Sudut Pandang

Ranjau Paku – Menusuk Hatiku!


Mungkin sebagian besar pengendara sepeda motor di Jakarta pernah menjadi korban ‘ranjau paku’. Korban itu termasuk saya. Mengapa saya menyebut diri sebagai korban, karena ini bukan hal yang tidak sengaja. Ada kesengajaan, membuat orang lain celaka dengan rekayasanya, demi semata-mata keuntungan pribadinya.

Duh, ruwet amat sih ngomongnya!

ranjau-paku2Gampangnya gini, Jakarta itu keras! Untuk bertahan hidup, maka kejahatan dan menjahati orang lain, bentuknya tidak selalu korupsi, patgulipat anggaran, atau kejahatan agak intelek. Tapi ada kejahatan orang kecil, menjahati orang kecil juga. Salah satunya, ya ‘oknum tukang tambal ban’ yang menyebar ranjau paku di jalan raya.

Kenapa saya menyebut oknum, karena memang dari beberapa yang tertangkap polisi, mereka mengakui itu. Bejo misalnya, penabur ranjau paku yang tertangkap di Roxy yang dihakimi massa, sepeda motornya dibakar. Dia mengaku, kalau tanpa menebar ranjau paku, paling sehari mendapat 30 ribu rupiah saja. Tapi dengan menebar paku, setidaknya ia akan mengantongi 80 ribu sehari.

Ini bukan soal bersyukur atau bukan, ini murni soal kejahatan, menjahati orang lain.

Operasi menebar ranjau paku itu juga tak pandang bulu. Bahkan di sekitar Istana Presiden pun tak luput dari aksi tebar paku. Seolah oknum-oknum ini sudah tidak takut lagi sama Paspampres, tidak menghargai lagi betapa sterilnya wilayah ring satu itu. Ampun minah deh… Tega banget, melihat orang yang jauh-jauh mau bersenang-senang dengan istri dan anaknya ke Monas, belum tentu sebulan sekali bisa. Eh, dijahili dengan ranjau paku yang membuat mereka menuntun sepeda motornya.

Pernah beli paku ke material sekilo? Dua kilo? Atau lebih. Berapa banyaknya?

ranjau-paku-depan-istana - tribunnewsDalam sehari puluhan kilo paku bisa diperoleh dari operasi sapu bersih ranjau paku di Jakarta. Akhir tahun 2013, selama periode Juni sampai desember, terkumpul 650 kilogram paku! Rata-rata sebulan hampir seratus kilo paku ditebar di jalanan Jakarta. Edun!

Tentu ini sudah sangat meresahkan…

Selain pihak kepolisian, dinas perhubungan, muncul juga komunitas peduli ranjau paku. Setidaknya ada dua komunitas, Komunitas Sapu Bersih Ranjau Paku yang diketuai Siswanto dan Komunitas Semut Orange yang dikomandani oleh Bang Yossy. Mereka bergerak setiap pagi dan sore menyisir jalan-jalan yang sangat berpotensi ditebari ranjau paku. Modusnya, para ‘teroris’ penebar paku ini beroperasi sekitar jam tiga pagi hingga setengah empat sebelum subuh.

Hmm, jadi ingat saya, berangkat pagi-pagi dengan niat menyelesaikan pekerjaan lebih awal. Malah jadi korban ranjau paku, ban kempes, harus menuntun sepeda motor, belum sarapan, ditambah rasa kesal. Mood baik hilang begitu sampai kantor…

ranjau paku 1 - kaskus“Bawa ban dalam buat serep!” itu nasihat teman saya yang berkali-kali jadi korban ranjau paku. Karena, oknum tukang tambal ban, akan menyarankan dengan baik hati, “Ganti ban aja, Bang! Nggak bisa ditambel nih…” Maka mau tidak mau, ya harus ganti ban dalam. Kalau normalnya hanya 25 ribuan. Dia bisa menjual 30-40 ribu. Hmm…

Saking mengerikannya keberadaan ranjau paku ini di beberapa ruas jalan penting dan padat di Jakarta. Pihak kepolisian sampai mengeluarkan rambu khusus, memperingatkan pengendara sepeda motor untuk hati-hati. Memasuki daerah rawan ranjau paku. Selain juga melakukan modifikasi alat penyapu ranjau paku. Dengan mobil golf yang dirakitkan alat magnetik, mereka menyisir jalan-jalan. Termasuk dengan alat-alat sederhana lainnya.

Kenapa sih memilih cari uang dengan cara yang jahat?

ranjau-paku-4Kadang kala, kita hanya melihat kejahatan-kejahatan besar. Ternyata, orang-orang kecil pun tega menjahati sesama orang kecil. Apa ibunya tak menyesal melahirkannya ya… Ah, itu urusan dia.

Tiba-tiba otak saya usil nih. Saya coba ngitung, kalau harga paku sekarang tujuh ribu sekilo, sebulan dapat 100 kilo paku, kalau dijual lumayan juga ya. Selain dapat pahala berbuat baik, dapat duit juga. Hehe… Berbuat baik, buahnya insya Allah kebaikan juga.

 

 

*foto dari berbagai sumber di internet

Iklan

2 thoughts on “Ranjau Paku – Menusuk Hatiku!”

  1. Postingan ini pas banget, Nda!
    Kemarin Abiku baru kena ranjau ban belakang di daerah cisarua. Giliran udah diperbaiki, sampai bekasi dua ban kempes di depan. Huft! 😔

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s