FUN Institute

Holiday Class #2


“Kapan ada lagi Holiday Class, Mas?”

Tidak banyak yang tanya, tapi setidaknya orangtua para peserta program Holiday Class #1 bertanya. Saya tidak tahu, apakah kelas menulis untuk mengisi liburan anak-anak itu memang bermanfaat. Apakah bisa menjadi alternatif yang positif untuk mengisi liburan. Karena memang dengan segala keterbatasannya waktu itu, program ini digulirkan.

“Insya Allah,” jawab saya.

“Ditunggu kabarnya ya Mas…”

holidayclass2iiSetahun ini memang banyak hal terjadi di Fun Institute. Ada daya dan energi kuat untuk terus berkembang, untuk terus melangkah. Tentu Fun Institute ingin menjadi besar. Tapi dia harus tumbuh dengan kokoh, tidak terburu, tidak tergesa.

Fun Institute tumbuh perlahan, bukan semata-mata tempat belajar menulis saja. Bukan karena kelas-kelas reguler kepenulisan semata. Tapi tumbuh dengan banyak napas. Menjadi tempat belajar kehidupan. Meluas…

Siapa pun boleh tumbuh menjadi dirinya sendiri. Menemukan hakikat jati dirinya. Diskusi bisa beralih tema, bisa beralih tempat, memenuhi semua sudut di mana kata-kata masih bisa leluasa bersuara.

“Bisa privat nggak, Mas…” tanya salah satu orangtua alumni Holiday Class #1. “Sayang kalau harus terputus.”

Salah satu orangtua itu datang khusus. Berharap ada tempat, ada waktu, dan ada ruang untuk anaknya, melanjutkan eksporasi potensi kepenulisannya. Maka, sepakat dengan jalan tengah, privat itu pun dibuka. Dengan pola yang sangat rileks, dengan model pertemuan yang sangat kompromis, mau di mana dan kapan, walau dengan targetan yang tetap saja jelas.

Banyak mimpi dipilin di Fun Institute…

168844_10150961822413819_903162804_nHoliday Class adalah salah satu mimpi itu. Bukan mimpi besar yang tak terkejar, tapi mimpi besar yang membesarkan. Kelak mereka menuliskan tentang kebesaran penciptaan Tuhan, proses mereka menjadi besar, dan menulis hal-hal yang membesarkan hati, semangat, dan cita-cita. Melintasi zaman, melintasi waktu. Membangun jejak hidup, bahwa untuk menjadi besar, selalu berawal dari kecil. Lalu, kesadaran bertumbuh tercatat detail. Pernah salah, boleh keliru…

Seperti jalan yang tak selalu lurus dan datar. Ada banyak kelokan, tanjakan dan turunan. Membangun mimpi, ya seperti itu. Kelak ada yang menjadi penulis, tapi akan lebih banyak yang menjadi ‘seseorang’ dengan capaian cita-citanya yang menulis. Dokter yang menulis, astronot yang menulis, insinyur yang menulis, guru yang menulis…

Dan suatu saat itu, ada ingatan kecil yang menjadi daya besar.

“Untung dulu aku ikutan Holiday Class…”

Mengumpulkan ingatan yang menjadi daya, tentu harus sedemikian intens. Agar tak henti eksplorasi menjadi kepuasan diri. Karena ia harus menjadi daya yang mendayaguna. Menjadi manfaat bagi yang lain. Menjadi maslahat bagi sekeliling.

Tahun ini ikutan lagi ah… 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s