Ibu

Mata di Balik Jendela


ibu-bundar-emas“Sudah sore lho, Mam…”

Aku mengingatkan ibuku yang tengah asyik duduk di saung sambil menikmati gemericik air dari pancuran di sebuah tempat makan. Perempuan itu menoleh, seperti biasa. Wajahnya selalu membuatku luruh, tak bisa menolak. Rona wajahnya berat hati untuk segera bergegas. Kembali ke Jakarta, kembali ke rumah. Kembali ke rutinitas…

“Suara airnya bikin adem…” katanya tanpa mengubah posisi duduk dan tubuhnya. Tetap bersandar pada bambu saung yang di kelilingi kolam dengan kecipak ikan bersliweran.

Aku tak berani ngomong lagi. Kutahan dudukku, menyelesaikan sisa-sisa makanan yang sudah di pesan. Meneguk air kelapa dengan perasan lemon serta pelan-pelan menggigiti otak-otak teringi. Mataku terbagi, untuk makanan yang baru kukupas bungkusnya, untuk ibuku, dan untuk mengikuti pandangan ibuku. Ehm, memang suasana yang tenang dan bikin ngelangut.

“Nanti kita bikin di rumah, Mam…” ujarku sambil mengunyah otak-otak bakar.

“Iya, di dekat kamar ya…” sahutnya.

“Iya, biar kedengeran gemericik airnya…”

“Pas ngadep ke jendela, Fan…”

“Iya, jadi kalau jendelanya di buka kelihatan air mancurnya…”

Perempuan itu menoleh, memberiku senyum. Lagi-lagi membuatku luruh rasa. Tekadku sudah bulat, membahagiakan ibuku! Maka aku tak berusaha sedikit pun memotong rasa bahagianya. Termasuk memotong rasa teduh dan tenangnya menikmati suara air mancur dari saung di rumah makan sore itu. Rasanya tidak terlalu mahal untuk mewujudkan keinginannya itu. Dan bagiku, tidak ada yang mahal bila itu untuk ibuku.

Setelah sore itu, ternyata aku lalai dan waktu terasa bergerak cepat sekali.

Perempuan penikmat suara gemericik air mancur itu harus tumbang, melemah dan harus dirawat dengan berbagai selang di ruang ICU Omni Internasional Hospital. Hingga setelah senja, usai azan maghrib ia berpulang ke haribaan-Nya.

Dan aku belum sempat membuatkan air mancur di depan jendela kamarnya…

*saat terkenang dirimu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s