Story & History

Puang, Ironi I La Galigo


Puang sakit…

            Siapa Puang? Apa masalahnya bila dia sakit. Apa hubungannya dengan saya? Ini hanya masalah ‘prihatin’. Kata yang kini sering sekali dijadikan ejekan, karena sang presiden kita cukup baik memasarkan kata ini. “Saya prihatin…” kalimat ini sangat popular, karena disiar ulang berkali-kali di hampir semua saluran televisi, diucap ulang oleh banyak orang, diolok-olok…

Puang Matoa Saidi.

i la galigo puang Laki-laki berumur setengah abad lebih ini, tinggal di Pangkep, Sulawesi Selatan, satu-satunya penghafal naskah I La Galigo. Terus terang saya orang yang terlambat tahu tentang kebesaran I La Galigo. Karya sastra teks Bugis Kuno yang diakui dunia sebagai karya sastra terpanjang. Ditulis antara abad 13-15, tebalnya lebih dari enam ribu halaman dan menjadi kitab sakral bagi orang Bugis.

Selama berabad-abad, naskah I La Galigo itu dihafal dan dilestarikan oleh Bissu, komunitas spiritual pemegang teguh adat Bugis kuno. Dan Puang Matoa Saidi, itulah salah satu penghafalnya. Hmm, dahsyat kan. Tentu saja, menghafal, memelihara hafalan, tidaklah ringan, tidak mudah, dan sangat berat. Lebih dari 300.000 baris puisi dalam bahasa Bugis yang ditulis di lontar itu harus dihafalnya.

Memang dunia seperti ini sepi…

Saya termasuk orang yang baru tahu. Dan ketika baru tahu, tak serta merta mencari. Padahal I La Galigo disinyalir lebih tua dari epik Mahabarata atau Ramayana. Bahkan sudah dipentaskan berkeliling dunia oleh teater I La Galigo dan sutradara internasional Robert Wilson. Sejak 2003 sampai 2008, I La Galigo pentas di Singapura, Amsterdam, Barcelona, Madrid, Lyon, Ravenna, New York, Melbourne, Milan dan Taipei. Pernah tampil di Jakarta tahun 2005, dan tahun ini akan pulang kampung, pentas di Makassar.

Terus terang saya terengah-engah…

Napas saya seperti pendek sekali, terlambat tahu hal besar. Harus berlari-lari mengejar informasinya yang sedemikan luas. Diiringi rasa sesal, membodoh-bodohkan diri sendiri. Betapa ‘banyak yang tidak saya tahu’. Bahkan sebuah kebesaran di pelupuk mata! Tentu saja ‘saya makin prihatin’, terutama sama diri sendiri…

Hal besar, selalu beriringan dengan hal besar lainnya.

i la galigoDi postingan terdahulu, ‘Bukan Cuma Kartini’ saya menyebut nama Colliq Pujie, membantu BF Mathes, ahli Bugis kebangsaaan Belanda menyalin naskah Bugis lama dan epos La-Galigo. Siapa perempuan luar biasa itu?

Setelah berkelana dari artikel ke artikel online, saya menemukan siapa kiranya Colliq Pojie ini. Dia adalah perempuan bangsawan Bugis yang hidup pada abad ke-19. Dia juga pengarang dan penulis, sastrawan, dan negarawan. Dia pun seorang Datu’ yaitu ratu yang memerintah Lamuru IX, sejarahwan, budayawan, pemikir ulung, editor naskah Lontara Bugis kuno I La Galigo.

Informasi yang bertubi-tubi membuat saya seperti orang yang hendak tenggelam. Menggelegak dan sulit bernapas. Ingin sekali segera menepi, karena arus kebesaran I La Galigo memang besar sekali. Saya memang harus segera mengambil napas. Saya harus cari tahu lebih banyak lagi. Bukan untuk sekadar tahu. Tapi untuk menundukkan hati, agar tidak terlalu tegak dengan kepala mendongak.

Sementara ini setidaknya, saya menuliskan dulu. Ya menuliskan sebisanya. Terus terang, saya bangga, salut dan hormat tinggi-tinggi kepada Puang Matoa Saidi. Orang langka yang terus mengabdi dan berjuang sangat keras. Tidak saja melawan zamannya, tapi melawan sakitnya. Tuhan selalu punya cara tercanggih, sakitnya Puang, memalingkan banyak wajah dan simpati kepadanya.

Setidaknya, walaupun sangat terlambat, nama itu turut memalingkan wajah saya kepada kebesaran sastra nusantara. I La Galigo…

sumber foto; internet

Iklan

2 tanggapan untuk “Puang, Ironi I La Galigo”

  1. apalagi saya, kalau tidak baca tulisan ini, pasti benar-benar tidak tahu. dan saya jadi tahu karena baca tulisan ini.. terimakasih, ya.. jadi tahu tentang beliau..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s