Sudut Pandang

Lebaran #2


Lu di rumah kan?

Ada

Ya udah, gue ke rumah ya.

Ok, jangan pake nyasar ya…

Itu rekaman bbm saya dengan Zaenal, teman saya yang istimewa. Dia itu orang hebat, karena bisa mewujudkan cita-citanya. Hidup dari menulis! Dan setelah hampir sepuluh tahun berjibaku, dia mendapatkan banyak hal dari menulis. Terus terang saya salut bukan main. Dia sering saya jadikan contoh dalam beberapa forum, kalau saya harus bicara tentang motivasi menulis.

lebaran2 - 1Maka, hari kedua lebaran, saya ngopi dan makan uli goreng sambil ketawa-ketiwi. Ngopi itu asyik, bikin ngobrol jadi makin legit. Dan uli goreng itu memang menu istimewa. Nasi ketan yang ditumbuk hingga halus. Kalau hangat enak sekali, tapi kalau sudah agak lama ya mengeras. Nah, ketika digoreng…

Hmm, makyuss banget deh! Apalagi musuhnya kopi.

Begitu dihidangkan, uli goreng yang hangat itu langsung jadi bagian yang meramaikan mulut, dikunyah sambil terus ngobrol. Berebut ruang dengan kata-kata. Nikmat apa lagi coba yang mesti diingkarkan. Toples berbagai kue lebaran, sama sekali tidak laku. Kalah pesona sama uli goreng hangat dan aroma kopi yang menguar…

Tidak perlu lah saya bilang, ngobrol apaan.

Yang jelas, dalam obrolan itu, sering melesat tawa yang berderai-derai. Ini cuma cara saya dan Zaenal menikmati lebaran. Lebaran orang yang sama-sama tidak punya mudik. Karena sama-sama orang Betawi. Zaenal Betawi tulen, saya Betawi jadi-jadian alias imitasi atau kawe. Jadi meski berdua, ya ramai bukan main…

“Lebaran sekarang gampang habisnya, Zae…” kata saya. “Abis shalat ied, muter bentar, jam sepuluhan udah selesai.”

“Iya, padahal dulu waktu gue kecil, rame…”

“Iya…”

“Bisa semingguan. Di lapangan kampung ada pasar malem, ada banyak orang jualan, kayaknya rame, lama…”

lebaran2 - 2Ya, begitulah. Tidak ada yang serius. Walau sebenarnya kalau mau dikaji serius, fenomena ini juga pasti bisa jadi skripsi, tesis, atau disertasi doktoral. Tapi orang model kayak saya, mana bisa serius. Kalau serius malah aneh, nanti malah dikira sakit…

Habis Zaenal, si kembar Eva dan Evi kasih kabar kalau mau ke rumah. Dua anak kembar ini, luar biasa. Semuanya kuliah di jurusan Matematika. Satu di UNJ – Universitas Negeri Jakarta, satunya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hmm, dashyat kan. Keduanya kompak banget, termasuk ketawanya yang lirih.

Maka jadilah lebaran makin meriah. Hanya bergonta-ganti saja yang memeriahkan rumah. Siapa sih Eva dan Evi ini. Dia panggil saya, ‘Om’. Saya tidak keberatan, karena memang saya seumuran mamanya. Kedatangan mereka pun membuat ruang tamu penuh tawa.

“Tadi mau belok sini ada anjing, Om…” kata Eva.

“Iya, kita takut…” sambung Evi.

Nyeritain takut sama anjing tapi sambil senyum. Jadi horornya di mana ya? Ya sudahlah. Tamu lain berdatangan. Termasuk Dina sama keponakannya, si Princess Yasmin. Akhirnya mereka mengambil posisi pewe masing-masing. Yang penting sudah kenyang.

Lebaran jadi ramai…

Iklan

Satu tanggapan untuk “Lebaran #2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s