misal, saya pernah menyesal, mengapa saya tidak betah sekolah terutama di kelas. Maka rasa sesal saya, otak saya memutar sedemikian kencang melebihi baling-baling bambunya Dora Emon.

“Bagaimana caranya anak-anak betah di kelas dan menyenangi pelajaran saya.” Maaf buat para guru beneran, saya hanya sesekali mengajar. Tidak memiliki dasar dan latar pendidikan keguruan. Maka saya hanya berinovasi dari pengalaman empiris. Bagaimana dulu saya tidak menyukai pelajaran, tidak betah di kelas, kesal sama gurunya, dll. Bekal saya hanya, “Bagaimana pesan itu sampai kepada mereka tanpa bias…”

Itu baru satu penyesalan.

Banyak lagi penyesalan saya yang memaksa mesti bilang, “Mengapa tidak dari dulu!” Misal lagi, ketika saya masih bekerja di media, masih pengantin baru, jalan-jalan ke pameran buku. Melihat buku-buku fiksi islami sedang booming. Istri saya yang tahu suaminya bisa menulis dan memiliki kecintaan pada karya-karya sastra langsung bilang, “Kamu bisa Mas…” Sepulang pameran, saya yang wartawan olahraga tapi bacaannya sastra, mulai menulis cerita pendek.

Hasilnya? Ternyata di luar dugaan. Beberapa dimuat media, beberapa menjadi juara sayembara. Hingga kemudian beberapa pula diterbitkan jadi buku. Ya, mengapa tidak dari dulu. Penyesalan itu kadang bikin sesak kalau dipelihara. Tapi ya tadi, bisa juga jadi energi, jadi daya, jadi tenaga dengan kekuatan ajaib, bergerak lebih cepat, memperpendek rasa sesal dengan karya.

Maraknya penulis anak mulai dari zaman Izzati, lalu muncullah generasi penulis cilik KKPK, Kecil-kecil Punya Karya. Sebuah merek dagang lini buku anak penerbit Mizan. Saat ini mungkin sudah ratusan penulis memiliki buku dalam usia yang sangat belia. Zaman memang melahirkan anak-anaknya, termasuk generasi penulis cilik yang berkiblat ke KKPK.

“Nanti saya bisa punya buku kayak KKPK gitu, Kak?”

Banyak pertanyaan serupa itu dengan berbagai gaya. Ada yang sungguh-sungguh ingin menjadi penulis dan punya buku seperti teman sebayanya. Ada juga yang setengah hati, ada yang pura-pura, ada yang turut serta sebagai penggembira.

Jawaban saya sederhana, prinsip awalnya hanya untuk bebagi. Semakin banyak anak yang bisa menulis, lebih dini, lebih muda, lebih awal, itu adalah harapan bahwa akan muncul generasi penulis, mengurangi generasi penutur, pembincang, penggosip, dan penonton.

Dengan bekal bergelut beberapa waktu di dunia penerbitan, media, dan literasi. Saya dan istri memanfaatkan rumah untuk menjadi ruang belajar bersama, learning center istilah kerennya. Salah satunya, menyelenggarakan Holiday Class, sebuah program untuk anak-anak yang memiliki atau hanya sekadar ingin belajar menulis, mengisi liburan sekolah. Sampai hari ini, sudah beberapa angkatan sudah berlangsung. Salah satu alumninya, Ramiza Tambunan sudah menerbitkan naskahnya di Dar Mizan. Alhamdulillah…

Mau menyusul seperti Ramiza dan kawan-kawan?

Mengisi liburan ramadhan, Fun Institute kembali menyelenggarakan program Holiday Class Ramadhan. Insya Allah akan diselenggarakan hari Sabtu dan Minggu, 27-28 Juni 2015. Sambil menunggu buka puasa, program ini pasti mengasyikkan, apalagi disediakan tajil dan makanan berbuka selain fasilitas lainnya seperti kaos yang eksklusif, notes dan sertifikat.

Daripada nanti menyesal seperti saya, “Mengapa tidak dari dulu ikutan Holiday Class…” Mendingan ikutan sekarang. Kalau bisa dilakukan sekarang, buat apa menunggu nanti. Karena seringkali, akibat dari menunda adalah penyesalan juga. Saya punya keyakinan, orang sukses saat ini pasti menyiapkan lebih dulu dari kita. Selain melakukan lebih dari yang kita lakukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s