Sudut Pandang

[Nape] Kalabendu


Ngobrol sama Nape kali ini, saya jadi tahu, betapa jalan hidup manusia itu benar-benar ajaib. Salah satu yang diceritakannya ya…

tef - batik bw“Saya ketemu sama njenengan saja sebuah keajaiban, kan?” katanya. “Saya lahir di pinggir hutan, dekat sawah, jauh dari Puskesmas, Njenengan lahir di desa yang bau listrik, ada bidan, ada mantri, walau sama-sama lahir sama dukun bayi juga…”

Nape ngakak.

Saya tahu, dia menertawakan dirinya sendiri. Maksudnya, bahwa lahir sama dukun bayi, bidan, mantri, atau dokter adalah pilihan keadaan. Dia bilang, bisa saja dirinya lahiran sama dokter spesialis, tapi itu kan kebetulan sekali. Kalau kebetulan Simboknya pas mules bukaan sepuluh, ada dokter spesialis kandungan lewat di jalan kampung becek pinggir gunung dekat rumahnya.

“Nggak mustahil, kalau Allah kehendaki…”

Kali ini mimiknya serius. Edan…

Yap! Saya setuju dengan Nape untuk beberapa hal ini. Soal pertemuan saya dan beliau di rumah majikan Kalabendu. Nama yang aneh, seperti yang pernah diceritakan Bapak, tentang akan datang zaman Kalabendu. Juga seperti yang Nape katakan tentang ramalan atau halusnya, prediksi Jayabaya akan datang zaman yang tanda-tandanya nyaris mirip bahkan persis hari-hari ini;

Wong agunge padha jail kurang tutur, marma jeng pamasa, tanpa paramarteng dasih, dene datan ana wahyu kang sanyata.Para pemimpinnya berhati jahil, bicaranya ngawur, tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati.  Silakan dirasai. Dalam konteks keluarga yang paling kecil hingga tataran sosial dan masyarakat yang lebih luas termasuk negara. Seberapa banyak, pemimpin yang munafik, bodoh, dan ngawur serta sulit dipercaya. Pasti membayang beberapa nama dan wajah mereka meski sesaat.

Keh wahyuning eblislanat kang tamurun, apangling kang jalma, dumrunuh salin sumalin, wong wadon kang sirna wiwirangira. Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya, para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu. Terlalu banyak contoh dan begitu mudahnya kita melihat kenyataan, bagaimana perempuan sudah tak malu-malu menjaja kemaluan. Ketengan, eceran, maupun paket dalam kemasan. Bahkan ada yang via onlen…

Astaghfirullah, Gusti Allah nyuwun pangapura…

Iklan

Satu tanggapan untuk “[Nape] Kalabendu”

  1. Kang Tef ternyata pinter jg bahasa jawa, keren dah, aku aja gak ngerti klo gak da terjemahannya. hehehhhhhhhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s