SENGGANG

{Film} Memeluk Mimpi Laskar Pelangi


“Sorbonne, Boi…” wajah Ikal memuai, merona dalam puncak bahagia saat melihat Universitas Sorbonne, Paris di depan matanya. Matanya membinar. Dia tatap Arai yang frekuensi rasa bahagianya sama. Dengan menganggukkan kepala, desis suaranya bergetar ketika menyebut, “Paris…”

Mengingatkan kepada kalimat Weh ketika di atas perahu kepada Ikal jauh hari ketika di Belitong sebelum kakinya menginjak bumi Eropa. “Kau kan bise raih mimpi tertinggi.” Kini semua menjadi nyata.

LaskarPelangi-2-Poster Dibuka dengan adegan Ikal (Lukman Sardi) dan Arai (Abimana) diusir Van der Wall, pemilik penginapan karena terlambat datang dan tidak ada kabar. Saat tengah malam dalam cuaca di bawah nol derajat dan empasan dinginnya salju. Hingga Ikal nyaris mati kedinginan, serta menunjukkan bagaimana Arai sangat melindungi dan bertanggungjawab pada sahabat sekaligus sepupunya itu.

Film Laskar Pelangi 2 –Edensor membawa pada spirit mewujudkan mimpi-mimpi. Tidak ada yang tidak mungkin. Dua pemuda kampung dari Belitung, Ikal dan Arai mampu mewujudkan impiannya kuliah di perguruan tinggi terkemuka di Paris berkat beasiswa. Sorbonne, kampus yang memiliki magnet luar biasa, sehingga menarik banyak mahasiswa dari berbagai belahan dunia.

Dan mengalirlah cerita suka duka Ikal dan Arai. Pasang surut persahabatan keduanya, juga romantika kehidupan kampus dengan mahasiswa dari berbagai negara. Hingga pertarungan nilai-nilai budaya dalam pergaulannya.

Ikal yang merasa anak kampung, dari negara dunia ketiga pula, lebih nyaman bergaul dengan Manooj (Punjab), Gonzales (Guadalajara), dan Ninochka (Georgia). Dengan latar belakang negara yang tidak jauh beda, mereka lebih cepat sublim dan menyatu dalam genk kecil yang mereka sebut Pathetic Four. Begitu rupa interaksi berkawan mereka. Tapi yang menarik dari semuanya adalah Ikal mampu megajak mereka dangdutan dengan lagunya Rhoma Irama. Idola Ikal yang posternya pun di pasang pada dinding kamar di apartemennya.

Kemampuan Ikal membawa nilai timur, tidak hanya mengenalkan si raja dangdut saja. Ketika Ikal kemudian dekat dengan Katya, mahasiswa sekampusnya, pujaan banyak mahasiswa lainnya. Ikal bukan saja mampu menaklukkan Katya, si cantik sempurna dari Jerman tapi mampu menghadirkan nilai, kekuatan nilai timur, bekal dari Belitung. Katya bertekuk lutut dengan konsep cinta yang dibawa Ikal. Menarik sekali cara mengemasnya.

“Kenapa ini kau lakukan setelah kita putus?” tanya Katya ketika Ikal mencium keningnya. Begitulah, cinta tak bisa dipaksakan. Karena dalam diri Ikal, A Ling si cinta pertamanya tak pernah pergi dari hatinya. A Ling pula yang meluruhkan kesenjangan hubungan Ikal dengan Arai. Ketika keduanya sempat berbeda paham, karena Ikal merasa Arai terlalu memproteksinya, menganggapnya seperti anak kecil, dan berujung pada perselisihan yang tajam.

Pencarian A Ling oleh Ikal dan Arai membawa penonton melengkapi ‘blusukan’ di berbagai sudut kota Paris. Film ini tidak hanya menghadirkan ikon besar Paris, Menara Eiffel, tapi sudut kota lainnya yang eksotis. Karena sebelumnya, selain Sorbonne, setting sudut Paris disajikan dengan berbagai usaha Ikal dan Arai untuk survive – dengan menjadi pelayan kafe maupun badut putri duyung.

Banyak yang menarik dan segar di film besutan sutradara Benni Setiawan ini. Hanya di film ini, Ikal bisa berdialog imajiner dengan Adam Smith dan Bang Haji Oma. Akting Lukman Sardi dan Abimana kuat sekali, walaupun harus berdialog dalam bahasa Prancis hampir di keseluruhan film. Bahasa yang sengaunya seksi. Kehadiran Astrid Roos sebagai Katya juga pas, selain munculnya talent lain yang pernah terlibat di film adaptasi tetraloginya Andrea Hirata sebelumnya. Tak perlu disangsikan peran Mathias Muchus, Arswendi Nasution dan Shalvynne Chang sebagai A Ling.

“A Ling ada di sini…”

Mimpilah yang tinggi, lalu kesungguhan dan cinta akan menggerakkan mimpi itu nyata. Laskar Pelangi 2 – Edensor produksi Mizan Production dan Falcon Pictures, sebuah film yang mengemas mimpi dalam kesungguhan dan cinta itu. A Ling cantik. Pantas Ikal tergila-gila walau baru melihat kuku jari tangannya… Tontonan pilihan di libur akhir tahun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s