Sudut Pandang

2013 : Saya Masih Bodoh


Rasanya benar juga, semakin tua, semakin sulit tersenyum. Kalau senyum saja sulit, bagaimana mau tertawa.  Saya termasuk orang yang sering tertawa. Alhamdulillah…

sarungan bwMeskipun kata guru mengaji saya, banyak tertawa mematikan hati. Baiklah. Saya mengubahnya menjadi, menertawakan diri sendiri saja. Biar afdhol!

Saya mau menertawakan diri sendiri untuk kebodohan yang berulang kali dilakukan. Sepanjang tahun, banyak sekali tindakan bodoh yang berulang. Bodoh menurut saya adalah lawan kata tidak pintar. Pintar itu ya, segala sesuatu dilakukan dengan dasar pengetahuan yang cukup. Melebihi orang kebanyakan.

Semua orang tua mengharapkan anaknya pintar, “Harus lebih pintar dari Ibu, dari Bapak.” Kira-kira begitu. Kebodohan berkait dengan tindakan, perilaku, dan cara berpikir. Setahun ini, begitu banyak perilaku dan tindakan saya yang bodoh, bahkan masuk kategori ‘bodoh sekali’ alias ‘ sangat bodoh’ karena cara berpikir yang tidak pintar. Inilah sebagian kecil daftar kebodohan saya:

–  Malas berpikir ruwet

Mestinya agar terlihat pinter, saya sebagai orang terdidik sampai perguruan tinggi, berpikirnya luas, terstruktur, dan terukur. Menggunakan banyak teori, kutipan dan catatan kaki dari berbagai referensi. Masalah yang ruwet bisa terlihat semakin rumit, sehingga ketika saya mencari solusi jadi tampak makin tampak pintar. Sayangnya, saya malas berpikir ruwet. Cenderung praktis pada solusi dan eksekusinya, daripada ribet muter-muter mempermasalahkan masalahnya.

–  Kerja milih-milih

Mestinya saya memilih pekerjaan yang standar dan umumnya. Bekerja kantoran, meniti karier dengan baik, dan punya ambisi ke puncak pencapaian sebagai pekerja. Tapi saya memilih bekerja maksimal, di atas rata-rata dan standar yang ditentukan. Apa pun jenis pekerjaan itu.

–  Nggak peduli penghasilan

Ini kebodohan yang sering kali saya digoblog-goblogan. Sudah bodoh dikatain goblog. Saya tidak peduli kerja dibayar berapa. Lihat dulu hasil kerja saya, baru silakan, pantesnya saya diupahin berapa. Karena bagi saya, mengupah orang dengan murah untuk hasil yang baik, itu lebih bodoh dari saya.

–  Nggak Belajar Lagi

Inilah biang kebodohan saya, nggak belajar lagi. Tidak ada keinginan dan motivasi untuk belajar. Menambah kepintaran dengan berbagai kursus dan kuliah. Saya malah memilih tidur lagi sambil membaca buku, koran, majalah, atau artikel apa saja sebelumnya. Ketika saya terlelap, saya berharap semua itu mengendap. Tidak menguar, menjadi status fesbuk yang tampaknya pintar, tidak menjadi tweet yang terkesan intelek, tidak juga menjadi suara apa-apa, kecuali menjadi tawa, karena betapa bodohnya saya kalau mengaku bisa dan tahu segala-gala…

–  Nggak Peduli dan Masa Bodoh

Ini adalah ciri orang bodoh yang sesungguhnya versi saya. Nggak peduli dan masa bodoh. Saya termasuk jenis ini. Nggak peduli, siapa saja mau berbuat apa pada saya, mau benci, mau kesal, silakan. Seperti juga saya tidak peduli untuk menyenangkan mereka dengan berbagai cara saya. Masa bodoh, terserah saja. Berinteraksi itu ada timbal balik, ada kode etik, kalaupun tidak terjadi dan sesuai harapan saya, ya masa bodoh saja. Tuhan akan mengembalikan semuanya…

Sungguh masih banyak kebodohan saya lainnya. Kalau diurai, mungkin bisa ratusan, ribuan atau jutaan poin. 2014 saya berharap untuk lebih pintar…

Iklan

2 tanggapan untuk “2013 : Saya Masih Bodoh”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s