Ibu

Selamat Ulang Tahun, Mam…


Ada banyak doa mengalir hilir mudik di hari lahirmu. Sebegitu pula banyak kebahagiaan serta kebanggaan sepulangmu ke haribaan Sang Maha Cinta. Tak ada satu pun yang lolos, lepas dari ruh kasih dan sayangmu yang memendar kuat di setiap napas anakmu ini. Meski masih terus terbata, kadang terengah-engah, dan beberapa kali nyaris pasrah. Tapi spiritmu selalu mengembalikan energi, bahwa hidup harus berarti. Bukan hanya untuk sendiri.

ultah ibuHari ini, 71 tahun usiamu. Tiga tahun,empat bulan engkau tidak lagi bersamaku. Bersama kami, anak, mantu, cucu, dan orang-orang yang terus menyiram doa untukmu. Tentu saja, banyak yang berubah.

Si kecil, Meytri sekarang sudah kuliah dan mulai praktik di rumah sakit, seperti yang dia ingin. “Pengin kayak Eyang Ti…” Perlahan, pelan-pelan sudah kesampaian. Setidaknya, satu orang berada di jalan yang benar. Nggak semua jadi ‘wong ra genah karepe sendiri’ hehe. Akhirnya, ada yang mewarisi alat-alat medis tinggalanmu, Mam. Meytri sekarang sudah pinter nensi dan bisa ditanya, kalau batuk pilek obatnya apa. Insya Allah, kian hari dia akan kian membanggakan kita semua.

Angga, kakaknya sudah semakin berani menjadi laki-laki. Sudah berani bilang, “Aku mau menikah…” Jauh lebih berani dariku ketika umurnya segitu. Itu kemajuan baik, sepeninggalmu, sesuai janjiku padanya, kubiarkan dia pergi seperti ketika aku diberi ruang untuk mencari sendiri jawaban-jawaban dari banyak persoalan. Karena laki-laki harus banyak bertemu masalah dan menemukan jawabannya sendiri. Walhasil, saya harus bilang padamu, “Mam, mungkin tahun ini bakal mantu…”

ultah ibu1Istriku, Erawati, menantu terkasihmu juga kian matang. Kian paham bahwa kebahagiaan itu jalannya meliuk lewat mana saja. Bukan jalan tol keidealan semata. Semakin lapang daya endapnya, sehingga berbagai persoalan dilihat dengan kejernihan dan selesai dengan elegan. Tak perlu buang energi untuk hal-hal yang tidak penting, karena yang terpenting adalah bagaimana setiap langkah dan perbuatan adalah membenih serta menumbuhkan manfaat. Seperti pesanmu padaku, “Jangan lelah berbuat baik, jangan pernah lelah!”

Kebaikan dan niat untuk terus berbuat baik. Memperbaiki dan untuk kelebihbaikan. Hanya itu yang kini terus dipendarkan. Anak-anak harus terbiasa berniat baik, berpikir baik, dan bertindak semata-mata kebaikan. Kalaupun tidak menjadi yang terbaik, setidaknya yang mereka lakukan adalah kebaikan-kebaikan. Bukan sekali, dua kali, tapi sebuah kebiasaan yang terus membiasa. Kebaikan dan memperbaiki menjadi bagian yang luluh, lumer, dan sublim dalam napas, laku, dan gerak hati sehari-hari.

ultah3Tugas beratku menjadi mengasyikkan karena daya dan energimu pun meluluh dalam jiwa ragaku. Aku sadar betul, tidak mungkin aku mengcopy-paste semua gerak dan langkah baikmu, serupa, semirip-miripnya, atau sepersis-persinya. Karena engkau memang tidak mempersiapkan aku untuk menjadi anak yang berjiwa dan bergenre copypaste! Lakukan kebaikan kebaikan sesuai zamanmu, begitu pesanmu. Itulah yang tak pernah terkejar olehku, betapa jauh pandangmu, luas jangkauanmu, dan cerdasnya engkau menjadi orang tua. Malu aku dibuatnya. Sungguh aku sering tak berkutik, lemah daya, bahkan untuk mengangkat dada, atau mendongakkan kepala. Tak ada keberanian untuk ‘bangga’ sama sekali. Engkau terlalu mulia, Mam….

Tak terjangkau. Ketidakterjangkauan itulah yang menjadi spiritku. Agar aku tidak terlalu tinggal langkah darimu. Terlalu banyak yang kau contohkan, terlalu banyak nasihatmu dalam diam yang justru kuat menembus zaman. Semakin diam, semakin menguarkan kekuatan. Bahagialah dirimu Mam. Berbahagialah… Ada banyak cerita baik tentangmu, sebanyak doa yang terus mengalir di haribaanmu yang penuh cinta dari orang-orang yang terus mencintaimu. Bukan hanya anak biologismu, tapi anak-anak yang kau sentuh hatinya. Mereka memuliakanmu…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s