FUN Institute, Fun Writing

Tujuh Alasan Menulis Pemula


alasan penulis pemula

“Ingin menjadi penulis…” Kalimat seperti ini, sering sekali jumpai mengisi bagian akhir formulir pendaftaran pelatihan menulis Komunitas Fun Writing, FUN Institute. Bukan hanya kelas remaja dan dewasa, begitu pula ketika anak-anak yang ikut serta menuliskan hal serupa. Setidaknya mirip, beda susunan kalimatnya saja.

Ya, belajar menulis, ikut serta dalam berbagai pelatihan menulis, dan bergabung dengan komunitas menulis, tujuan akhirnya ‘mestinya’ ya ingin jadi penulis. Mestinya ya. Soalnya tidak semua yang masuk komunitas menulis itu tujuannya ingin menulis. Ada yang senang ramainya saja, kumpulnya saja. Atau mencari jaringan penulis, informasi tentang penerbitan buku, atau lowongan pekerjaan di dunia kepenulisan. Sah…

Nah, dari beberapa kesempatan bertemu mereka yang ikut dalam pelatihan menulis, komunitas menulis, atau sharing menulis, setidaknya saya mencatat beberapa alasan mengapa mereka menulis.

  1. Penasaran

Penasaran melihat orang yang bisa menulis. Teman sebangkunya bisa menulis cerita dengan baik, teman kantornya mampu menulis dengan terampil, atau temannya begitu mudah menggaet hati seseorang hanya dengan puisi yang ditulisnya dalam sekejap.

  1. Ingin punya buku

Alasan ingin punya buku atau lebih tepatnya tulisannya diterbitkan paling sering dikemukakan. “Senang aja, punya buku! Kayaknya gimana, gitu…” Yah, padahal menulis itu bukan hanya jadi buku kan. Bisa menulis untuk media massa, baik majalah, koran, tabloid, atau portal online. Banyak sekali wilayah kerja bagi yang bisa menulis.

  1. Ingin terkenal

Nah, alasan ini juga banyak yang kepengen! Kalau ditanya, seterkenal siapa? Mereka akan menjawab Raditya Dika, Habiburrahman El-Shirazi, Asma Nadia, Tere Liye atau Dewi ‘Dee’ Lestari. Popularitas memang menggoda. Padahal, semua penulis yang disebut itu bukan main kisah kerja keras dan perjuangannya untuk bisa seperti sekarang.

  1. Ingin eksis

Rasanya bangga, bisa membusung dada. Hehe, ya sah saja. Tidak ada yang salah dan keliru dengan alasan menulis ingin eksis. Siapa sih yang tidak butuh eksistensi. Mana enak disepelekan, tidak berharga, dan dinistakan hidupnya. Menulis bisa membuat seseorang eksis. Apalagi orang tua zaman batu akik ini, sudah agak maklum dengan naik daun dan mulianya orang yang menulis.

  1. Ingin banyak uang

Siapa sih yang tidak silau dan sirik dengan kabar kalau penulis bisa kaya raya. Tulisannya bisa naik kelas terus, dari cerita bersambung di koran, lalu dibukukan, laku keras, difilmkan, juga disinetronkan berates-ratus episode. Hehe, menjadi kaya, alasan yang keren. Tapi teman saya yang sekarang kaya karena menulis, saya tahu persis, niat awalnya menulis bukan untuk uang semata-mata.

  1. Kebutuhan akademik

Kehidupan akademik tidak bisa lepas dari perihal tulis menulis. Sederhana saja, untuk sekolah dasar saja sudah ada tugas membuat laporan dari hasil study tour walaupun hanya ke Kebun Binatang Ragunan. Demikian di tingkatan berikutnya. Sekolah menengah, baik pertama maupun atas. Di perguruan tinggi apalagi. Ketrampilan menulis menjadi harus, dari sekadar mengerjakan tugas kuliah, membuat proposal seminar, hingga menyusun skripsi. Kalau masih terus kuliah, ya buat menulis tesis dan disertasi.

  1. Senang atau hobi

Pemilik alasan kalau menulis untuk kesenangan atau hobi belaka juga tak kalah banyaknya. Biasanya mereka orang sibuk, suka membaca, ingin bisa menulis atau sudah menulis, tapi untuk konsumsi sendiri. “Rasanya plong saja kalau sudah menulis.”

Begitulah tujuh alasan menulis bagi pemula. Ya, buat pemula seperti saya. Bagaimana juga, masih ada calon mertua yang memilih menantu terkenal, kaya, dan eksis. Jadi apa pun alasannya untuk menulis. Buat saya sih yang paling penting teruslah menulis. Menulis yang baik-baik, menulis untuk kebaikan, menulis untuk kelebihbaikan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s