Story & History

Udah Jalani Aja!


Ya, jalani aja…

Saya pikir memang yang menulis buku ini pintar. Lha bukannya penulis itu memang syaratnya harus pintar? Iya lah. Tapi memang penulisnya pintar, baca saja di halaman biodatanya. Masih muda, sarjana yang lulusnya cum laude, terus kuliah magister di UGM sebagai wisudawati lulus tercepat, dan masih kuliah pascasarjana lainnya dengan predikat sangat memuaskan juga.

udah jalanin ajaAriany Syurfah, M.Hum., M.Ag., begitu kalau ditulis lengkap.

Buku yang sudah ditulisnya banyak. Dan buku Udah Jalani Aja! Terbitan Tiga Serangkai Solo ini yang mau saya ulik-ulik. Hehe… Emang apaan ya, diulik-ulik. Buku yang cuma 130-an halaman ini, dari cover dan judulnya tentu akan mengingatkan pada buku yang mirip, yang laku, dan masih beredar.

Yup, bukunya Ustadz Felix Siauw yang berjudul Putusin Aja!

Begitulah industri, mengejar momen itu bagian dari cara berusaha. Ikut emosi pasar. Bukankah di warung juga sering kita dapati plesetannya merk jajanan yang laku. Ada snack yang namanya beda-beda tipis, nuker huruf vokalnya saja. Mengikuti brand yang laku. Ada Taro, eh muncul Tora, Tara, dan Toro, nggak apa lah sekali-kali nyebut merk. Banyak lagi, apalagi merek air mineral, merek tas, haiyah, kita mah jagoan soal begini.

Oke, balik lagi…

Soal konten, jauh nian beda. Buku ini semacam how to, petunjuk, atau short cut, yang oleh penulis mungkin juga kompromi sama editornya, disebut sebagai Kiat Mudah Menuju Gerbang Perkawinan. Jadi, membaca buku ini, yang sekali duduk selesai, kalau serius. Maka, tampak mudahlah wahai engkau para jomblo menuju gerbang pernikahan.

Ariany, penulis yang tinggal di Bandung dan sudah menulis puluhan buku ini, meringkah langkah menuju gerbang pernikahan cukup dengan lima langkah saja. Kiat pertama tentu saja siapa pun akan kemana dan mengerjakan apa, harus mapping dulu. Asyik bahasanya, layoutnya juga berbalon-balon serta berbunga-bunga.

Nah, buat yang terlambat menikah, di buku ini dikasih kiat, mengapa dan bagaimana bisa begitu. Terus, diberi catatan perbekalannya juga, bawa sarung doang apa harus bawa lainnya. Sayang, penulisnya hanya bisa ngasih bekal nasihat dan pengetahuan pentingnya, bekal ongkos, mahar, dan biaya hidup di pondok mertua pekan pertama tanggung sendiri, hehe…

Buku ini juga membeberkan langkah-langkah biar perkawinan itu bahagia. Makanya walaupun sudah nikah tahunan, saya merasa masih perlu membaca buku ini. Menarik untuk dibaca. Namanya juga kiat-kiat, semacam kisi-kisi kalau kita mau ulangan, test, atau menghadapi ujian. Ada strategi yang dipaparkan, misalnya gimana kalau udah ngebet nikah tapi masih kuliah. Dibagi strateginya sampai soal menyelesaikan kuliah dengan cepat. Asyik lah…

Tidak terlalu menggurui, bahasanya mengalir. Kalaupun ada kesan kayak buku agama, ada kutipan ayat al-Quran, ya itu memang keharusan untuk menguatkan ruh tulisan di buku ini. Oke punya. Silakan saja yang sudah kebat-kebit ingin bersegera menuju gerbang pernikahan, buku ini akan mengantarkannya dengan bahasa yang sederhana gampang dipahami. Mungkin nanti akan keluar buku lanjutannya, kiat –kiat setelah masuk gerbang, hehe…

Monggo, buku ini pas buat memotivasi para jomblo. Sayang tidak disertakan alamat, nomor telepon, pin bb, atau imel, dimana para jomblo ini mesti mencari pasangannya setelah khatam baca bukunya. Hehe…

        

Iklan

2 tanggapan untuk “Udah Jalani Aja!”

  1. Yah, memang harus dijalani, kalau memang sudah jalannya harus seperti itu, mau protes? buang waktu dan energi… hehe.. Okay, mau baca, ah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s