Sudut Pandang

Tinggal Pilih


cerita kotakuIni cerita tentang pemilukada…

Hanya cerita, karena memang sepanjang tahun akan terus ada pemilukada di negeri kita yang luasnya membentang tak terkira itu. Ada ratusan kabupaten dan kota, ada puluhan provinsi. Semua itu masih terus bermekaran, selalu ada berita tentang lahirnya kota dan kabupaten baru, juga provinsi baru. Maka, saya pun ingin cerita tentang pilkada di tempat saya, hehe…

Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Tangerang. Kota satelit yang berbatas langsung dengan DKI Jakarta di sebelah barat dan sedikit di selatan. Hawa hangat sudah makin terasa, karena tahapan pencalonan sudah masuk ke penetapan pasangan. Asyik ya…

Jadi beberapa hari ke depan, baligo, spanduk dan berbagai alat peraga kampanye akan berubah. Dari yang tadinya, mejeng sendirian, jadi berdua, karena sudah dapat pasangannya. Sekaligus akan terlihat pilihan brand-nya, mau wajah seperti apa yang akan disampaikan ke pemilihnya.

Setidaknya saya mencatat bakal ada lima pasang, mungkin nanti lebih. Ada tiga birokrat di level puncak pemerintah Kota Tangerang yang akan bertarung. Arief Wismansyah – wakil walikota petahana, Dr. Harry Mulya Zein atau HMZ – sekretaris daerah pemerintah kota saat ini, dan Ir. Ahmad Mardju Kodri, direktur PDAM Kota Tangerang. Ketiganya maju untuk menjadi nomer satu, menjadi T1, Tangerang 1, alias Walikota.

Ketiganya sudah mendapatkan pasangan dan dukungan partai. Arief menggandeng Sachrudin, Camat Pinang sebagai calon wakil walikota. Pasangan ini diusung oleh Partai Demokrat, yang ‘kebetulan’ Ketua DPW Partai Demokrat adalah Wahidin Halim, walikota incumbent yang sudah menjabat dua periode Walikota Tangerang.

HMZ
Harry Mulya Zein

Harry Mulya Zein atau HMZ berpasangan dengan Iskandar Zulkarnain, Ketua DPD PPP Kota Tangerang. Pasangan HMZ-Iskandar diusung oleh Gerindra, PPP dan PKNU. Sedangkan Ahmad Marju, memilih wakilnya penyanyi dangdut Evie Tamala. Ehm! Mardju dan Evie diusung Partai Hanura dan koalisi partai nonparlemen.

Selain birokrat, calon lain didominasi oleh para anggota legislatif, baik DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota. Miing alias Tb. Deddy Gumilar (anggota DPR) berpasangan dengan Suratno Abubakar (anggota DPRD Kota sekaligus Ketua DPD PAN Kota Tangerang). Pasangan ini diusung PDI Perjuangan dan PAN. Terakhir, pasangan Abdul Syukur – Hilmi Fuad, keduanya anggota DPRD Provinsi Banten, keduanya juga ketua DPD. Syukur, yang notabene adik kandung Wahidin Halim, adalah ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang. Sedangkan Hilmi Fuad adalah ketua DPD PKS Kota Tangerang.

Coblosannya masih 31 Agustus nanti.

Sebagai warga kota yang baik, saya pasti akan memilih. Belum tahu yang mana, tapi saya akan cari tahu nanti. Setidaknya, sebagai pejabat publik dan calon pejabat publik pasti ada rekam jejaknya. Saya yakin, semua yang melaju ini pasti punya iktikad baik, memperjuangan perbaikan dan mempertahankan kebaikan. Memperjuangkan kemakmuran masyarakat, kemudahan akses publik, banyak lah.

Saya yakin, semua calon sudah melampaui ukuran, kriteria, dan kesanggupan memimpin kota. Setidaknya nasib 2.058.335 jiwa penduduk kota di 13 kecamatan dan 114 kelurahan itu tidak hanya diperlakukan sebagai angka. Hanya penting dalam hitungan suara pemilukada. Tapi juga penting diperjuangkan kesejahteraannya, hak pelayanan kesehatan, pendidikan dan hajat hidup lainnya.

*Catatan menjelang Pilkada Kota Tangerang 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s