Story & History

Shinta


Ada beberapa nama Shinta yang saya kenal. Waktu SMA ada teman saya yang namanya Shinta. Waktu kuliah, dia juga sekampus dengan saya, beda jurusan saja. Dia baik sekali. Royal, suka menraktir teman-teman dekatnya. Anaknya anggota dewan rakyat di salah satu provinsi di Sumatra. Tentu dari partai yang berkuasa waktu itu. Keren lah…

Dia pacaran sama teman dekat saya…

Ya, pacaran yang penuh liku. Teman saya ini cool banget. Anaknya pejabat listrik negara di sebuah kabupaten di Jawa Barat. Solidernya tinggi! Urusan teman, membelanya di luar dugaan. Dahsyat lah!

Keduanya akhirnya menikah. Bahagia dengan satu anaknya yang dinanti cukup lama. Dan saya sudah lama juga tidak ketemu mereka. Semoga mereka sehat, bahagia, dan makmur sentosa. Aamiin.

Kemudian saya punya teman editor di sebuah grup penerbitan besar, namanya juga Shinta. Meski beda anak perusahaan, tapi kami sering bertemu. Bahkan pernah menjadi teman seperjalanan ke luar negara mengemban tugas dari kantor. Ya, anaknya cool, bacaannya dahsyat. Ketelitian dan kecermatannya patut menempatkan dirinya menjadi editor mumpuni.

Ketika saya keluar dari sana, ia masih di sana. Kabar terakhirnya, ia menjadi editor in chief. Dan dia memang sangat pantas untuk itu. Semoga dia berbagia dengan pekerjaan, dengan keluarga kecilnya, dengan anaknya yang mulai besar. Menjadi ibu yang luar biasa dalam keluarga yang bahagia. Aamiin.

Ada Shinta yang lain…

Shinta ini dulu masih SMA kelas dua waktu saya kenal. Orangtuanya mengontrak rumah tak jauh dari rumah saya. Dia anak tertua, pintar, dan ramah. Aktivis Rohis di sekolahnya. Dia menjadi juara olimpiade fisika untuk tingkat kota. Lalu menjadi utusan ke lomba level provinsi. Dan itulah yang membuat Walikota Tangerang jatuh hati, memberi beasiswa kuliah di universitas negeri di Semarang.

kover-Rinai1Sekarang dia sudah sarjana. Dia kuliah tepat waktu, bahkan lebih cepat dari seharusnya. Saat SMA itu, saya mengajaknya untuk mengurusi TPA. Ternyata dia juga berkeinginan untuk membantu mengurusi. Jadi kloplah! Sepulang sekolah, sore hari habis asar sampai jam lima, dia mengajari anak-anak komplek membaca Iqra. Mungkin inilah yang membuat jalan hidupnya lapang, mengabdikan diri dengan ketulusannya.

Semoga dia menjadi muslimah yang beruntung, hingga nanti mencapai cita-cita sesungguhnya. Menikah dengan laki-laki shaleh, hidup dalam kesakinahan, mawaddah, dan rahmahnya. Lalu dikaruniai anak-anak yang shaleh dan shalehah. Aamiin…

Shinta berikutnya adalah ibu rumah tangga yang luar biasa. Dia menulis, mengantarkan anaknya menjadi penulis. Saya termasuk yang turut bangga. Keseriusannya belajar menulis, fokusnya, dalam helaan pekerjaan rumah tangga yang padat. Mampu membuatnya menjadi penulis yang produktif. Semoga beliau terus dijaga kesehatannya, mengantarkan anak-anaknya tuntas studinya, menjadi anak-anak membanggakan. Seperti juga anak-anaknya yang membanggakan bundanya. Semoga, aamiin…

Shinta yang terakhir…

Shinta tanpa huruf ‘h’. Sinta…

Dia adalah penulis luar biasa.Nama lengkapnya Sinta Yudisia. Beberapa kali saya menangani naskahnya. Hal pertama yang terucap setiap kali membaca naskahnya adalah kekaguman saya pada risetnya yang sungguh-sungguh serta kesabarannya mengolah data. Memecahnya menjadi cair, sehingga naskahnya tidak sedang mempresentasi data-data. Tapi Sinta menjadikannya pemandangan yang indah dalam perjalanan membaca naskahnya.

Dia juga haus belajar, terus sekolah. Terus menulis, terus berjuang. Baru saja dia menulis buku Kitab Cinta. Padahal novel sebelumnya, oleh-olehnya dari perjalanannya ke Palestina bersama tim Bulan Sabit Merah Indonesia yang berjudul Rinai, belum selesai saya baca. Padahal saya janji meresensinya. Maaf ya Mbak Sinta, nanti kalau selesai saya baca, saya review. Semoga teman saya ini, tetap produktif, sehat wal afiat, karena begitu banyak orang membutuhkan pencerahan melalui karya-karyanya.

Demikianlah para Shinta dalam hidup saya… hehe…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s