Sudut Pandang

Teman Lama


cerita kotakuSuatu sore pekan lalu, teman lama datang…

Basa-basinya ya silaturahmi, itu baik. Tapi memang di balik kebaikan itu, ada tawaran yang bisa jadi baik, bisa jadi tidak baik. Itu tinggal saya, mau ditawari apa tidak, dan melihat tawaran itu dari mana. Tentu sebaiknya, apa pun, dilihat dari banyak sisi. Biar tidak menyesal di kemudian hari, karena salah memutuskan karena hanya melihat dari satu sisi saja. Cukup banyak pelajaran tentang kekeliruan berpikir dengan cara sempit.

Saya belum memutuskan, tapi dia bilang akan datang lagi.

“Gue butuh bantuan elu…”

“Sebagai teman ya pasti bantu, tapi…”

Nah, jawaban tapi itu yang sampai saat ini membuat dia akan datang lagi dalam beberapa hari ini. Namun setidaknya, kedatangannya membuat saya menengok kembali. Menyadarkan kembali, bahwa saya tinggal dan hidup di sini. Di sebuah wilayah administratif yang harus dihormati dan dijunjung tinggi.

Maka saya akan bercerita sedikit tentang Pilkada Walikota Tangerang yang akan berlangsung 31 Agustus mendatang. Mungkin ini bukan tulisan pertama saya tentang Pilkada, bisa berlanjut, bisa bersambunng. Karena saya yakin, ada banyak hal yang perlu kita tahu, meski dalam perspektif yang sangat sederhana.

Pilkada Kota Tangerang kali ini memang istimewa. Karena Walikota H. Wahidin Halim akan mengakhiri masa jabatan periode keduanya. Dalam aturan perundangan, tidak mungkin yang bersangkutan mencalonkan kembali. Kecuali dalam posisi yang berbeda. Seperti yang dilakukan oleh mantan walikota Surabaya Bambang DH yang sudah menjabat dua periode, lalu memilih menjadi wakil walikota di periode ketiganya.

Calon yang sudah ramai bersosialisasi saat ini, ada H. Abdul Syukur, calon walikota yang balihonya sudah tersebar di mana-mana. Dia adalah ketua DPD II Golkar Kota Tangerang, tokoh pemuda, dan anggota DPRD Provinsi Banten. Meski basis kepartaiannya berbeda dengan walikota Wahidin Halim yang kini ketua DPW Partai Demokrat Provinsi Banten, tapi H. Abdul Syukur adalah adik bungsu walikota saat ini yang merupakan keluarga terpandang di Pinang, salah satu kecamatan di Kota Tangerang.

Kemudian ada calon Harry Mulya Zein, seorang birokrat karier, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris daerah Kota Tangerang. Sama seperti Wahidin Halim yang merintis karir birokratnya dari muda. Harry Mulya Zein merasa dunia birokrasi adalah passionnya. Tempatnya mengabdi. Terbukti dari konsentrasi pendidikan strata 2 di UI dan doktoralnya di Unpad Bandung yang mengambil spesialisasi penyelenggaraan pemerintahan. Seluk beluk penyelenggaraan pemerintahan Kota Tangerang baginya menu adalah hal sehari-hari.

Ada calon lain yang sudah sangat lama bersosialisasi dengan memasang baliho besar-besar. Ahmad Qodri Mardju yang saat ini menjabat sebagai Direktur PDAM Kota Tangerang. Iklannya di mana-mana, tak hanya iklan out door, tapi merata hingga ke media cetak dan media online. Saya tidak terlalu tahu banyak calon walikota yang membawa tagline “Menuju Keemasan Kota Tangerang” ini. Nanti saya cari lebih detil…

Selain tiga calon tersebut, masih ada Hilmi Fuad, orang muda yang menjadi Ketua DPD PKS Kota Tangerang. Anggota DPRD Provinsi Banten. Lalu ada Arief Wirmansyah, orang muda yang saat ini menjadi Wakil Walikota Tangerang mendampingi Wahidin Halim. Ia berangkat dari dunia usaha, memiliki banyak rumah sakit di Tangerang dan Banten. Anak muda yang kuliah di Amerika, dan tentu saja memiliki kedekatan khusus dengan walikota petahana. Dan yang paling mengejutkan adalah, kabar bahwa Tb. Deddy Gumelar alias Miing Bagito, komedian yang kini menjadi anggota DPR dari PDIP juga mencalonkan diri sebagai walikota Tangerang.

Kedatangan teman saya sore itu, membuat saya harus tahu diri. Saya tinggal di sini, di kota satelit yang sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan DKI Jakarta. Tapi hari-hari saya nyaris habis di wilayah tetangga. Tulisan ini, hanya untuk berbagi kepada teman-teman saya yang senasib. Pergi pagi, pulang petang kerja di luar Kota Tangerang.

“Oke, gue tunggu jawabannya ya…” ujar teman saya sebelum pulang.

Saya belum menjawab apa-apa. Karena belum punya jawabannya. Tapi sore itu, teh dan mendoan hangat gorengan istri saya, terasa nikmat menemani obrolan itu.

 

*Catatan Jelang Pilkada Walikota Tangerang 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s