Story & History

Ngopi atau Air Putih


“Ngopi itu jodohnya ngrokok,” sering banget saya mendapatkan kalimat ini. Terutama orang yang baru ngopi bareng saya. Kemudian dia keluarkan dalilnya. Lebih tepatnya, menurut saya adalah pembenarannya. Paling saya cuma senyum, seperti teman-teman yang sudah tahu saya hanya ngopi dan tidak merokok.

Saya tidak maniak kopi juga. Setelah ngopi, tetap saja saya pesan air putih kemasan. Baik botol kecil maupun botol sedang. Kalau botol yang seliter, saya kok agak terbayang, itu air buat karburator ya, hehe…

Soal ngopi, ada teman saya yang ‘nyesek’ banget kalau harus bayar kopi yang mahal. Karena dia mending beli kopi sasetan, seribuan, terus seduh sendiri. “Kalau nggak dibayarin, ngapain gue ngopi itu,” katanya. “Bakal gue gantung tuh kopi di rumah, gue liatin doang, ini kopi secangkir seharga makan gue sehari…”

Ya beruntunglah, saya dan dia ngopi di tempat itu karena nasib baik. Lebih sering karena diajak, lalu dibayari. Walaupun begitu, di status bbm, fesbuk atau twitter tetap saja narsis. “Lagi ngopi @starbucks…” Habis itu saya dan teman saya tertawa geli. Ngakak-ngakak, hingga membuat yang mbayari keki. Tapi kan nggak ada unsur pembohongan, itu fakta. Kalau saya dan teman saya memang lagi ngopi di Starbucks. Soal siapa yang bayar, itu nggak perlu lah jadi status.

Terus kemarin saya dengar, Howard Schultz, Bos Starbucks datang ke Jakarta.

Walaupun saya tidak diajak ngopi, tapi saya belajar tentang ‘menjadi besar’. Sekadar tahu saja, saat ini gerai kopi dengan merk ini ada 16.000 ribu lebih di seluruh dunia. Hmm, seluruh dunia lho. Kalau anggota PBB tercatat 193 negara, anggaplah negara yang masih perang, terbelakang dan sulit aksesnya, tidak dirambah kopi ini. Cukup 100 negara saja, maka rata-rata di 100 negara itu, setidaknya ada 160 gerai ya… Edun, tuh. Hampir ngalahin warteg dan rumah makan padang!

Di Indonesia saja, saat ini sudah ada 147 gerai. Tersebar di berbagai kota besar seperti Jakarta tentu saja, Bandung, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Medan, Balikpapan, Semarang, Batam dan Makassar. Padahal kopi ini baru masuk Indonesia tahun 2002. Sepuluh tahun! Angka ideal untuk sebuah pencapaian usaha…

Saya itu orang yang tidak percaya dengan sim salabim dan ketiba-tibaan. Kesertamertaan. Selalu ada proses dan perjuangan panjang di balik sebuah nama besar. Ada konsistensi, ada spirit, dan ada nilai yang menjadi daya. Starbucks didirikan 30 Maret 1971 oleh tiga berkawan Jerry Baldwin, Zev Siegk dan Gordon Bowker di Seattle, Washington. Empat puluh tahun lebih dan eksis, pasti tidak main-main.

Kata Schultz, Bos Starbucks kunci sukses perusahaannya adalah cinta (love) dan kemanusiaan (humanity). Menurut dia, hal itu tidak diajarkan dalam buku dan kelas bisnis mana pun. Dua hal itulah yang dibawa Starbucks dalam menjalin kerja sama dengan konsumen, pekerja, hingga pemasok kopi mereka. Hmm…

Bekerjalah dengan cinta dan untuk kemanusiaan. Kayaknya gitu ya…

Kisah sukses yang hampir mirip adalah ada orang yang ‘agak gila’ idenya. Jualan air putih dalam kemasan. Dimasukkan dalam botol. Tirto Utomo adalah orang yang melakukan itu di tahun 1973. Kini siapa yang tak kenal merk dagang Aqua. Sudah 40 tahun juga Aqua menjadi bagian dari diri kita. Kalau beli air mineral kemasan, apa pun merknya selalu saja, “Beli aqua, Bang..”

Tirto Utomo atau Kwa Sien Biauw lahir di Wonosobo 9 Maret 1930 – meninggal 16 Maret 1994 pernah bekerja di Pertamina. Lulusan FHUI. Mengajari banyak nilai. Lagi-lagi saya belajar, selalu diperlukan keberanian, ketangguhan, dan kesungguh-sungguhan dalam berusaha. Tirto Utomo pernah dianggap gila. Tapi ia pernah dinobatkan sebagai pencetus air minum dalam kemasan. Bahkan berdasarkan survey Zenith International, Inggris, Aqua dinobatkan sebagai merk air minum dalam kemasan terbesar di Asia Pasifik dan nomor dua terbesar di dunia.

Mari kita lanjutkan, mau ngopi atau ngunjuk air dalem mbotol…

Iklan

2 tanggapan untuk “Ngopi atau Air Putih”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s