SENGGANG

{Film} Jejak Hanum di Eropa


“Saya punya cara lain,” kata Fatma sambil mencegah Hanum yang hendak melabrak dua orang di meja sebelah pada sebuah kafe.

Fatma Pasha, muslimah cantik keturunan Turki itu tahu persis bagaimana menampakkan wajah Islam yang damai. Diskusi yang dianggap sarkas dan penuh penghinaan oleh Hanum tentang croissant. Roti berbentuk bulan sabit seperti lambang bendera Turki sebagai tanda kebebasan Wina dari Turki Ottoman yang dipimpin Kara Musafa Pasha tahun 1683, disikapi dengan sangat elegan oleh Fatma.

“Nanti kamu tahu, Hanum…”

sumber internet Tambah Fatma ketika Hanum (diperankan Acha Septriasa) masih terus tidak bisa terima dengan perlakuan temannya itu. Membayari kedua orang di meja sebelahnya yang dianggap telah menghinanya, bahkan menghina keyakinannya.

Itu hanyalah salah satu adegan menarik dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa besutan sutradara Guntur Soeharyanto yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama karya Hanum Rais dan Rangga Almahendra. Film kesekian yang diangkat dari buku laris. Dan film kesekian yang penulis bukunya ikut bermain dalam film itu.

Dengan opening naratif, penonton dibawa ke Wina masa lalu. Tentang sejarah Wina tahun 1683 dan masuk dengan mulus ke ruang kelas di sebuah sekolah dasar. Ada Aishe yang kemudian menjadi pijakan masuk ke cerita. Aishe, gadis kecil berkerudung yang terus diolok-olok oleh Leon teman sekelasnya.

Sejarah memang akan terus hidup dan memiliki sudut pandang serta pengikutnya sendiri. Aishe adalah anak Fatma Pasha diperankan dengan baik oleh Raline Shah, keturunan Kara Mustafa Pasha, pemimpin militer Turki Ottoman yang lukisannya di Museum Wina diberi keterangan “Seorang penjahat”.  Sementara Leon adalah bagian dari generasi di Wina yang mewarisi spirit pemenang sekaligus hidup dalam sebuah komunitas mayoritas.

Namun pada akhirnya, setiap orang akan menjadi inspirasi dan jalan hidayah bagi lainnya. Aishe adalah jalan kebahagiaan dan kegairahan Hanum di Wina yang mulai bosan hanya menjadi penunggu suaminya (diperankan Abimana) yang kuliah. Perkenalannya dengan Fatma sekaligus membawanya kepada Aishe. Dan pada suatu ketika, Aishe dengan keistimewaannya menjadi jalan hidayah bagi Marion, teman Fatma yang bermukim di Paris.

“Tante kalau mau mengaji harus pakai kerudung,” kata Aishe sambil memberikan dan memasangkan kerudung kepada Marion yang diperankan oleh Dewi Sandra.

Bersama Fatma dan Aishe, Hanum memulai pencariannya terhadap misteri jejak Islam di Eropa. Fatma membawanya ke Bukit Kahlenberg atau bukit telanjang, karena dari bukit itu kita bisa melihat semua seantero Wina. “Di sini semuanya dimulai,” jelas Fatma. Lalu ia bercerita kembali, sejarah penaklukkan Wina.

Selanjutnya perjalanan Hanum dengan menghadirkan wajah kota Wina dengan bangunan tua eksotis yang terpelihara. Wajah arsitektur dan pesona Wina akan banyak muncul di film ini. Ya, kemudian film ini akan membawa kepada eksotisme Paris, ketika Hanum turut suaminya dan berkeliling Paris bersama Marion, teman Fatma. Kedua wanita cantik ini akan mengajak bertamasya, dari ke Museum Louvre, Notre Dome, Les Invalides dan tentu saja Menara Eiffel tempat Rangga azan ketika waktu maghrib tiba.

Di Paris, pencarian jejak Islam akan dijelaskan dengan baik oleh Marion. Selain tentang jilbab Bunda Maria, juga tentang jalan lurus ke timur yang dibangun oleh Napoleon selepas dari Mesir.

Film ini mengenalkan banyak hal tentang fakta bahwa Islam pernah berjaya di Eropa. Selain banyak dialog tentang wajah Islam damai dengan baik. Meski secara dramatik berjalan lamban, konfliknya terlalu lembut, dan hmm, harus bersambung… Namun sang sutradara mampu membungkusnya dengan keindahan Wina dan Paris. Dan dijanjikan tentang indahnya Cordoba, Granada, Istambul, mungkin Sicilia di part 2 film 99 Cahaya di Langit Eropa. Ada Fathin lho…

Iklan

2 tanggapan untuk “{Film} Jejak Hanum di Eropa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s