Story & History

Mr Krabs


tef - batik bw  Beberapa hari, ponakan saya liburan di rumah. Sehingga setiap pagi, saya mulai terbiasa dengan film kartun. Hanya berganti saluran saja. Dan akhirnya saya tahu, siapa SpongBob yang tinggal di rumah nanas itu.

“Itu siapa?” tanya saya kepada ponakan saya yang asyik nonton

“Gary, Om…” jawabnya tanpa menengok. Menunjukkan siput kecil bersuara kucing peliharaan si busa kuning.  Saya terus bertanya, tokoh-tokoh yang ada di film kartun itu. Dia menyebut Patrick, bintang laut berwarna merah muda sahabat SpongBob. Hingga kemudian tanpa di minta, dia memberitahukan semua tokoh yang muncul.

“Nah, kalau kepiting itu siapa?”

“Itu Mister Krabs, musuhnya SpongBob…” katanya.

Saya tersenyum saja, ketika ia menjelaskan karakter demi karakter di film kartun yang ia tonton setiap pagi itu. Baguslah, dia menyimak. Bisa mengerti yang ditonton, siapa saja karakternya, apa dan bagaimana ceritanya. Cukup buat saya untuk mengetahui sejauh apa ponakan saya yang belum sepuluh tahun itu memindai tontonannya.

Terus terang saya selalu mengagumi para kreator apa saja, baik penulis, desainer grafis, pencipta tokoh-tokoh superhero, termasuk pencipta SpongBob ini. Ya, Stephen Hillenburg, pria kelahiran Oklahoma, Amerika Serikat pada 21 Agustus 1961 yang merupakan ahli pendidikan bidang kelautan.

Kekuatan dari sebuah karya adalah ketika karya itu hidup, dinikmati banyak orang, apa pun bentuknya. Dan sama sekali, tak pernah lagi muncul nama sang kreatornya di benak penikmatnya. Seperti SpongBob ini.  Hillenburg dengan kecintaannya kepada laut sejak belasan tahun, lalu memperdalamnya di perguruan tinggi dengan basis keilmuan kelautan juga, tidak pernah akan singgah di benak penonton SpongBob di seluruh dunia.

Terlepas dari subyektifitas orang banyak. Selalu ada kutub penikmat dan kutub pelaknat. Walaupun ada kubu moderat. Itu sudah naluriah, setiap karya, apa pun bentuknya, selalu akan berhadapan dengan realitas demikian. Tentu saja, disertai argumen objektif dan keterukuran. Meski sesekali, ada juga yang asal menilai…

Hanya orang-orang luar biasa yang mampu menciptakan karakter yang kuat pada karyanya. Saya yakin, semua karakter di kartun SponBob tontonan pagi hari  ponakan saya itu, tidak main-main merumuskannya. Karakter dalam sebuah cerita, dia harus sublim atau menyatu dengan perilaku, adaptasi lingkungan, dan kemampuannya menghadapi masalah. SpongBob, misalnya. Meskipun tampaknya sederhana, hanya seekor spons berwarna kuning, namun dia adalah pribadi yang baik, supel, adaptif, dan optimistik.

Pun dengan karakter kartun lainnya, Patrick Star yang tampak lemot tapi sahabat yang baik. Atau Squidward Tentacles si pembuat onar, pemalas, namun selalu menganggap dirinya pintar. Hillerburg menghadirkan sedemikian rupa karakter dengan keseimbangannya. Dan realitas kehidupan manusia (penontonnya) pun memiliki karakter mirip atau bisa disebut serupa itu.

Dalam realitas sehari-hari, kita banyak bertemu dengan karakter-karakter yang mengagumkan. Karakter yang lahir dari rahim-rahim ibu yang mulia, dididik dalam ruang-ruang  yang baik dan lingkungan yang memesona. Penuh dengan bekalan nilai-nilai keluhuran dan pemartabatan manusia. Siapa pun dia. Sang Kreator yang Maha Luar Biasa menempatkan kemuliaan tidak pada bentuk saja. Tapi kepada daya guna dan pendarannya.

Seperti SpongBob yang bentuknya cuma spons, tapi memiliki spirit optimisme. Kalau dilihat, ‘nggak banget’, tapi ada sisi positifnya. Seperti kita bertemu dengan orang-orang yang memiliki kapasitas hebat dengan daya tampil yang biasa saja. Berilmu tinggi dan pekerja keras tapi tidak pernah merasa pintar seperti Squidward.

Ya, hidup juga seperti kartun itu…

Karakternya beragam. Berbeda. Walau hidup di wilayah yang sama. Makan dari tanah yang sama, dan tumbuh dari susu sapi yang sama. Selalu ada ketidakterdugaan dalam riuhnya keberagaman, seperti Hillerburg yang tak menyangka karakter kartun ciptaannya akan mendunia. Kadang, kita juga tidak menduga, karakter yang kita kenali ternyata menampakkan wajah yang berbeda.

Saya sendiri tidak tahu seperti apa. Karena orang lainlah yang berhak menilai wajah dan karakter seseorang. Mungkin saya seperti Squidward Tentacles. Atau malah seperti Mr.Krabs…

Menyebalkan dan culas!

Iklan

1 thought on “Mr Krabs”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s