SENGGANG

{Film} Ditimpuk Sepatu Dahlan


“Lapar, Mas…” Zein merajuk. Kakaknya berusaha mencari ke berbagai sudut dapur, siapa tahu ada yang bisa dimasak. Membuka gentong beras, kosong. Mencari simpanan singkong atau ubi lainnya, tak ada.  “Mas, lapar…” Zein terus merajuk. Kali ini sang kakak berusaha mencari lainnya, siapa tahu ada simpanan uang yang ditinggalkan ibunya. Dia mencari di bawah tumpukan baju di lemari, di bawah bantal, hingga di bawah kasur. Lagi-lagi tak ada…

Sepatu Dahlan“Sini, angkat tangannya…” sang kakak akhirnya mengikat sarung di perut adiknya. Dengan wajah iba, ia turut apa yang dilakukannya kakaknya. “Mas biasa melilitkan sarung untuk menahan lapar, Zein…”

Adegan itu hanyalah salah satu dari banyak adegan dalam film Sepatu Dahlan besutan sutradara Benni Setiawan yang mulai tayang Kamis, 10 April 2014 nanti. Sebuah film yang diadaptasi dari novel biografi karya Khrisna Pabichara terbitan Noura Books. Film biopik masa kecil Dahlan Iskan, bos jaringan Jawa Pos yang sekarang menjadi Menteri Negara BUMN yang juga hadir dalam pemutaran perdananya di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, 1/4/2014.

“Saya membebaskan kreatornya, seperti ketika saya memberikan kebebasan kepada penulis novelnya. Karena saya tahu, karya seni tidak boleh diintervensi,” kata Dahlan Iskan ketika memberikan sambutan didampingi istri, para pemain, kru, sutradara dan produser. Saya salut dengan pernyataan itu, dari kursi J-9 saya turut bertepuk tangan.

Mengambil lokasi syuting di Madiun dan Magetan, Jawa Timur. Film ini berusaha menghadirkan ruh Dahlan kecil. Ketika ia masih menempuh pendidikan dasar hingga tsanawiyyah, setingkat SMP sebuah pesantren di Takeran. Dahlan yang diperankan Aji Santosa cukup hidup. Keluarga Iskan, meskipun miskin namun memiliki prinsip, “Miskin harus bermartabat, pantang mencuri, pantang mengambil milik orang lain, dan harus bertanggung jawab pada perbuatannya.” Ini yang ditekankan Iskan, ayah Dahlan yang diperankan Donny Damara. Ketegasan ini diungkapkan dalam beberapa adegan, ketika Dahlan harus menerima risiko, hukuman atas perbuatannya, walaupun bukan semata-mata kesalahannya.

Ketegasan Iskan beriring dengan kelembutan istrinya, ibunya Dahlan (diperankan Kinaryosih). Tipikal semua ibu, “Kalau perlu, nyawa ibu jadi taruhan demi cita-cita dan kebahagiaan anaknya.” Harapan dan serta ketulusan ibu, mengalun dalam tembang-tembang jawa setiap menjelang tidur, di ruang sempit, tempatnya membatik yang berdampingan dengan tempat tidur Dahlan dan Udin.

Oleh-oleh nonton premiere Sepatu Dahlan, thanks...
Oleh-oleh nonton premiere Sepatu Dahlan, thanks…

Memiliki sepatu, mungkin hal sederhana bagi anak-anak Indonesia di perkotaan. Tapi tidak mudah bagi Dahlan. Hingga setiap hari, berpuluh kilo, melewati jalanan kampung yang keras, berbatu, dan kadang memotong jalan agar lebih dekat, membelah semak. Tertusuk duri, terantuk batu, tak terhitung, mungkin dalam beribu hitungan. Dahlan tetap sekolah, dalam keterbatasan, dalam rasa laparnya, dan segala keterbatasannya. Kalaupun ada simpati dari sekelilingnya untuk memberinya sepatu, itu bukan hal yang mudah diterimanya. Dahlan memang ingin punya sepatu, tapi dengan usaha dan caranya sendiri…

Film yang penuh nilai, menginspirasi, serta segar dengan kehadiran peran Zein (Bima Azriel), adik Dahlan yang menaikturunkan emosi. Pun segar dengan kekonyolan Kadir, teman sebangku Dahlan. Tentu saja, ada romantika lain dengan munculnya tokoh Komariah dan Maryati. Sebuah pesan sederhana namun tajam, “Miskin bermartabat, kaya bermanfaat.” Inilah spirit dari film ini, spirit yang menjadikan Dahlan Iskan menjadi tokoh seperti yang kita lihat hari ini.

Sepulang menonton premiere ini, saya serasa ‘ditimpuk’ – dilempar Sepatu Dahlan. Agar sadar, masih banyak yang lebih sulit, lebih menderita, dan lebih payah hidupnya dan bisa keluar dengan dada tegap. Sebuah pilihan tontonan keluarga yang menarik dan inspiratif setelah penat dengan hiruk pikuk politik yang berisik. Selamat menonton.

Ini trailernya, monggo disimak…

 

Pemain: Aji Santosa, Donny Damara, Kinaryosih, Teuku Rifnu Wikana, Mucle, Bima Azriel  Sutradara: Benni Setiawan Produksi: Mizan Productions, Semesta Pro, dan Expose Pictures Tayang di bioskop mulai Kamis, 10 April 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s