Sudut Pandang

Pasti Ada Bedanya


“Jalan, Mas…” tanya orang di warung. Tetangga saya.

“Iya, yuk duluan…” sahut saya.

Maka setelah itu saya menempuh puluhan kilometer, lalu ketemu dengan banyak orang, bicara tentang banyak hal. Bisa satu dua agenda dalam sekali perjalanan saya di akhir pekan. Bisa di satu tempat yang sama, tapi bisa juga di tempat yang berbeda.

Tentu saja, saya banyak belajar…

Dalam perjalanan, saya melihat banyak hal. Bertemu dengan banyak aktifitas orang. Baik sesama pengendara sepeda motor ataupun dengan orang-orang yang saya lewati. Berjalan beriring di jalan, baik dengan angkutan umum maupun dengan mobil pribadi.

Belajar tentang kehidupan yang terus berjalan…

Semua bergerak. Penjual dan pembeli yang terus bertransaksi. Baik yang ramai pembeli atau pun yang kala itu sedang sepi. Ada pergerakan, dari sekadar tawar menawar yang bernilai ‘mungkin kecil’, cuma beda 500 rupiah, atau transaksi dalam jumlah besar yang bikin rona pedagang cerah ceria.

Tukang ojek yang dalam menunggunya adalah bagian dari pekerjaannya. Memburu dengan kalimat sapa, baik dalam wajah ramah atau wajah datar-datar saja. Entah dengan bahasa tubuh yang semangat atau yang tampak malas, ogah-ogahan, dan tampak pasrah. “Sedapatnya aja, kalau rejeki nggak lari kemana…”

Melihat sepeda motor yang melintas dengan membawa berkardus-kardus makanan ringan, jajanan anak-anak, mungkin kawe, karena nama produknya mirip-mirip dengan merk produk terkenal. Soal isi, biasanya sama, beda dirasa atau justru karena gurihnya berlebihan. Malahan ada yang menjanjikan hadiah langsung, bisa berupa uang seribu rupiah dalam plastik di dalam kemasannya, atau sekadar stiker tato gambar super hero.

Bertemu pula dengan mobil bak terbuka membawa perangkat furniture baru dengan sopir yang merokok sepanjang jalan. Tak kalah gaya ditemani seseorang di sebelahnya, lelaki tanggung, berkaos hitam, dengan kaki naik ke dasbor, dan kepala mengangguk-angguk. Tentu dengan headphone besar menyumbat kedua telinganya.

Baru jalan saja, saya bisa menemukan banyak cerita. Banyak pengalaman dan penglihatan yang kelak mengisi ruang-ruang bawah sadar saya. Mengendap dan terus mengendap yang kemudian di suatu masa, menjadi sesuatu yang dahsyat. Keluar dengan sendiri dalam cerita-cerita yang saya tulis, atau dalam kata-kata yang saya ungkapkan.

Tentu, masih banyak sekali hal yang bisa saya rekam dalam sekali perjalanan. Baik pergi maupun pulang. Atau dalam diamnya saya di tempat tujuan. Terlalu banyak.

Ketika saya berinteraksi dengan orang-orang yang saya temui. Berbicara, saling sapa, berdialog, berdiskusi, tukar pandangan. Hmm… tentu pengalaman belajar saya bertambah. Selalu ada hal baru yang saya ketahui. Selalu ada kalimat yang saya ingat dan kata-kata yang saya catat. Bisa jadi itu pengetahuan baru, bisa berupa kalimat inspiratif yang membuat spirit saya merasa dilecut.

IMG00077-20100316-1629         Bisa jadi, juga kesadaran baru…

“Woii… pulang?” sapa seseorang yang tadi menyapa saya ketika pergi. Masih di tempat yang sama, dengan baju yang sama, gaya yang sama dan teman bicara yang sama.

“Iya…” sahut saya sambil melambaikan tangan.

Saya tidak tahu, apakah dia yang menyapa itu, juga memiliki pengalaman sedemikian banyak seperti yang saya dapat. Pasti tidak. Saya pernah bersama mereka, duduk menemani mereka. Pada saat yang sama, istri saya pergi. Ketika pulang, istri saya bicara banyak sekali tentang pengalaman perjalanannya yang hanya sebentar. Sementara saya?

Ya, selalu beda, orang yang bergerak dan yang diam saja…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s