FUN Institute

Cerita Satu dari Holiday Class #2


“Seru!” kata Sansan, peserta dari Tangerang yang baru naik kelas 5 sekolah dasar. Sansan atau Tsania adalah salah satu dari teman sebayanya yang ikut program Holiday Class. Pelatihan menulis selama dua hari, dalam rangka mengisi liburan sekolah yang diselenggarakan Fun Institute.

Seru, gokil, menyenangkan, asyik…

holidayclassall Itulah kesan mereka di akhir acara. Dua hari telah mengubah pikiran mereka tentang apa itu menulis. Dengan metode yang sederhana dan sentuhan personal, dunia menulis telah menjadi ladang terang yang membuat mereka seperti disulut sumbunya, sebentar-sebentar meledak. Ya, meledakan ide-ide yang bersliweran begitu penuh di otak mereka.

Hari pertama…

Seperti biasa, masih malu-malu ketika datang. Ada orang tua yang mengantarkan, dan berpesan, “Tolong Mas, dia pendiam banget…” Saya hanya tersenyum. “Kalau nggak ditanya nggak bunyi,” kata ibunya. Saya malah tertawa sambil menimpali, “Kayak gong aja, kalau nggak dipukul nggak bunyi…”

Sehari sebelumnya, ada seorang ibu mengantarkan anaknya. “Biar dia tahu dulu tempatnya, jadi besok nggak kaget,” katanya, “Habis dia anaknya jarang bergaul…” Saya hanya tersenyum, “Oh, silakan… Mau pinjem buku juga boleh.” Anak itu tampak antusias dengan banyak buku di ruang saya menerimanya. Seketika ia malah menjadi sosok yang haus baca. Langsung menelisik untuk memilih buku yang hendak dia baca. Ia memilih…

“Kok, bisa ya…” bisik ibunya heran melihat anaknya langsung ‘on’. Saya sekali lagi hanya tersenyum.

hc-3    Erawati membuka materi pagi itu. “Kita semua bisa jadi penulis… blab la bla…”

Satu per satu slide bersliweran mengikat perhatian peserta. Sebuah film pendek ditayangkan. Banyak contoh disampaikan. Sorot mata peserta terlihat berbinar…

“Nanti fotomu ada di sini. Di deretan penulis terkenal…” kata Era.

Setelah makan siang, sholat dan istirahat, tibalah saatnya menulis… Saya memandu mereka. Membantu mereka mengeksplorasi ide-ide, dan seterusnya. Agar tulisan mereka lebih fokus dan terstruktur. Tidak butuh waktu lama. Mereka sepi…

Ya menulis…

Saya bebaskan mau menulis di mana saja, boleh di kelas, di saung, di ruang bawah, di bawah pohon mangga, di tenda kafe. Silakan, terserah. Termasuk dengan gayanya mau bagaimana. Tengkurap, sok mikir, sok jaim…

Dan yang lebih seru adalah sesi presentasi!

Mereka membacakan karyanya. Dahsyat! Inilah yang membuat saya selalu bersemangat jika bersama anak-anak itu. Banyak ide liar, tidak terduga, tersilap dari logika orang dewasa. Semuanya menarik. Tepuk tangan mengiringi setiap ending selesai dibacakan.

hc-1 Cerita petualangan yang menjadi tema hari itu, muncul menjadi berbagai cerita. Ada cerita petualangan yang serius, ada yang empatik, ada yang komedik. Ketika cerita itu dibacakan, tak henti-henti tawa berderai dari teman-teman kecil saya di kelas itu. Cara berceritanya lancar, strukturnya benar, dan kontennya… Eduun, kocak banget!

Dan tahukah, siapa yang menulis cerita petualangan super kocak itu?

Ya, anak yang tadi pagi diantar ibunya. Dan ibunya bilang, “Dia pendiem banget…”

Nah lho!

Nanti saya sambung lagi ceritanya ya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s