Ibu

Ziarah ke Makam Ibu


ibu-bundar-emasSaya sangat kehilangan, tentu saja.

Ibu adalah separuh hidup saya. Membaca diarinya, air mata saya meleleh tak terasa. Meski sebentar lagi, tiga tahun dia tidak ada, pulang meninggalkan saya, ke pelukan Sang Maha Cinta. Meninggalkan anaknya yang telah berjanji padanya, “Taufan bisa, Mam, insya Allah Taufan bisa.”

Apa dan siapa saya hari ini adalah buah doa dan kerja ibu yang tiada terkira. Tak ada lelahnya, tak ada putusnya. Apa saja dikerjakan, demi anaknya. Demi pembuktiannya, bahwa sebagai single parent, dengan segala keterbatasan serta kerja kerasnya, bisa membuktikan, “Aku juga bisa.”

Kata yang saya tiru semangat, spiritnya. Walau belum ada seujung kuku yang bisa saya tunaikan. Baru menjadi spirit, baru menjadi semangat. Belum luluh dalam napas yang panjang. Masih pendek-pendek tarikan napas saya. Masih sering tersengal saat saya berusaha mengikutinya.

Sampai sekitar sepekan ibu saya tiada, ketegaran itu terjaga. Lalu satu per persatu pergi, rumah mulai sepi. Mulailah ada rindu yang mengayun, ingatan-ingatan yang menari, dan kenangan-kenangan yang bertutur.

Tiba-tiba saya merasa ada yang kosong…

Sepulang kerja, kamar itu menyala lampunya, tak berubah tata letaknya, tapi tak ada lagi yang saya bisa cium tangannya. Saya mulai hampa, tak ada lagi cerita atau tepatnya saling bercerita antara saya dan ibu saya. Sebuah upacara yang membiasa bertahun-tahun lamanya. Merebah sesaat di ranjang ibu saya, hanya merebah, mendengar ceritanya, atau hanya menonton tivi semata. Ya, sebelum kemudian saya bangkit, menyelesaikan urusan privat. Mandi, ngeteh, dan yang lainnya.

Hampir setiap hari, saya tengokin makamnya. Saya pandangi nisannya, tentu saya tumpahkan doa sebanyak-banyaknya untuk almarhumah ibu. Orang yang tak terkejar kebaikannya oleh saya. Lebih banyak memberi, menolong sesamanya. Tapi tak harap kembali, walau kadang kembali dengan penuh basa basi. Kebaikan yang disalahgunai, dimanfaatkan orang-orang licik demi keuntungan sendiri.

Kemarin saya ke makam ibu…

24 Februari nanti, tiga tahun ibu menghadap ke haribaan-Nya. Buat orang lain mungkin akan bilang, “Eh, nggak terasa ya, sudah tiga tahun aja.” Tidak salah, karena memang yang merasakan saya. Orang lain meskipun mungkin merasa, tapi tidak seintens saya. Anaknya yang merasakan betapa beratnya ditinggal ibunda tercinta.

Al-Fatihah baginya…

Waktu yang seharusnya membuat saya bangga membuktikan padanya, kalau saya bisa. Seperti janji saya padanya. Tapi sampai hari ini belum, masih banyak yang tertunda, terlunta-lunta, tertahan karena kondisi dan keadaan saya.

Kebahagiaan membuat waktu berjalan cepat nian. Tahu-tahu sudah ganti hari, ganti bulan, dan tahun. Tapi sebaliknya, menunggu dan kepiluan, terasa waktu enggan berganti. Tiga tahun hampir berlalu, tapi saya belum bisa bilang, membuktikan janji itu. “Taufan bisa, Mam…” Saya belum bisa. Masih terlalu banyak yang belum bisa diwujudkan. Hingga berkali-kali saya bergumam, berbisik dalam sepi, “Maaf Mam, semua sedang diusahakan…”

Ya, diusahakan. Ada yang maksimal, tapi banyak yang tidak optimal. Hal yang serius tidak diusahakan sungguh-sungguh, yang remeh temeh menjadi fokus. Ada yang penting, tapi tersilap lagi oleh yang lebih penting.

Allahummaghfir laha war hamha wa’afiha wa’fu ‘anha.

Semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahanmu, Mam. Peluklah cinta-Nya. Seperti aku memelukmu dengan doa-doa…

Iklan

2 tanggapan untuk “Ziarah ke Makam Ibu”

  1. aku juga nggak tahu, kalau Mama aku kembali pada-Nya. Apa aku masih bisa tegar. semoga bisa..
    senangnya beliau dicintai oleh anaknya sebegitu rupa..
    Semoga Ibu tenang dan nyaman dan dapat tempat terbaik di sisi-Nya.. Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s