Sudut Pandang

Tjetje dan Welin, Gelar Akademisnya Bererot


“Saya akan menuntut ilmu sampai mati,” kata Aggy Tjetje.

Itulah alasan mengapa hingga usianya lebih dari 60 tahun, anggota DPR yang juga rektor di salah satu perguruan tinggi ini terus kuliah. Hingga tahun ini sudah 11 gelar akademik disandangnya dari strata satu hingga doktoral. Dan akan bertambah lagi dalam waktu dekat.

Angie TjetjeTerlahir dengan nama Yauw Tjoe Gie di Balikpapan, Kalimantan Timur, 17 April 1950. Dalam keyakinannya, penderitaan hanya bisa dihilangkan dengan ilmu pengetahuan. Belasan gelar akademisnya itu diraih dari berbagai disiplin ilmu dan dari beberapa perguruan tinggi.

Kalau ditulis lengkap namanya, Dr. Drs. Aggy Tjetje, S.Ked., S.H., S.E., S.S., S.IP., M.A., M.M., CAAE. Gelar terakhir itu didapatnya dari Prancis. Selebihnya ia dapat di Indonesia, mulai dari Drs di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), terus Sarjana kedokterannya diraih di FK Universitas Trisaksi. Di Universitas Kristen Indonesia (UKI) ia menamatkan fakultas hukum. Di Universitas Terbuka ia memperoleh dua gelar, sarjana ekonomi dan ilmu pemerintahan, juga kuliah pascasarjana. Hmm… Dua gelar magister diraihnya di Universitas Indonesia. Pun disertasi doktoralnya.

Duh…

Saya sampai tarik napas panjang! Hampir sesak napas untuk kekaguman seperti ini. Apalagi saya masih terus dijejali lagi, bahwa Pak Aggy ini juga menempuh puluhan pendidikan nonformal. Kursus ini itu, dari bahasa sampai kursus reparasi tivi dan ac. Kaget nggak kalau saya sampaikan, kalau bapak berusia 62 tahun ini menguasai 30 bahasa asing.

Ternyata bukan hanya Pak Aggy orang Indonesia dengan gelar yang berderet-deret lho. Ada anak muda, Welin Kusuma yang memiliki hampir 20 gelar. Wowww…

welin kusuma - vivanewsTarik napas dulu kalau mau membaca namanya lengkap dengan gelarnya. Begini penampakannya, Welin Kusuma S.T., S.E., S.Sos., S.H., S.Kom., S.S., S.A.P., S.Stat., M.T., M.Sm., M.Kn., RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, AffWM, BKP, QWP.

Hmm, bagaimana bisa dia meraih semua itu. Delapan gelar sarjana, tiga gelar master dan delapan gelar profesional tentu tidak mudah. Semua gelar itu, diakuinya ditempuh dalam 13 tahun. Welin menempuh dengan cara mengambil kuliah secara paralel dari universitas ke universitas.

Anak muda kelahiran 8 Maret 1981 ini, setelah menyelesaikan SMA-nya di Kendari, hampir meraih semua gelarnya dengan kuliah di Surabaya. Beberapa perguruan tinggi itu adalah Universitas Surabaya (Ubaya), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Urip Sumoharjo (STIEUS), tiga gelar dari Universitas Terbuka (UT), Universitas Airlangga (Unair) untuk raihan sarjana hukumnya, kemudian beberapa kuliah di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS),  Universitas Kristen Petra. Dua gelar magisternya diperoleh di Unair, sementara Magister Teknik Industrinya didapat dari ITS.

Terus terang saya merinding…

Kok bisa ya, ada orang-orang yang memiliki keunikan dan keluarbiasaan seperti itu. Terus, kerjanya apa? Pakai gelar yang mana? Hehe… Kepo banget sih! Ternyata Welin bekerja di PT HM Sampoerna Tbk. Okelah.

Walaupun kepala saya berdenyut-denyut, pusing dengan deretan belasan gelar kedua orang ini. Tapi saya merasa, ini sangat menginspirasi. Bahwa apabila kita punya mimpi, lalu bangun dan bekerja keras mewujudkannya, tidak ada yang mustahil. Buktinya sudah ada. Pak Aggy dan Welin. Dan pasti ada lagi yang lain.

Jadi ingat hafalan anak-anak TPQ seberang rumah, “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat…” yang sering dilafalkan sekuat-kuat suara anak-anak itu hingga riuh. Hmm…

*sumber foto, vivanews – media kita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s