Sudut Pandang

Rendang Nuke dan Bakso Jumbo Pak Parno


Lebaran kali ini asyik banget jelajah lidah di rumah…

Menjelang lebaran saya mendapat kiriman rendang buatan Nuke. Setelah beberapa hari sebelumnya, mengirim pesan di inbox, dengan agak mengancam. “Pokoknya minta alamat Kang Tep. Harus…” Tentu saya bahagia, karena rendang bukan lagi makanan khas Indonesia, tapi sudah mendunia. Bila disebut lima atau bahkan hanya dua saja, makanan Indonesia yang mendunia, rendang adalah salah satunya.

“Kalau enak bilang ke teman-teman ya, Kang…” pintanya.

rendangBegitu bedug maghrib, semangat saya buka puasa dengan rendang kiriman Nuke makin tak tertahankan. Tentu saja, saya akan bilang…

“Enak banget, Ke…”

Lidah saya itu hanya bisa merasa dua saja soal makanan. Enak sama enak banget. Dan saya baru tahu, ternyata Nuke itu memang buka usaha dan menerima pesanan. Nuke yang berdarah Minang memang tak lagi diragukan. Akhir Ramadhan kemarin, lidah saya dimanjakan oleh rendangnya Nuke. Silakan yang mau pesan…

Nuke ini orangnya nggak tegaan kayaknya. Agar rendang tak sendirian di jalanan. Dia menyertakan setoples kastengel untuk menemaninya. Mungkin biar rendang ada teman ngobrol di jalan. Dari Matraman sampai Kunciran kan lumayan bisa saling curhat. Hehe…

Terima kasih ya, Ke…

Malam takbiran, lalu lintas kiriman makanan makin padat. Ada yang mengirim ketupat, opor ayam, sayur dan macam-macam lah. Padahal istri saya sudah memasak sedemikian rupa, seperti orang-orang lain yang memasak istimewa, bahagia menyambut lebaran. Maka meja makan saya di ruang tengah pun penuh.

Saling memberi hadiahlah, agar kalian saling sayang menyayangi.

            Saya meyakini hal-hal seperti ini. Kasih sayang itu tumbuh salah satunya karena di antara kita saling menghadiahi. Tidak harus mahal, mewah, dan besar. Sekadar senyum, air putih, gantungan kunci, misalnya. Selain itu, saya sangat yakin, kebaikan akan tumbuh menjadi pohon yang juga berbuah kebaikan. Apa pun bentuknya dan entah kapan waktunya.

Lalu saya mendapat kiriman gulai tunjang  dari Ria. Dua hari saya makan dengan gulai yang dimasak sendiri oleh teman saya yang baik itu. Saya juga harus menyebut Dina yang datang bersama Princess Yasmin membawa kue Putri Salju kesukaan saya. Hmm, saya ini rakus apa doyan ya, kok semua saya sebut kesukaan, hehe…

baso jumboEalah…

Ternyata Yanti yang datang bersama Retno, membawakan saya bakso Pak Parno. Bakso yang dibawa dari Sunter dan masih hangat ketika sampai ke Kunciran. Bakso yang gedenya bikin kenyang karena melihatnya. Tiga butir bakso saja, membuat mangkuk penuh. Hmm!

“Saya biasanya, satu bakso dimakan berempat, Kang…” kata Yanti.

Maka, istri saya pun membelah bakso jumbo Pak Parno itu menjadi empat. Maka mangkuk itu pun makin penuh dengan potongan bakso. Masakan istri saya menjadi kurang laku hari itu. Karena tetamu lebih memilih makan bakso jumbo itu. Benar saja, komentarnya sama…

“Dibelah empat saja kenyangnya begini, gimana makan satu sendirian ya…”

Tamu sesi pertama pulang, berganti dengan tamu sesi berikutnya. Cerita tentang bakso jumbo terus berlanjut. Saya harus bilang kepada Yanti, “Baksonya Pak Parno eduuun…” Sudah nggak penasaran lagi dah. Rasanya, makan seperempat saja kenyangnya bisa empat hari, kalau satu bisa kenyang sebulan kali ya… Tapi bukan berarti kapok lho!

Beberapa waktu kemudian, saya menemukan bakso serupa dekat rumah saya. Nanti saya tuliskan tersendiri yaaa… Jadi Yanti nggak perlu bawa jauh-jauh bakso supergede dari Sunter 🙂

Lebaran yang indah…

Iklan

2 tanggapan untuk “Rendang Nuke dan Bakso Jumbo Pak Parno”

  1. waaah lintas kuliner, eh apa wisata kuliner, ya… heheh..
    orang baik memang banyak rezeki, salah satunya dapat banyak kiriman makanan.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s