Sudut Pandang

[Bahasa] Punah


Mengejutkan apa nggak ya, kalau ada kabar 15 bahasa daerah sudah punah?

Bisa ya bahasa daerah punah? Ya bisa lah. Apa yang ada di dunia pasti punah. Banyak kaum yang punah tinggal cerita. Mati dimakan cacing tanah dan tak meninggalkan ‘jejak lisan’ yaitu bahasa tutur. Kematian para pemelihara bahasa, salah satu penyebab punahnya bahasa daerah. Karena tidak banyak generasi hari ini yang cukup ‘percaya diri’ memelihara bahasa ibunya.

Saya juga tidak terlalu pede bicara bahasa daerah saya. Hehe… Meski saya bukan masuk dalam kriteria penyebab lain punahnya bahasa daerah. Yaitu perkawinan antaretnis, juga akibat urbanisasi. Saya tidak dua-duanya. Tidak menikah antaretnis dan bukan pelaku urbanisasi. Ngeles banget…

Menurut Sugiono, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selain yang bahasa daerah yang sudah punah, ada juga bahasa daerah yang masuk kategori hampir punah. Jumlahnya lebih banyak, ratusan.

Waduh… Bahasa daerah mana saja tuh?

Pak Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa itu merinci, ada 139 bahasa daerah yang ‘terancam punah’. Antara lain di Kalimantan (1), Maluku (22),  Papua Barat dan Kepulauan Halmahera (67), Sulawesi (36), Sumatera (2) serta Timor-Flores dan Bima Sumbawa (11).

Kalau bahasa daerah yang punah di mana saja ya?

Dalam paparannya di Seminar Internasional Strategi Pelestarian dan Pengembangan Budaya Lokal dalam Bingkai Global di UNS, di Maluku 11 bahasa daerah sudah punah, lalu di Papua Barat dan Kepulauan Halmahera (1), Sulawesi (1) dan Sumatera (1).

Sedangkan untuk bahasa daerah dengan penutur terbanyak adalah;

Bahasa Jawa – 84,3 juta, Bahasa Sunda – 34 juta dan Bahasa Madura 13, 6 juta.

Nah pertanyaannya, ada berapa bahasa daerah di Indonesia kita ini sih?

Jumlah bahasa daerah di nusantara ada 726 bahasa!

Weit… apakah karena jumlahnya yang hampir seribu itu, membuat kita tidak terlalu kehilangan atas punahnya 15 bahasa daerah itu? Entahlah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s