Story & History

Presiden Lajang


Ada nggak sih presiden, pemimpin negara yang masih lajang?

Terus terang, saya terusik pengen tahu alias kepo banget. Karena ada capres yang ikut kontestasi berstatus lajang. Tanpa istri, walaupun pernah menikah. Jadi perdebatan yang riuh, terasa tendensius, seolah menjadi syarat yang mengalahkan kriteria lebih penting lainnya.

Ini musim politik, tafsirnya pendek. Banyak yang sensi, apalagi kontestasi capres mendatang hanya dua calon, head to head. Berasa banget suhu demamnya. Naik turun panas dinginnya. Beda dikit, langsung distempel dan dilabeli, “Orang sebelah!” Musim sumbu pendek. Gampang terlusut. Saya menulis, hanya mengorfirmasi. Tanpa tendensi apa-apa, hanya melengkapi informasi, siapa tahu berguna.

Ternyata ya ada juga pemimpin pemerintahan yang lajang, lho…

Masih muda lagi, laki-laki kelahiran tahun 1967. Lagi mateng-matengnya. Lagi gagah-gagahnya. Dia juga nggak asing sama Indonesia. Karena orangtuanya, Izaak Rutted an Hermina Cornelia Dilling dulu lama di Batavia. Ayahnya salah seorang kepala cabang perusahaan dagang dan ibunya seorang sekretaris.

Mark Rutte
Mark Rutte, Perdana Menteri Belanda

Dia adalah Perdana Menteri Belanda Mark Rutte. Usianya baru 47 tahun ketika ia terpilih dan memulai tugasnya sebagai perdana menteri Oktober 2010 lalu. Selain pintar, ganteng, menyukai sejarah, pandai main piano, Rutte juga penyuka nasi goreng dan kuliner Indonesia lainnya. Bukan hanya itu, Rutte adalah pribadi yang berjiwa sosial tinggi dan penuh kepedulian. Walaupun sudah jadi perdana menteri, setiap pekan dia masih menyempatkan menjadi guru tamu di Varias College (Johan de Witt Scholengroep) Den Haag.

Tidak jauh-jauh, tetangga kita Filipina, presidennya juga lajang. Benigno Aquino III, presiden ke-15 Filipina atau lebih akrab dengan panggilan Noynoy. Pria berusia 50 tahun itu, ketika dilantik dan menjabat presiden menggantikan Gloria Maccapagal Arroyo masih berstatus lajang. Anak dari Benigno Aquino yang ditembak mati ketika baru pulang dari pengasingannya di Amerika oleh rezim Ferdinand Marcos. Ketika itu Noynoy baru berusia 23 tahun, lalu tumbangnya Marcos dalam gerakan rakyat, mengantarkan ibunya Qorazon Aquino menjadi presiden Filipina.

Benigno Aquino III, Presiden Filipina

Dari awal dia sudah bertekad akan melajang sampai akhir masa jabatannya 2016 nanti. Dia punya pesan kepada para perempuan, ia tidak akan tinggalkan kursi kepresidenan hanya demi cinta. Hal itu ditegaskan juga oleh keluarganya. Walaupun belakangan dia didera kabar tentang kedekatannya dengan beberapa perempuan. Terakhir dia dekat dengan Grace Lee, seorang penyiar dan presenter televisi di Filipina berusia 29 tahun kelahiran Soul, Korea Selatan. Kok bisa, sang presiden yang bolak-balik patah hati itu terpikat Lee sih, ya gimana nggak lah, Lee itu salah satu juara kontes kecantikan Miss Chinese International di Hong Kong dan masuk dalam daftar 100 wanita terseksi versi majalah FHM tahun 2010.

Oh, ternyata ada pemimpin negara, entah itu presiden atau perdana menteri yang lajang. Belum punya istri atau tidak punya istri. Rasanya tidak menjadi masalah besar juga ya. Sebagai contoh, Aquino dalam beberapa survei, menyatakan kinerjanya baik, tingkat kepuasan masyarakat tinggi, popularitasnya juga tetap baik. Bahkan ketika Filipina dihantam topan Haiyan yang menewaskan setidaknya 6.200 orang dan menyebabkan kerugian miliaran peso, Aquino dipuji karena mampu menangani dengan ‘sangat baik’.

Trus first lady-nya capres Prabowo gimana? Ya, sekali lagi, jodoh itu kan hanya Allah yang punya kuasa. Manusia tinggal berusaha, mengiringi dengan doa, lalu menyerahkan semuanya kepada sang pemilik segalanya. Presiden, perdana menteri, apalagi baru calon presiden, meski orang VVIP dalam negaranya, dia tetaplah manusia yang daya upayanya tetap dalam kendali Tuhan. Bukan dalam kendali ketua partainya, cukongnya, atau tim suksesnya.

Hmm, setelah ini saya kayaknya kudu nulis tentang ibu negara deh…

*dari berbagai sumber

Iklan

2 tanggapan untuk “Presiden Lajang”

  1. kalau kata ibuk saya, istri berpengaruh besar terhadap kesuksesan suami. Istri juga jadi salah satu sumber kekuatan seorang presiden. Menurut mas taufan? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s