FUN Institute

Cuma Belajar Sebisanya


Saya punya alasan tersendiri untuk berbagi. Salah satunya karena saya harus melanjutkan kebaikan orang tua saya. Biar di alam kuburnya dia bisa bangga, karena saya masih sering lupa mendoakannya, moga-moga kebaikan yang sedikit saya lakukan bisa menggantinya. Setidaknya, sebagai orang tua, mendiang ayah dan ibu saya telah melakukan tanggung jawab mengalirkan ilmu yang bermanfaat kepada saya.

IMG03076-20140523-1716
Sambil ngopi dan cemal-cemil
IMG03092-20140525-1134
Serius, santai, dan sehat

Kebisaan saya tidak banyak, belum juga maksimal. Tapi kata mendiang ibu saya juga, tidak harus menjadi ahli dulu kalau mau berbuat baik, tidak harus menjadi kaya dulu untuk membagi kebahagiaan, tidak harus terkenal dulu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Memang kalau kita ahli, kaya, dan terkenal, semuanya akan lebih maksimal. Tapi kan maksimal itu bukan ukuran pasti. “Sing penting lakukan, kalau untuk kebaikan, segerakan!”

Kebisaan menulis saya tidak seberapa, pengalaman menulis saya juga tidak banyak, pengetahuan saya di bidang ini juga sedikit saja. Dengan pesan tadi, saya walaupun nggak pede-pede amat, saya segerakan saja. Pilihan menyegerakan, membuat saya belajar lagi. Saya pastikan, saya tidak mengajari, tapi saya berbagi.

IMG03104-20140527-1057
Diskusi menulis di saung
IMG03103-20140527-1057
Jangan ngambek kalau dikritik

Belakang ini, dengan Komunitas Fun Writing, saya berbagi kebisaan yang sedikit itu dengan beberapa guru muda di sekitar tempat tinggal saya. Kebetulan saja saya juga punya kelas di beberapa sekolah. Saya tidak ingin, guru hanya menyuruh murid untuk mengarang tapi saya sebagai gurunya tidak pernah mengarang. Menyuruh membuat puisi, tapi saya tidak bisa menulis puisi. Sesederhana itu.

Jadi sekarang, Fun Institute sering ramai dengan diskusi tentang kepenulisan. Ada yang datang sendiri, ada yang janjian sama teman, dan ada yang malu-malu menunggu jadwal pertemuan saja, hehe… Mereka punya target menulis sendiri. Saya hanya membantu. Saya jadi turut bersemangat, karena mereka memang sangat bersemangat. Sepanjang saya tidak ada pekerjaan, ya beruntunglah saya bisa menemani diskusinya. Tapi jangan khawatir, ada teman-teman lain yang siap mendampingi, dengan semangat berbagi yang sama, memiliki pengalaman dan pengetahuan kepenulisan yang cukup. Mereka akan senang hati ‘nimbrung’. Namanya juga komunitas, ngeriung sambil cengengesan.

 

Iklan

2 tanggapan untuk “Cuma Belajar Sebisanya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s