FUN Institute

Sederhana Saja…


            “Jangan bilang tidak bisa kalau belum dicoba…”

Sederhana ya, tapi tajam sekali. Itulah kata yang menjadi mantra buat saya untuk melakukan sesuatu. Coba dulu, yang terlihat sulit, yang diduga bakal berat, yang disangka akan rumit, pasti ada jalan keluar dan cara menyelesaikannya. Itu dulu, berangkat dulu, jalan dulu, eksekusi saja.

Kalimat itu diucapkan dengan sangat sederhana, oleh orang yang sang saya cintai, ibu saya! Orang yang hari ini (22 Oktober 2012 – tepat dengan hari lahir saya) harus saya ziarahi makamnya, saya taburi bunga di atas pusaranya, dan saya kirimi banyak sekali doa. Doa agar diampuni segala dosanya, doa agar dimaafkan semua kesalahannya, doa agar diterima amal baiknya, doa agar dia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan tentu doa agar saya bisa meneruskan cita-citanya, merampungkan yang belum diselesaikannya, serta memelihara semua kebaikannya.

Ya, banyak yang belum selesai…

Ketika Allah Swt menjemputnya selepas kumandang azan maghrib di sebuah kamar lantai tiga RS Omni Internasional, Alam Sutra. Saat ia embuskan napas terakhirnya dengan sungging senyum di bibirnya, manakala pipinya masih saya elus lembutnya. Dan bibir yang terus menuntun talqin tak lepas dari telinganya…

Ada banyak cita-citanya yang belum tuntas saat ia terhenti bernapas. Sebanyak pesan baiknya. Pesan yang saya maknai sebagai energi untuk terus berbuat. Pesan yang saya artikan sebagai perintah untuk terus bergerak.

Salah satunya, “Jangan lelah berbuat baik…”

Tidak sulit diterjemahkan, karena beliau adalah teladan yang mencontohi. Bagaimana tidak lelah, bagaimana juga berbuat baik. Beliau juga yang memberitahu, tidak semua perbuatan baik diterima dengan baik. Tapi itu lebih baik, daripada tidak berbuat apa-apa. Kalaupun hanya bisa bicara, maka bicaralah yang baik tentang kebaikan. Itu juga sudah sebuah perbuatan baik. Itu menurut beliau.

Saya juga menyadari, kebaikan punya musuh abadi, keburukan. Seperti halnya teman pasti punya lawan. Dan tugas keburukan adalah menjegal kebaikan. Tugas lawan adalah menyerimpung teman. Semua menjalankan tugasnya masing-masing. Hanya saja, kita punya pilihan berada di mana? Bersama orang-orang yang berbuat baik untuk perbaikan dan dilakukan dengan cara-cara yang baik. Atau sebaliknya.

Sederhana saja…

Kebaikan menurut mendiang ibu saya juga tidak ada ukurannya. Kalau sebuah tindakan kecil itu baik, ya itu kebaikan. Sama seperti hal besar yang baik, yang juga kebaikan. Maka saya berusaha dengan kemampuan dan kesanggupan yang saya miliki. Berbuat baik walau kecil, berbagi walau sedikit, dan terus melangkah walau pelan.

Rumah Baca IQRA, adalah langkah kecil. Tapi itu langkah yang diniati dengan kebaikan, ditekadkan untuk perbaikan. Dengan harapan semoga bisa memperbaiki. Sekali lagi, walau kecil. Rumah Baca IQRA di FUN Institute semoga menjadi salah satu kebaikan yang dilakukan dengan cara yang baik. Melayani teman-teman kecil saya yang haus membaca, membuka pintu lebih lama demi sebuah kebahagiaan mereka, dan membagi cerita untuk keceriaan yang nanti entah hasilnya apa. Tak ada yang rumit…

Ibu saya sangat berharap, saya bisa hidup bahagia.

Dan apa yang diajarkannya, sungguh membuat saya berbahagia. Pelajaran yang sangat sederhana. Berbagi! Dan jangan harap kembali. Allah akan mengembalikan lebih dari yang kita kira. Dan dari arah yang tidak pernah kita sangka-sangka…

Dan untuk bahagia ternyata sederhana saja…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s