SENGGANG

Mbok Beres


Ada yang membuat saya tersenyum setiap kali teringat hal ini. Ini peristiwa sudah lama sekali. Dulu, waktu masih baru pengantin baru, ceritanya harus sowan – walau sebenarnya jalan-jalan – ke para sesepuh di berbagai kota. Salah satunya ya ke Klaten, tempat kakak saya.
Apa yang bikin senyum, ceritanya…

“Makan dulu, Mas…” kata istri saya yang waktu itu cantik jelita.
Mendengar kata makan, otomatis dong, saya langsung refleks celingukan mencari tempat makan. Kalau bisa menu yang baru, kalau tidak bisa ya tempat makan yang sudah terekomendasi enak dan makyusnya. Nah, saat celingukan di Terminal Bendo Nggantungan itulah mata saya terpikat tulisan ini;

‘Ayam Bakar Mbok Beres’

Seketika saya colek dengan mesra dan aduhai perempuan cantik jelita kala itu agar melihat apa yang saya tunjukkan. Hmm, dia tersenyum. Akhirnya senyum itu membawa langkah sepasang pengantin baru itu ke Ayam Bakar Mbok Beres. Hahaha… mleset sedikit dari ayam bakar terkenal yang punya nama dan cabang di mana-mana itu.

Klaten yang saya kenali pertama kali adalah Cawas. Sekitar pertengahan 90-an.
Salah satu kecamatan sekitar 25 kiloan dari Klaten, tempat kakak saya pertama kali ditempatkan sebagai PNS Departemen Kesehatan RI. Sekitar satu jam naik angkutan, dari terminal Bendo Gantungan atau lewat… aduh kok saya lupa namanya ya! Banyak angkutan ke Cawas pokoknya. Tidak jauh dari Pedan, sentra produksi kain lurik. Jadi ingat, dulu sempat jadi gerakan nasional pakai lurik. Karena memang mudah sekali dijumpai alat tenun lurik di rumah-rumah penduduk. Walau sebagaian besar mereka yang menenun adalah simbok-simbok yang usianya sudah lanjut.

Di dekat Cawas juga ada Makam Sunan Bayat di bukit kapur yang dikelilingi pepohonan jati. Siapa Sunan Bayat? Dia adalah tokoh penyebaran Islam, sering disebut Sunan Pandanaran atau Sunan Tembayat. Sebelum menjadi Sunan, beliau adalah Bupati Semarang yang dalam film Sunan Kalijaga digambarkan sebagai bupati yang tamak, lalu sadar dan insyaf setelah bertemu Sunan Kalijaga. Itu di film ya, sebaiknya baca buku sejarah saja, biar lebih afdol.

Dengan menaiki Pramex, kereta komuter Prambanan Express perjalanan menuju Klaten disuguhi udara sejuk dan segar. Susah didapat kalau di Jakarta. Dengan gerbong yang tidak terlalu penuh, pemandangan sawah luas menghampar, ladang jagung yang siap petik tak terhalang. Walaupun hanya setengah jam, sempat juga di antara peserta writing trip yang mengantuk dan tampaknya pulas…

Lagi-lagi saya merasakan pelayanan kereta api yang berbeda. Setelah semalam berbincang dengan kondektur yang ramah di KA Ekonomi Brantas, pagi ini saya mendapati kondektur KA yang ramah juga. “Saya orangnya disiplin, Dik! Walaupun masih ada yang beli tiket, kalau jamnya harus berangkat ya harus jalan…” katanya.

“Kereta kan nggak nunggu penumpang ya, Pak,” Soson sok akrab menimpali.
Lelaki dengan seragam putih, celana biru tua dan topi dinasnya tampak tersenyum. Dengan alat pembolong tiket di tangan, matanya tampak tajam menatap.

“Iya, penumpangnya yang butuh kereta, jadi kita saling membutuhkan,” katanya.
“Hitam kereta api, biar hitam banyak yang nunggui…” tiba-tiba Ali menyela, maksudnya ngebodor, tapi garing. Tak apa, beberapa orang masih sempat tersenyum kok.

Stasiun Klaten hanya setengah jam perjalanan dari Solo Balapan. Dan ternyata benar. Di Stasiun Klaten rombongan writing trip turun. Kereta tak berhenti lama, dia akan terus melaju menuju Kutoarjo, entah berapa stasiun lagi. Melewati Prambanan, Jogja, Wates, dan Purworejo untuk nanti balik lagi ke Stasiun Balapan. Hehe, bolak-balik aje kaya ingus, Bang! Dan seperti biasa saudara-saudara…, ritual turun kereta, selalu dilanjutkan dengan berburu toilet. Owalah masih muda kok udah pada beser.

Sekarang rumah kakak saya ratusan meter saja dari stasiun. Sementara menunggu jemputan, ya foto-foto lah! Hmm…

Catatan #5Writing Trip Fun Institute – Exploring Jogja-Solo

Iklan

2 tanggapan untuk “Mbok Beres”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s