FUN Institute

Holiday Class #1


holiday class

Setahun yang lalu, hanya selang berapa bulan sejak berdirinya FUN Institute, digelarlah Holiday Class. Program kelas menulis buat mengisi liburan sekolah anak-anak. Saat itu, materi yang diberikan adalah fun writing. Intinya mengeksplorasi potensi kepenulisan peserta yang umurnya 8-14 tahun itu.

Ada Amel yang baru kelas 4 sekolah dasar, tapi sudah bisa mengekplorasi ide cerita yang tak terduga buat orang dewasa. Ada Nurin, Salwa, dan Ramiza yang sudah SMP. Karya dari Salwa dan Ramiza malah sudah melangkah jauh, menembus media. Bahkan Ramiza lebih intens, salah satu naskahnya sedang dalam proses terbit di sebuah penerbit besar. Tak cukup dengan itu, sekarang ia sedang menggarap novel, dengan tema yang dahsyat…

Terdapat beberapa nama lainnya. Ada Aisyah, sekarang sudah masuk SMP, ketika itu masih kelas 6 sekolah dasar. Alisa yang ramai dan pandai bercerita, tapi perlu penanganan khusus untuk menjadikan cerita dan ide-idenya yang banyak menjadi fokus dan terstruktur. Harus disebut juga kakak beradik Muharry dan Amanda yang kompak dan luar biasa. Tentu harus disebut si Prinsi yang paling rajin datang, lalu membaca buku di Rumah Baca Iqra –salah satu kelengkapan literasi di Fun Institute, entah hanya sekadar komik, majalah seusianya, atau buku-buku lainnya. Hampir semua koleksi seri KKPK (Kecil-kecil Punya Karya) yang ada, sudah dibacanya.

Dua hari pertemuan begitu menyenangkan dan sulit dilupakan. Menjadi terasa singkat dengan banyak kegairahan. Bertemu teman baru, hal baru, ilmu baru, suasana baru…
Semua bercerita, semua menulis ceritanya. Tidak ada yang terbebani, karena semuanya berjalan rileks. Seperti konsep yang diusung, fun writing with Fun Institute. Hmm, benar-benar di luar persangkaan. Mereka yang datang jauh-jauh. Mereka yang belajar, cepat sekali sosialisasinya, secepat mereka mengeksplorasi ide-ide buat tulisan. Hal  ini tentu memudahkan saya mengarahkan mereka, termasuk para mentor untuk mendampingi mereka.

Walhasil, cerita setahun lalu itu berdiaspora menjadi banyak kelas di pelbagai ruang-ruang kelas lainnya. Salah satunya di sebuah sekolah dasar berkualitas baik di sekitaran Bintaro. Ada kelas yang persis sama konsepnya dengan Holiday Class. Tentu dengan pengembangan dan eksplorasi lebih intens. Karena pertemuannya yang lebih banyak, berkala, dan dengan peserta yang sama.

Mereka masih kelas empat hingga kelas enam. Meski didominasi anak-anak kelas lima. Kelas menulis ini luar biasa. Teori mereka lahap cepat, dan kini pertemuan-pertemuan nyaris selalu didahului dengan pertanyaan, “Hari ini menulis tentang apa?” atau “Aku sudah punya cerita untuk ditulis.”

Saya masih sering terkejut…

Anak kelas empat, usianya baru sepuluh atau sebelas tahun. Bisa menulis cerita dengan baik, runtut, dan runut. Tentu saja, logis! Alur logikanya jalan, meski imajinasinya nyaris tak terkejar. Ada Keisya yang selalu membawa saya ke ruang khayalannya. Masuk ke dunia yang diciptakannya. Meski influence dari bacaannya masih terasa, tapi dia mampu membuat cerita tanpa harus menduplikasi. Dia membuat cerita yang lain, meski fantasinya mirip. Masih ada Naura, Almira, Lita, Rara, atau Yasmin yang juga matang struktur ceritanya.

Menulis memang menyenangkan…

Menulis juga mudah…

Siapa pun bisa jadi penulis. Setidaknya seperti peserta kelas menulis program Holiday Class dan kelas menulis reguler kerja sama Fun Institute dengan sekolah tertentu. Semua itu bermula dari mimpi yang sangat sederhana… Alhamdulillah, puji syukur tak terkira…

Iklan

4 tanggapan untuk “Holiday Class #1”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s